Cintaku Rapuh

Cintaku Rapuh
Di Apelin Pagi-pagi


__ADS_3

-----Sabtu Pagi-----


"Sita, bangun nak, ucap mama sambil mengelus rambutku".


"Sita masih ngantuk banget ma, jawabku sembari menarik selimut".


"Yakin gak mau bangun, tanya mama. Di depan udah ada Enggar loh nunggu kamu. Katanya mau diajak olahraga, ujar mama berbisik kepadaku".


"Ha? Enggar?, jawabku dengan heran".


Aku melepas selimut ku dan beranjak keluar untuk melihat jendelaku.


"Selamat pagi pacarku, sambut Enggar ketika aku membuka jendelaku".


"Ha? Pacar? Siapa pacar kamu? Seperti nya aku belum ngasih jawaban deh, ucapku dari jendela".


"Aku udah tau kok jawabannya. Pliss keluar dong, bujuk Enggar sambil menatap mataku dari luar jendela".


Seketika aku hanya terdiam dan sedikit tersenyum sinis kepadanya.


"Kamu ngapain sih pagi-pagi gini udah gangguin orang, tanyaku kesal".


"Kenapa Pacarku makin galak sih, padahal masih pagi loh, jawab Enggar sambil memainkan matanya kepadaku".


"Kamu genit banget sih. ihhhh, jawabku sambil memperbaiki rambutku".


"Gimana gak genit coba, wajah mu bangun pagi cantik banget. Udah gitu rambut kamu acak"an lagi jadi menambah estetika dirimu".


"Ihhhh apa sih, jawabku sambil mengikat rambutku".


"Kamu cantik banget. Aku jatuh cinta kepadamu, ucap Enggar sambil memandangi wajahku".


"Selalu begitu, ucapku dengan sedikit malu-malu".

__ADS_1


"Yaudah mandi dulu sana, bau tau, ucap Enggar sambil menutup hidung nya".


"Ihh apaan sih, ucapku merengek sambil menjatuhkan tubuhku di bahunya".


"Mandi sana, nanti nantulang lihat kamu loh. Dikira aku genit beneran lagi, ucap Enggar sambil mencubit pipiku".


"Memang kamu genit kok, lirih ku sambil meninggalkannya".


Pagi itu aku bahagia sekali.....


Aku bagai bak putri yang dikunjungi seorang pangeran muda. Iya dia Enggar ku.


Saat ini aku sudah mencintainya.


Dimana lagi melihat kebahagiaan pagi-pagi udah diapelin pacar.


Uppssss.. Pacar?


Aku belum mengatakan "iya" malam itu.


Aku mandi.. membersihkan seluruh tubuhku. Aku pakai seluruh perlengkapan mandi ku yang harum. Aku memanjakan diriku bagai putri yang sedang jatuh cinta. Begitulah wanita, ritual mandi nya lebih banyak dari pria :).


Selesai mandi, aku melihat mama sudah berbincang-bincang dengan mama.


Aku memakai baju berwarna biru. Aku memakai warna ini karna melihat Enggar memakai kaos biru juga.


"Lagi bicarain aku ya, tanyaku nimbrung dalam pembicaraan mereka".


"Gak dong, jawab Mama. Nak Enggar tadi berencana mau mengajak kita untuk olahraga. Tapi mama bilang kita mau pergi berbelanja, ucap mama".


Aku langsung memasang raut wajah sedikit sedih ketika mama mengatakan itu karena aku lupa kalau aku harus menemani mama.


"Gak apa-apa kok nantulang, lain waktu aja. Sabtu depan juga masih bisa kok olahraga bareng Sita, jawab Enggar".

__ADS_1


Seketika itu aku hanya terdiam. Perasaan ku saat itu sedikit kesal, sedih dan bimbang.


Aku udah wangi-wangi begini, tapi gak jadi olahrga bareng Enggar.


"Suara kamu bagus juga ya Sit, ucap Enggar melirik ku sambil sedikit tertawa untuk memecahkan suasana".


"Penyanyi kamar mandi handal ini nak, ucap Mama sambil melirikku".


"Ihhh,, apaan sih ma, jawab ku".


"Yaudah nantulang. Kalau nantulang mengizinkan aku ikut membantu untuk berbelanja, gak apa-apa aku ikut, ucap Enggar dengan wajah senyum sesekali memainkan lesung pipinya".


Wajahku langsung sumringah karena bahagia. Aku langsung menarik tangan mama seakan memberi kode agar mama mengizinkan Enggar ikut bersama kami.


"Kalau nak Enggar tidak sibuk dan tidak membebani, boleh-boleh aja, ucap mama".


"Yaudah nantulang, aku balik ke rumah dulu untuk ganti baju. Jam 9 nanti aku kembali, ucap Enggar sambil meminta izin untuk pulang".


"Hati-hati nak, ucap Mama".


Enggar kembali ke rumah Namborunya untuk mengganti baju.


Aku bahagia sekali saat itu karena Enggar akan bersamaku satu harian.


"Bahagia banget ya anak mama, tanya mama sambil tersenyum".


"Hehehehe... ihhh mama, jawabku manja".


"Anak mama udah jatuh cinta nih, tanya mama kembali".


"Entahlah ma, tapi aku nyaman sama Enggar, jawabku".


"Hmmm anak mama... Jutek, Judes, galak lagi ke Enggar.....ehh tau-tau nya jatuh cinta, jawab mama sambil menatapku bahagia".

__ADS_1


"Mamaaaa....., jawabku sambil memeluknya".


__ADS_2