Cintaku Rapuh

Cintaku Rapuh
Menikah?


__ADS_3

Malam itu begitu dingin, menusuk tubuh hingga ke tulang. Sunyi nya malam merasuk perasaan Sita yang teramat rindu kepada Enggar. Keadaan itu semakin membuatnya merana.


Dripppttt....drippptttttt.dripppttttt (suara handphone Sita berbunyi)


"Halo" ucap Sita.


"Halo. Ini aku Enggar. Aku akan menikah satu Minggu lagi. Maafkan aku yang tak bisa menepati janjiku. Maafkan aku telah mengkhianati cinta tulusmu. Maafkan aku telah berbohong kepadamu. Ma....afff....."


"Ha apa sih? ada-ada aja kamu. Kamu ini siapa? ngaku-ngaku Enggar. Kalau perlu uang bilang gausah mengatasnamakan kekasih saya. Gila banget ya kamu separah gini mau nipu orang" jawab Sita memotong perkataan lelaki itu


Terdengar suara tangisan dari dalam panggilan telepon itu.


Sita masih terdiam dan bingung dengan apa yang terjadi.


"Halo. Ini siapa sih? Kamu benaran Enggar?


Kalau kamu memang Engggar coba jawab pertanyaanku" ucap Sita semangat.


"Apa julukan yang aku berikan ke kamu ketika awal bertemu?" tanya Sita


"Sayang.....Plissss" ucap lelaki itu menangis.


"Berani-beraninya kamu manggil sayang. Jawab ihhh. Makanya jangan bohong. Dasar ya" ucap Sita kesal dan hendak mematikan panggilan itu tetapi langsung dijawab lelaki itu.


"Nama kamu Sita Patresia Manik. Kamu kekasihku. Kita jadian 15 Maret 20**. Kamu pecinta teh hanget okra mba Dien, pacar kamu Enggar Putra Nadeakkamu, kamu sering mencubit perutku, kamu mencintai aroma parfum ba**** milikkku, kamu menyukai aroma tubuhku, kamu saat ini sedang menunggu kabar dariku" ucap lelaki itu menangis tersedu-sedu.


Sita terdiammmm bingung mendengar jawaban lelaki itu.


"Sayang...... aku ini Enggar. Aku merindukanmu" ucap lelaki itu yang ternyata adalah Enggar.


"Mengapa kamu tega tak merindukanku? mengapa kamu tak mengabariku? mengapa kamu harus menghindar dariku?" tanya Sita menangis.


"Kamu tak akan meninggalkan ku kan sayang? Ucapanmu tadi tidak benar kan? Kamu hanya ingin melihat tangisan ku yang cantik ini kan? Kamu hanya berpura-pura agar kamu melihat ku menangis, yang menunjukkan kalau aku sayang kamu kan, iya kan?


Kenapa harus diragukan sih sayang?


Aku mencintai mu kamu loh. Sungguh...." ucap Sita menangis sampai tak bersuara.

__ADS_1


Enggar tetap menangis dari seberang.


Ia tak sepatah kata pun berbicara.


Sita tetap bersikeras untuk meyakinkan dirinya bahwa perkataan Enggar itu tidak benar.


Ia tetap berbicara kepada Enggar seolah ingin mendapat jawaban.


"Sayang....... kapan kamu jemput Sita?


Katanya mau dijemput, udah 1 bulan gak dijemput-jemput. Nanti aku nikah sama pak Chong baru tahu" ucap Sita menghapus air mata nya.


"Maafkan aku sayang....." balas Enggar.


"Iya sayang gak apa-apa. Kalau sayang memang masih sibuk dan belum ada waktu untuk jemput Sita gak apa-apa. Sita akan setia menunggu kok. Umachhh.... Sayang cium aku napa" ucap Sita bermanja.


Enggar semakin menangis. Tak kuat rasanya mendengar Sita yang terus bersikap biasa-biasa aja dikala ia mengetahui apa yang akan terjadi. Sita seolah tak percaya akan hal itu membuat Engggar semakin terpukul dan tiba-tiba mematikan panggilan itu.


" Kenapaaaa??????" tanya Enggar sambil membanting kursi yang ada dihadapannya.


