Cintaku Rapuh

Cintaku Rapuh
Enggar mabuk bertemu Sita


__ADS_3

Enggar tak memberitahu Sita perihal kedatangannya ke Medan. Ia ingin memberi suprise kepada Sita.


Tok....tok....tokkkk...tokkkk


Sita membuka pintu apartemen nya.


Betapa kaget nya melihat Enggar ada di hadapan dirinya.


Sita menyangka itu hanyalah halusinasi dirinya yang beberapa hari ini telah mengacaukan pikirannya.


Enggar dengan wajah sumringah tersenyum lebar kepada nya dengan tatapan berkaca-kaca.


"Aku kembali sayang" ucap Enggar yang sudah ingin menangis.


Sita menjamah tubuh Enggar, ia mencoba untuk menyentuh pipi Enggar dan kembali menepuk pipi nya sendiri untuk meyakinkan dirinya bahwa lelaki yang dihadapannya adalah Enggar kekasih hatinya yang sudah lama ia rindukan.


"Kaaaaaamu memang Enggar?" tanya Sita terbata-bata dengan mata berkaca-kaca.


"Iya sayang. Ini aku" ucap Enggar memeluk erat tubuh Sita.


Mereka menangis bersahut-sahutan tanpa mengeluarkan sepatah kata pun dari keduanya.


"Aaaaaaa....kuuuu rinnduu kamu" ucap Sita yang terus berdiam dipelukan Enggar.


"Aku juga" jawab Enggar mencium rambut Sita yang sedari tadi menangis di pelukannya.


Hikssssss....hiksssssss.... hiksssssss....


Sita terus memukuli dada Enggar seolah memberi syarat bahwa Enggar telah berbohong kepadanya.

__ADS_1


"Kamu berbohong kepadaku. Kamu tak menjemputku. Kamu tak menelpon ku. Kamu meninggalkanku" hikkkssssssss hikssss Isak tangis Sita yang semakin riuh.


Enggar tak bisa menjawab. Ia tetap menangis seolah tak ingin memberitahu maksud dan tujuannya datang kembali menemui Sita.


Moment sedih itu hampir berlangsung lama sehingga membuat keduanya kembali mesra.


Enggar menarik pinggul Sita dan merekatkan ke tubuhnya dan mulai mencium bibir Sita yang masih dilinangi air mata.


"Kumohon jangan menangis lagi. Aku tak sanggup melihatmu begini" ucap Enggar yang kembali mengecup bibir Sita dengan dalam.


Sita tetap diam meski gerakan-gerakan yang dilakukan Enggar memberi kode agar mereka terus bercumbu. Tidak seperti biasanya, Sita tak membalas setiap kecupan dari bibir Enggar. Sita seperti mengetahui maksud dan tujuan Enggar datang kembali yang sebenarnya.


"Sayang... kenapa sih? Aku rindu tahu" ucap Enggar yang terus berusaha ingin membuka bra Sita. Biarkan aku sekali ini saja melihat isi dalam bra mu. Selama ini kamu tak memperbolehkannya sebelum kita menikah. Aku ingin sekali melihat dua gundukan yang menakjubkan milikmu. Besar sekali sayang" ucapnya menyodorkan mulutnya ke bra Sita.


Sontak Sita kaget. Sikap Enggar membuat Sita mulai curiga.


"Aku gak minum kok. Cuman sedikit saja. Aku cuman sebentar doang" ucap Enggar yang mulai berbicara berantakan.


Sita melepas pelukan Enggar.


"Ini masih pagi loh" ucap Sita menunjuk jam yang saat itu berada di angka jam 10.00 Wib.


"Bagaimana mungkin kamu mabuk kayak gini sih? Kamu gak seperti biasanya. Apa masalah kamu sayang" tanya Sita mengelus pipi Enggar.


"Aku gak punya masalah apa-apa sayang. Aku cuman rindu kamu aja. Aku udah mau ma....tiiii" ucap Enggar yang mulai sempoyongan.


"Udah ihhhh. Kamu tidur ihhhh. Aku maless deh. Baru ketemu udah begini. Kamu gak pernah minum loh sayang" Sita membaringkan Enggar diatas tempat tidurnya dan akan kembali ke meja kerjanya.


Enggar tiba-tiba menarik tangan Sita.

__ADS_1


"Tidurlah sejenak di samping ku. Aku sangat rindu" ucap Enggar memohon dengan suara tak jelas.


Sita melihat keadaan Enggar yang saat itu mabuk parah mencoba untuk menenangkan. Ia tidur di samping Enggar sambil mengelus-elus rambut Enggar.


Sita menatap wajah Enggar dengan dalam. Sesekali ia mencium pipi Enggar dan memeluknya erat.


"Bagaimana mungkin sih seorang abdi negara sepertimu minum alkohol sampai mabuk seperti ini" tanya Sita dalam hati sambil tersenyum tipis.


"Udah tau gak pernah minum alkohol, tapi sekali minum setengah galon" ucapnya mencubit pipi Enggar.


Enggar menarik tangan Sita yang sedari tadi menyentuh pipinya dan membuat Sita sudah berada diatas dada Enggar yang luas.


"Kamu harus ada dipelukan ku selama tidur. Ku mohon. Aku ingin kamu bersamaku untutk beberapa jam kedepan" ucap Enggar berceletuk tak jelas.


Sita hanya terdiam memandangi Enggar yang semakin hari semakin tampan. Dadanya yang luas, ototnya yang besar dan tubuh Enggar yang kian hari makin seksi membuat Sita semakin mencintai nya.


"Lelaki seksi ku semakin hari semakin ganteng banget ihhh" ucap Enggar mencium kening Enggar yang sedari tadi sudah tidur terlelap.


Sita melepas kan pelukan Enggar dan kembali bekerja ke tempat kursi kebesaran nya.


"Tidur ya sayang. Aku kerja dulu".


******Flash back*******


Sebelum Enggar menemui Sita di apartemen nya, Enggar datang ke sebuah cafe dan minum beberapa alkohol.


Bukan tanpa alasan ia melakukan itu. Ia tak sanggup apabila dengan keadaan sadar akan memberitahu maksud dan tujuan nya kembali ke Medan.


Jadi Enggar sengaja minum alkohol sampai mabuk supaya bisa berani berbicara kepada Sita. Tapi alhasil, ia semakin tak bisa bicara sejujurnya kepada Sita.

__ADS_1


__ADS_2