
Maaf ya kawan" Author akhir-akhir ini sibuk banget karena aku sudah mulai penelitian.
Dan kemarin handphone ku hilang😥ðŸ˜. Jadi sempat down parah karena semua data-data dan dokumentasi penting untuk penelitian ku disitu😥.
Tetap bersyukur walau hari ini pakai hp seadanya untuk bisa melanjutkan cerita ini.
Dukung author terus dengan like, koment dan share ke teman-teman yang lain cerita ini ya
Jangan lupa jadikan favorit ya guys
Perusahaan yang Sita pimpin semakin maju dan mendapatkan penghargaan dari beberapa agensi perusahaan besar di wilayah Timur.
"Selamat ya atas keberhasilan kamu untuk memajukan perusahaan ini" ucap Gandi memberi selamat kepada Sita.
"Sama-sama Gan, ini hasil kerjasama kita semua kok. Aku juga mengucapkan terimakasih sudah membantu selama setahun ini".
"Kalau malam ini aku ajak kamu makan malam, mau gak?" tanya Gandi.
"Boleh sih, tapi setelah aku meeting jam 6 sore nanti boleh"?
"Iya gak apa-apa Sit. Aku tunggu kamu di cafe pohon ya".
"Ok Gan. Sampai jumpa nanti malam" ucap Sita meninggalkan Gandi.
"Kenapa Gandi gak aku suruh aja ya datang ke cafe tempat aku meeting nanti biar gak ribet" pikir Sita.
"Halo gan, kamu datang ke cafe Koala aja nanti malam boleh gak? Soalnya aku meeting disana" ucap Sita menelepon Gandi.
"Oh begitu Sit. Boleh".
"Ok gan. Makasih ya".
Sore itu, Sita meeting dengan beberapa manajer perusahaan bagian Timur yang bekerjasama dengan perusahaan Sita.
Tiba-tiba Radit muncul dari belakang Sita dan duduk bersama dengan mereka.
"Kamu kenapa kesini? tanya Sita kaget.
"Kamu diam saja" ucap Radit berbisik.
__ADS_1
Radit sudah mengetahui rencana kotor Bram dan Rio untuk menjatuhkan Sita di depan Perusahaan yang bekerjasama dengan Sita.
Bram dan Rio adalah salah satu manajer yang bergerak di bidang property, yang juga bekerjasama dengan perusahaan Sita. Mereka menghasut beberapa manajer lainnya agar menarik saham dan tidak mau bekerjasama dengan perusahaan Palm yang Sita pimpin karena mereka memberi isu bahwa Sita sudah melakukan korupsi dan akan menghancurkan perusahaan yang ia pimpin agar Sita bisa membangun perusahaan baru.
"Kamu harus hati-hati dengan Bram dan Rio. Mereka ingin menjatuhkan kamu di depan pak Rahmat" Radit kembali berbisik.
Hingga akhirnya terjadi perdebatan yang mengharuskan Bram dan Rio pergi meninggalkan meeting itu karena Sita selalu dibela oleh Radit.
"Sebelum Sita menggantikan posisi Susi, saya tahu betul jumlah saham yang ditanam untuk perusahaan ini. Saya tahu pendapatan perusahaan ini dan alokasi dana untuk perusahaan ini. Sita tidak pernah korupsi dan tidak pernah berniat buruk untuk menjual perusahaan ini dengan otak licik seperti yang Bram dan Rio pikirkan"ucap Radit dengan tegas.
Seketika Sita menatap tajam ke arah Radit dengan sedikit kebingungan yang sedari tadi telah ia pikirkan.
"Kenapa dia membelaku? Bukannya dia menginginkan perusahaan ini? Bukannya dia juga bekerjasama dengan Bram dan Rio"? pikir Sita.
Setelah perdebatan yang terjadi dan perbincangan yang kian lama sudah mereda, meeting itu ditutup dengan kesimpulan bahwa perusahaan yang bekerjasama dengan PT Palm akan tetap berlanjut dengan catatan transparansi.
