
Keesokan harinya aku dan mama bersiap-siap untuk berangkat ke gereja
Kami akan mengikuti ibadah pagi di jam 08.00
Kami memilih ibadah pagi karena nanti siang kira-kira jam 12 mama akan kembali ke kampungku.
Setelah semua telah selesai, ya layaknya wanita akan berangkat ke gereja. Berdandan dengan cantik bak putri. hehehehee. Ya kira-kira begitulah.
Aku menggunakan gaun berwarna biru dongker. iya benar.. gaun yang pernah akan aku pakai ketika ingin bertemu dengan Michael ketika di malam Natal.
drakkkk.drakkk...
aku membuka pintu
Dan Enggar sudah ada di teras rumah.
"Pagi nantulang" ucapnya menyalam mama.
"Pagi nak. Pagi sekali ke rumah" ujar mama.
"Iya nantulang, rencana nya mau gereja bareng nantulang kalau nantulang tidak keberatan" ucap Enggar malu-malu.
"Iya gak apa-apa. Gak masalah" jawab mama tersenyum.
"Ini rencana kamu atau rencana kita? Kayaknya gadak deh aku merencanakan ini" ucapku tersenyum.
"Udah, anggap aja sekarang rencana nya" balas Enggar tertawa.
Enggar membawa kembali mobil Amangborunya (Pamannya).
"Tak masalah, kamu terus membawa mobil amangborumu?" ucapku berbisik kepadanya.
"Ya gak lah. Kan udah aku kasih tau, kalau aku jalan sama kamu yang akan jadi parumaennya" ucapnya tertawa.
"Aku serius loh Gar" balasku kesal.
"Iya gak apa-apa loh. Udah pakai sabuknya".
"Btw kamu cantik loh" ucapnya berbisik supaya tidak didengar mama.
"Oh ya? Terimakasih. Tapi kamu orang yang kesekian ribu yang mengatakan itu. Jadi aku sudah menganggap nya biasa" ucapku sombong sambil tersenyum.
"Wah banyak ya. Tapi dari yang beribu-ribu itu bukan manusia kan yang bilang kalau kamu cantik? Hanya aku kan manusia yang mengatakan kalau kamu cantik? tanya Enggar meledek ku sambil tertawa.
"hahhahhaha. Parah ya kamu. Jahat banget ihh" balasku tertawa.
Tak terasa dalam perbincangan tadi, kami sudah tiba di halama gereja.
Kami ibadah di salah satu Gereja yang tak jauh dari tempat dimana aku tinggal.
**********Ibadah**********
Amenn.......
"Ayok pulang" ajakku kepada Enggar.
__ADS_1
"Yaudah ayo" jawabnya.
"Kita gak foto dulu?" tanya mama tersenyum.
"Boleh nantulang" ujar Enggar.
"Fotoin mama sama nak Enggar dong" ujar mama kepadaku.
"Ihh mama. Centil banget sihh. Mau memenuhi postingan mama di Facebook ya?" ucapku meledek mama.
" Iya dong" jawab mama centil.
1
2
3
trakkkkk
1
2
3
trakkkkk
"Gantian dong ma" ucapku sambil memberikan handphone ku ke mama.
"Kan aku mau foto sama kamu. ihh gimana sih" balasku.
Enggar tertawa. Dia hanya bercanda.
"Ayo buat gaya nya" ucap mama
1
2
3
Trakkk
Lagi..
1
2
3
Trakkk
"Masa berjarak sih" ucap mama memperhatikan kami.
__ADS_1
Enggar tiba-tiba merangkul bahuku.
"Ha gini dong" ucap mama tersenyum.
Mama mengambil foto kami entah sudah berapa kali.
Tapi ketika Enggar memegang tangan ku erat jantungku berdegup kencang. Rasanya mau copot dari tempatnya sehingga dalam foto tersebut terlihat kalau aku memperhatikan tangan aku dengan Enggar. Aku terlihat heran bahagia di dalam foto tersebut.
"Udah. Yuk pulang" ajak mama.
Kami masuk ke dalam mobil.
"Maaf nantulang. Aku gak bisa ngajak nantulang dan Sita nih untuk makan. Aku ada kegiatan ini di jam 11 nanti" ujar Enggar.
"Gak apa-apa nak. Nanti kita bisa beli sendiri kok" jawab mama.
"Nantulang nanti balik ya ke kampung?" tanya Enggar.
"Iya nak. Mainlah ke kampung nanti kalau da libur" ujar mama.
"Pasti nantulang. Kalau ada libur aku kesana. Gak apa-apa kan nantulang?" tanya Enggar meyakinkan.
"Ya gak apa-apa dong nak. Datang aja" balas mama.
"Manatau gak dibolehkan Boru nantulang ini" ucapnya tersenyum memandang ke arah ku.
"Kalau gak dibolehkan, lapor ke nantulang" ucap mama nya tertawa.
"Kalau mau ke kampung ku harus bawa sesajen" ucapku tertawa.
"Sesajen?" tanya nya penasaran.
"Ya sesajen untuk mengambil hati papaku. Papa ku galak loh" jawabku tertawa.
"Hahahhahaha. Kamu ini" ucap mama. Baik kok tulang mu. Cuman si Sita nya ini aja yang sedikit ngeyel kalau papa nya ngomel.
"Ihhh kamu ini Sit" ucap Enggar.
"Gak ihhhh" ucapku tertawa.
Sampai dirumah......
Aku dan mama langsung turun karena Enggar buru-buru akan berangkat ke kantornya.
" Nantulang, Aku balik ya. Nantulang hati-hati juga ya di jalan. Titip salam sama Tulang" ujar Enggar melambaikan tangan ke mama ku.
"Iya nak. Kamu juga hati-hati ya" ucap mama.
"Nanti aku telpon" ucap Enggar tersenyum mengarah kepadaku.
"Iya" balasku dengan senyuman manja.
Enggar berlalu dan kami pun masuk ke dalam rumah.
Kami beres-beres karena jadwal keberangkatan bus mama jam 12.10.
__ADS_1