Cintaku Rapuh

Cintaku Rapuh
Bertemu di Supermarket


__ADS_3

Aku memutuskan untuk tidak melanjutkan berlari meski masih 6 putaran yang kulalui. Sekelompok lelaki seksi tadi telah memecahkan semangatku untuk berlari.


Ketika aku hendak berdiri, tiba-tiba laki-laki seksi itu bersama teman-temannya lewat dari hadapanku


"Hai Sita, Semangat olahraganya ya, ucap salah seorang lelaki botak dan seksi". (sambil teman" mereka yang lain tertawa).


Mereka terus berjalan dan menyerukan namaku berulang-ulang


Sita.....Sitaaaa......Sita.....Sitaaa


Sitaa.......Sitaaa.....Sitaaa


Sampai aku mendengar mereka menyanyikan lagu yang semuanya mengaitkan dengan namaku


...Sita ahhh engkau pujaan komandan Enggar...


...Sita ahhh engkau dambaan komandan Enggar...


...Sita ahhh tolong terima cinta komandan...


...Sita ahhh kau kan bahagia dengan Enggar...


aku lupa entah kalimat apalagi yang mereka nyanyikan karena langkah mereka semakin jauh.


dan tiba-tiba lelaki seksi yang mengekori ku tadi berputar arah dari barisan teman"nya dan dengan sigap ia kembali berjalan menuju ke arahku. Awalnya aku bersikap biasa aja, aku tidak berpikir aneh, aku juga tidak merasa kalau ia akan kembali menemuiku.

__ADS_1


Rappppppppp... Ia berdiri tegap dihadapanku.


"Sita, boleh aku tahu nomor handphonemu? atau boleh tidak aku tahu, kamu Boru apa? ucap lelaki seksi itu".


(Boru yang dimaksud disini artinya marga dalam suku Batak. Jadi setiap suku Batak itu ada diberi Marga/Gelar dari warisan nenek moyang. Biasanya berada di akhir nama seseorang suku Batak).


"Dasar laki-laki gila ya kamu. Brengsek banget sih jadi laki-laki, gak ada etikanya banget, ucapku dengan nada marah".


"Apa aku tak boleh mengetahuinya? Tolonglah, temanku nanti akan menertawakan ku kalau aku tak bisa mendapatkan nomor handphonemu, ucapnya".


"aku diam dan melotot kepadanya, kamu pergi atau aku akan teriak dan bilang ke semua orang kalau kamu berniat untuk mencelakai ku".


Tiba-tiba laki" itu berbisik,


"Sampai kapan pun aku tak sudi, ucapku".


"Ok baiklah Sita, sampai jumpa Minggu depan".


"Aku tak akan pernah bertemu lagi dengan lelaki brengsek sepertimu, lontarku kepadanya".


Ia berlalu dan melambaikan tangan kepadaku tanpa menoleh sedikitpun kearahku.


"Dasar laki-laki ganjen, gak tau diri, gumamku".


Amit-amit deh aku jumpa manusia kayak dia lagi".

__ADS_1


(Btw aku bilang seksi karena mereka mengenakan celana dan kaos yang pendek banget, sampai seluruh badan mereka terbentuk gitu. Dan badan mereka tuh kekar" banget, tegap dan rata-rata botak).


(Ketika aku mandi dan menggantungkan kaos yang aku pakai ketika olahraga tadi, alangkah kaget dan malunya aku ketika aku melihat namaku sendiri dibelakang kaos tersebut. aku tertawa terbahak-bahak).


(Mereka tahu namaku Sita karena baju kaos yang bertuliskan nama SITA di belakang kaos tersebut. Baju itu aku dapat ketika aku bergabung di Club Atlet Medan. Jadi tidak salah sebenarnya mereka mengetahui namaku, aku saja yang terlalu baper sepertinya.hihihihi).


*****************************


Hari-hari berlalu dan tidak terasa hari ini tepat hari Rabu, hari dimana aku seharusnya harus berolahraga. Entah mengapa aku enggan melangkahkan kaki ku untuk olahraga dan rasanya tubuhku tak mau bangkit dari tempat tidurku. Alasan yg paling kuat sih, ya karena lelaki seksi itu. Aku males jumpa dia di taman. Aku mau membantah permintaan lelaki seksi yang tidak jelas itu.


Aku memutuskan untuk berbelanja ke supermarket yang kebetulan tidak jauh dengan kosku. Aku berbelanja perlengkapan yang sudah hampir habis. Sekitar pukul 17.28 aku keluar dari supermarket dan aku harus menunggu angkutan umum.


"Haiii Sita, ucap seorang lelaki tegap dan seksi".


"Ha? Kamu lagi?, ucapku"


"Bagaimana, kamu senang gak?, ujarnya".


"Kamu gila kali ya sampai kamu membuntuti aku sampai sini".


"Hei, aku tak membuntutimu Sita". Aku memang kebetulan lewat setelah selesai berolahraga, apa aku salah?".


"Terserah dahh, terserah, gumamku".


"Jadi bagaimana, boleh tidak aku tahu nomor handphone mu dan Boru kamu juga?"

__ADS_1


__ADS_2