Cintaku Rapuh

Cintaku Rapuh
Kaki mungilku


__ADS_3

Setelah makan siang


Kami akan melanjutkan perjalanan ke salah satu mall untuk membeli perlengkapan yang lain seperti sepatu untuk aku, mama, papa, adik, dan kakak. Aksesoris" lain yang akan digunakan pas pesta nanti.


******Sampai di Mall******


"Kita cari sepatu Mama dulu, ucapku".


"Ok, jawab mama".


"Cantik gak ini sayang, tanya mama kepada ku sambil mengenakan sepatu berwarna gold di kaki nya".


"Cantik ma, jawab ku sambil memperhatikan kaki mama dengan teliti".


"Mama cari yang lain dulu ya, manatau ada yang lebih cantik, jawab mama sedikit tertawa dan menatap Enggar malu".


"Ini cantik ma, ucapku sambil menunjukkan sepatu berwarna coklat".


"Cantik sih, tapi mama lebih suka yang gold tadi. Mama gadak lihat lagi nih yang cantik, tanya mama sambil berjalan mengarah ke sepatu berwarna gold tadi".


"Yaudah ma, ini aja, jawabku".


Sepatu Mama udah dapat tanpa memakan waktu lama. Syukurrr..


Kami berjalan menuju sepatu lelaki.


"Sita, tolong Carikan dong nak sepatu untuk papa, mama capek banget nih jalan, ucap mama sambil berjalan menuju tempat duduk di salah satu brand sepatu yang ada disana".


"Ok ma, aku sama Enggar aja yang cari sepatu papa, jawabku".


"Ini cantik nantulang, ucap Enggar sambil memperlihatkan Sepatu hitam berkilat".


Mama langsung jatuh hati kepada sepatu pilihan Enggar.


"Iya, cantik nih, jawab mama sambil meraih sepatu itu dari tangan Enggar".


Akhirnya sepatu papa juga sudah kami temukan di lantai dua.


Enggar membawa ku ke arah barat dekat dengan eskalator.

__ADS_1


"Kemarin aku ada lihat sepatu loh yang, kayaknya ini cocok deh untuk kaki mungil kamu ini, ucap Enggar memandang mataku".


"Ahh dimana? Kapan sayang kesini, tanyaku".


Enggar diam dan linglung mencari sepatu yang ia maksud kepadaku


"Mba, sepatu heels yang kemarin dipajang disini warna coklat udah habis ya, tanya Enggar kepada salah satu pramuniaga nya".


"Iya Pak, sudah habis. Tapi kita ada warna peach dan hitam nya kok pak. Mau dilihat dulu pak, tanya pramuniaganya kepada Enggar tetapi matanya tertuju kepadaku".


"Oh boleh mba, jawab Enggar. Kita lihat dulu ya sayang, jawab Enggar memegang tanganku".


"Iya, jawabku".


Untuk kesekian kalinya aku bahagia karena Enggar tulus memperhatikanku.


"Ini mba, ucap si mba sambil memperlihatkan kedua warna sepatu itu".


Aku jatuh cinta kepada sepatu berwarna hitam itu.


"Coba dong sayang sepatunya, ucap Enggar sambil memberikan sepatu itu kepadaku".


Aku mencoba sepatu berwarna peach terlebih dahulu


"Pakai aja dulu sayang dua-duanya, nanti dibantu sama mba nya, jawab Enggar memperhatikan kakiku".


"Cantik gak?, tanyaku pada Enggar".


"Cantik loh sayang di kaki kamu, jawab Enggar sambil menunduk memperhatikan kakiku".


"aku coba warna hitam dulu deh kayak nya yang, seperti nya lebih cocok yang hitam sih, dan aku lebih suka yang hitam deh, jawabku manja kepada Enggar".


"Yaudah gak apa-apa sayang, coba aja juga yang hitam, pilih aja mana yang kamu suka, jawab Enggar".


"Sayang, aku lebih suka yang hitam, jawab manja sambil berjalan kian kemari dengan langkah centil".


"Oh yaudah sayang, aku juga lebih suka lihat yang warna hitam ini. Lebih manis dipakai di kaki kamu, jawab Enggar".


Enggar menggemgam erat tanganku, layaknya memberi kode kepada ku untuk tidak meninggalkannya. Sambil Mba nya membereskan sepatu itu, Enggar bertanya.

__ADS_1


"Kamu senang gak yang, tanya Enggar memandangku".


"Ya senanglah, jawabku manja".


"Baguslah, aku pengen setiap hari membuatmu bahagia. Aku gak mau Sitaku bersedih. Plisss kurangi cerewetnya, ucap Enggar mencubit pipiku".


" Ihhhhh...., jawabku manja".


Si mba nya cuma nengokin aja😁🤪.


Akhirnya Enggar membelikan sepatu itu untuk aku.


Dan di toko yang sama pula kami membeli sepatu untuk kakak dan adik ku setelah melalui drama video call yang lumayan panjang. Sampai--sampai Enggar udah 3 kali bolak balik ke kamar mandi karena lama banget nunggu aku untuk memilih kan sepatu heels untuk kakak dan adikku.


Setelah semua barang sudah kami beli, Enggar mengajak kami untuk minum di salah satu restoran yang ada di mall itu.


Aku bahagia sekali, karena Enggar memperlakukan mamaku layaknya seperti mama nya sendiri. Sepanjang perjalanan, Enggar selalu menanyakan kesehatan mama.


Nantulang udah capek? Nantulang haus? Nantulang kita istirahat dulu gak? Nantulang udah lapar?


Pertanyaan-pertanyaan itu yang selalu ia tanyakan sepanjang perjalanan kami satu hari ini.


Setelah kami menikmati secangkir kopi dan berbagai makanan, kami memutuskan untuk kembali ke rumah karena mengingat mama ada janji jam 8 malam nanti dengan penjual ulos. Penjual ulos itu nanti akan datang ke kosku untuk mengantar pesanan ulos mama. Ulos ini nantinya akan digunakan untuk di acara pernikahan bang Brian. Ya biasalah....


Acara adat pernikahan orang Batak itu sangat unik dan banyak sekali yang harus dipersiapkan, salah satunya ulos ini.


🔉🔉🔉🔉🔉🔉🔉🔉🔉🔉🔉


Sedikit penjelasan singkat ya mengenai Ulos


manatau ada teman" yang tidak tahu.


Ulos itu adalah kain yang ditenun dan berbentuk selendang. Ulos ini merupakan kain yang digunakan untuk pakaian adat etnis Batak.


Pada mulanya ulos ini berfungsi sebagai pakaian penghangat dan dipakai sehari-hari. Namun seiringnya waktu, pakaian ini menjadi makna simbolik untuk pelaksanaan upacara adat salah satu nya dalam upacara pernikahan.


Mangulosi merupakan salah satu tata cara dalam adat Batak yang melambangkan pemberian restu, curahan kasih sayang, harapan dan kebaikan-kebaikan lainnya.


Jadi Ulos ini nanti nya yang akan digunakan untuk di pernikahan bang Brian.

__ADS_1


Baik ulos untuk pihak Perempuan, pihak keluarga kami dan lain-lain



__ADS_2