" Terimakasih atas kepercayaan nya kembali Pak sehingga mau bekerjasama dengan perusahaan kami. Harapannya, perusahaan kita semakin maju dan bisa menjadi dampak yang baik bagi perusahaan mikro kecil lainnya" ucap Sita memberi hormat kepada semua manajer yang ada disana.
"Sama-sama Sita. Kamu memang manajer yang hebat. Kami bangga dengan kamu" ucap salah satu manajer dengan menebar senyuman lebar.
"Besok aku mau cabut dari perusahaan ini. Semoga kamu sukses memajukan perusahaan ini" ucap Radit berdiri dari kursi nya dan ingin meninggalkan Sita.
"Ha? Cabut? Maksudnya gimana sih?" Sita kaget.
Sita heran mendengar perkataan Radit.
"Sepertinya dia mabuk deh. Ngomong ngaur gitu" ucap Sita sinis.
"Ehhhh kalau dia mabuk, kenapa dia tadi bisa ngomong sebijak itu sih?" Sita kembali berpikir.
"Dia kenapa sih?"
"Haiiii Sita" ucap Gandi menegor Sita yang sedari tadi melamun.
"Hai Gan".
"Kamu kenapa melamun gitu? Ada masalah apa di meeting tadi?"
"Gak ada apa-apa Gan. Lancar kok semuanya" ucap Sita yang masih bingung.
__ADS_1
Gandi dan Sita mulai berbincang-bincang dengan dibumbui canda tawa yang terus terlempar dari senyuman tawa bibir Sita.
"Sepertinya aku menyukaimu Sit" ucap Gandi yang tiba-tiba memecah tawa Sita dan seketika juga keadaan itu menjadi hening.
"Aku juga menyukai mu Gan" ucap Sita tertawa.
"Aku suka kamu yang baik, penyabar, sopan, bijaksana dan jujur" ujar Sita kembali membalas Gandi.
" Aku menyukai semua yang ada padamu. Aku mencintaimu Sit" Gandi kembali memperjelas pernyataan nya itu.
Sita kaget dan meminum jus alpukat nya untuk menenangkan hatinya.
"Kamu kaget ya?" tanya Gandi.
"Yaaaa kaget sih Gan. Secara aku hanya menganggap kamu sebagai teman biasa aja, partner kerja aku" ucap Sita menjelaskan.
"Tapi ya perlahan, aku gak bisa membohongi diriku kalau aku memang mencintaimu Sit"
"Maaf Gan. Aku gak bisa membalas cintamu. Aku rasa ini sudah larut malam. Aku harus pulang karena besok juga akan ada meeting. Aku pulang duluan" ucap Sita meninggalkan Gandi.
"Tidak apa-apa kamu tidak membalasnya saat ini. Aku menunggumu" ucap Gandi.
Sita terus berlalu meninggalkan Gandi.
"Kenapa Gandi bisa suka sama aku? Dan kenapa aku gak bahagia ketika Gandi bilang dia mencintaiku?"
"Aku kenapa sih?"
"Kenapa aku gak terima kalau dia mencintaiku?"
"Selama ini, cinta yang tulus dari seorang lelaki sepertinya yang aku tunggu sampai aku harus jauh pergi meninggalkan Sumatera. Kenapa ketika lelaki itu datang, aku tidak bisa menerimanya?"
"Ohhhhh Sita.... Kamu kenapa sih?"
Satu malaman Sita tak bisa tidur karena memikirkan pernyataan Gandi.
Di samping itu, pikiran Sita terbagi untuk Radit
"Kenapa ketika Radit bilang, dia akan berhenti dari perusahaan aku harus sedih?"
__ADS_1
"Kenapa aku harus memikirkan Radit?"
Sita terus dihantui oleh kedua lelaki yang saat ini menggangu pikirannya.