Cintaku Rapuh

Cintaku Rapuh
Ciuman kening pertamaku


__ADS_3

Aku membereskan teras rumah yang dari tadi pagi tidak kusapu.


"Nak, kita makan apa nih malam ini"? tanya mama kepadaku.


"Yaampun aku lupa ma. Kita belum makan malam ternyata" ucapku kaget. Yaudah ma setelah Sita nyapu ini, aku ke depan deh beli nasi" ucapku kembali.


Dreettttt......drettttt....dretttt


"Hp kamu ini Ta bunyi" ucap mama sambil menyerahkan handphone kepadaku.


Ternyata sudah 6 kali Enggar meneleponku dan aku tak menjawabnya. Aku tak mendengarnya karena aku membuat nada panggilanku hanya getar aja.


"Halo" tanyaku.


"Lagi ngapain? Kok galak gitu jawabnya?" tanya Enggar.


"Ini lagi nyapu teras, namboru penjual ulosnya baru pulang dari sini. Jadi aku lagi beres-beres" balasku.


"Oh gitu. Yaudah deh beres-beres aja dulu ya sayang. Nanti aku telepon kembali" ucapnya.


"Hm" jawabku sambil mematikan pangggilan darinya.


Ketika aku menyapu dan beres-beres mama mandi dan membantuku membereskan kamar.


"Sudah mandi gih sana. Udah malam banget ini. Nanti sakit, masuk angin" Ucap mama sambil menyapu lantai kamarku.


"Iya ma" balasku sambil mengambil handuk.


Hari itu aku udah capek banget.


Bahkan sampai di kamar mandi aja aku udah ngantuk banget.


Badan semua pegal-pegal.


Mau bagaimana pun ritual wanita ketika mandi harus dilakukan😤.


Setelah kurang lebih 15 menit aku mandi, aku membereskan kamar mandi ku yang tak sempat kubersihkan. Ya walaupun masih menggunakan handuk. Malas banget kalau setelah makan aku membersihkannya.


Tin....tin....tin....

__ADS_1


Sita...Sita


Seseorang memanggilku dari luar. Suara itu terdengar jelas ketika aku masih memakai handuk dari kamar mandi.


Mama sepertinya tertidur di kamar jadi tak mendengar suara itu.


Mama pasti kecapekan karena satu harian belanja.


"Iya sebentar" jawabku.


Aku berjalan menuju kamar menggunakan handuk.


"Astagaaaa" ucap Enggar sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


"Ihhhh, kenapa kamu ngintip dari kaca sih" tanyaku kesal sambil berlari menuju kamar.


"Lah, siapa yang ngintip? Kan aku gak tau kalau kamu lagi mandi dan bakalan keluar dari kamar mandi" ucapnya membalas ocehanku dari luar.


"Lagian kamu ngapain kesini? Cepat banget rindunya?" tanyaku sedikit penasaran.


"Yaelah. Nanyak mulu. Pakai dulu deh baju kamu sana. Ngoceh mulu deh" balasnya kembali dari luar.


Karena suaraku yang sedikit keras membuat mama terbangun.


"Kenapa teriak-teriak nak. Udah malam loh" tanya mama.


"Ini ma, Enggar datang. Gatau mau ngapain" ucapku. Entar ya ma, Sita tanya dulu maksud kedatangan Enggar. Setelah itu Sita pergi beli makan malam kita.


" Oh yaudah. Mama gausah keluar ya. Sita aja yang nanyak nak Enggar. Mama capek banget ini" ucap mama.


"iya ma, gak apa-apa" balasku sambil menaikkan handuk membentuk kerucut diatas kepalaku karena aku tadi keramas.


"Kamu ngapain malam banget kesini. sekarang udah jam tengah 11 loh" ucapku sambil memperlihatkan jam di handphone ku.


"Udah jam tengah 11 gini, kenapa belum makan malam sih" tanya Enggar sambil menyerahkan bungkusan plastik hitam.


"Ini apa"? tanyaku sambil membuka bungkusannya.


"Udah bawa kedalam. Makan gih sana sama nantulang. Pasti belum makan kan. "ucapnya sambil berdiri mengambil kunci motornya.

__ADS_1


"Langsung balik?" ucapku berdiri juga.


"Iyalah. Kalau aku tetap disini, yang ada kamu gak makan-makan. Selalu aja pengen dekat buat lihatin aku" jawabnya tersenyum tipis ke arahku.


"Ihhhh apaan sih. Jangan alihkan pembicaraanku. Kenapa kamu mengintip tadi?" tanyaku sambil melotot kepadanya.


"Astaga Sita... Aku klekson klekson pakai sepeda motor aku, aku panggil-panggil nama kamu dari luar pagar juga gak kamu dengar.


Ya aku pastikan lah dengan turun dari atas sepeda motor aku. Aku ketuk pintu juga gadak yang keluar. Aku kirain kamu sama nantulang keluar. Lah aku penasaran dong. Masa iya jam segini keluar. Makanya aku coba intip dari kaca. Eh malah bidadari seksi yang nongol dari kamar mandi. Kan bonus..."ucapnya melirikku tertawa.


"Ihhh kamu ini ya. Alasan" jawabku kesal bahagia.


"Yaampunnj. Demi apa coba aku harus bilang ke kamu. Udah gih sana makan malam dulu. Nantulang udah lapar itu. Aku langsung balik ya sayang. I love you" ucapnya yang tiba-tiba mencium keningku.


" Kamu belum izin loh" ucapku cemberut.


"Oh harus izin dulu ya. Ok bidadari seksi, boleh kah aku mencium keningmu?" tanya nya sambil merapatkan tubuhnya ke wajahku.


Aku gugup dan gak bisa berkata apa.


Ummmachhh.....


Enggar mencium keningku dengan begitu hangat.


Ia juga menarik pinggulku sembari ia berbisik.


"Jangan kasih tau nantulang, aku sudah mencium mu" ucapnya tertawa.


Aku hanya mengangguk sambil melepaskan tangannya.


Maklum saja, Sita orang nya polos. Bisa saja ia menceritakan hal itu kepada mama nya. Karena semua kisah percintaan Sita sebelumnya selalu ia ceritakan kepada Ibunya. Bahkan ketika Michael yang dulu pernah mencium nya untuk pertama kalinya. Yaaaa begitulah polosnya Sita.


"Bye sayang" Ucap Enggar berlalu dengan sepeda motor nya


"Byeee" ucapku.


Jantungku masih berdegup kencang setelah Enggar mencium dan menarik pinggulku.


Aku merilekskan nya dengan duduk sejenak di kursi teras rumah ku.

__ADS_1


__ADS_2