"Kenapa aku gak bisa memiliki mu Sita?" ucap Enggar kembali sambil mengantuk-antukkan kepalanya ke dinding.


"Aku gak sanggup, aku gak kuat harus menjalani ini semua. Aku gak mau Sita ku terluka. Aku gak m...a.uuu...hiksssss......hiksssss.....hiksssss" tangis Enggar semakin menjadi-jadi ketika Chat Sita masuk.


Dripppppptttttt...... dripppppptttttt


Handphone Enggar berbunyi.


"Sayang.. kenapa dimatiin. Aku rindu sekaliiiiii😭😭😭😭" chat Sita yang membuat hati Enggar semakin hancur.


"Halo sayang...ughhhhhhh....ughhhhhhh........


ughhhhhhh....ughhhhhh" ucap Enggar menangis.


Ia tak sanggup berbicara dengan Sita.


"Sayang.......aku cinta kamu"ucap Sita mendalam sambil meringissss.

__ADS_1


"Separuh jiwaku sudah ada denganmu. Ketika kamu jauh dari ku, tubuh ku tak berdaya. Aku tak bisa berbuat apa-apa".


Dengan jelas Enggar berbicara


"Aku akan menikah dengan kekasihku. Kamu tak pantas dengan ku Sita karena aku adalah seorang abdi negara. Aku harus mencari wanita yang bisa menjagaku dikala aku sakit, merawatku di kala aku terluka dan menjaga anak-anak ku di kala aku bertugas kelak. Kekasihku seorang Dokter. Benar kata mama ku, kamu tak pantas Sita denganku. Level kita berbeda, profesi kita berbeda"


"Satu Minggu lagi pernikahan kami akan berlangsung dengan calon istri ku. Sudah lama aku pacaran dengannya. Ketika aku masih bersamamu, aku sudah menjalin hubungan dengannya. Kamu terlalu mudah untuk aku gelabui. Kamu terlalu bodoh karena mencintaku sampai sejauh ini padahal aku tak begitu mencintaimu. Aku hanya ingin membuat mu menderita seperti kisah percintaan mu yang sebelumnya. Kamu tak pantas untuk dicintai. Jadi menjauh lah dariku. Aku tak mencintaimu. Ku mohon kamu mengerti Sita. Selamat malam".


Kalimat itu sontak membuat seluruh tubuh Sita gemetar.


Tangannya tak bisa ia ellakan yang membuat hp itu terjatuh dari tangannya.


Kakinya gemetar menginjakkan kaki di lantai kamarnya.


Matanya melotot seketika dipenuhi bendungan air mata.


Ia tak bisa berbicara seolah mulut nya bisu terkunci erat.


Hiksssss.......hiksssssss......hiksssssssss.hikssssssss....hiksssssssss..hikksssssss....hiksssssss.....hikssssssssss.....hikssssssss


Bendungan air mata yang sudah ia simpan sedari tadi tiba-tiba pecah begitu kencang nya.


Ia menangisssss meraung-raung seperti orang gila yang tak tahu malu.


Ia menangis sampai senggugukan parah sekali.


Hikksssss.....hikkkssssssss..hiksssssss.......hikssssss....hiksssssss


Sita menangis sampai air mata nya sudah tak lagi keluar dan suara nya tak lagi terdengar karena pita suara nya sudah habis untuk menangis.


***************************


Disberang sana, Enggar juga menangis sama halnya dengan Sita.


Ia terus mengantuk-antukkan kepalanya ke dinding sampai terdengar jelas dari lantai bawah rumahnya.


Orangtuanya tahu apa yang terjadi dengan Enggar dikamarnya tetapi Mama Enggar membiarkan hal itu supaya Enggar bisa melangkah lebih cepat dengan kekasih pilihan orangtuanya yang tak asing adalah pariban Enggar sendiri (Pariban itu artinya anak gadis pamannya/tulangnya/Abang lelaki mamanya).

__ADS_1


"Biarkan saja dia begitu, nanti pasti reda juga. Biarkan wanita ****** itu tahu yang sebenarnya. Tak pantas dia masuk ke dalam bilangan keluarga kami" ucap mamanya berbicara sendiri".


__ADS_2