Cintaku Rapuh

Cintaku Rapuh
Wanita seksi itu


__ADS_3

"Pantas saja ya, dia bersikap aneh seperti itu"


"Aku kan hanya mengganti kan posisi Bu Susi, bukan menggeser almarhum dengan sengaja atau dengan kelicikan. Gimana sih"


Sita terus bergumam dalam hati nya.


Kringgg....kring.....


"Halo. Selamat siang" ucap Sita.


"Kamu datang ke ruangan saya" ucap seseorang dari sebrang telpon itu.


Sita langsung mengetahui suara jutek dan arogan itu berasal dari pria aneh yang ia baru pikirkan.


Tokkkk.....tokkkkkkk.


Tokkkk.....tokkkkkkk.


Tokkk......tokkkkkkk.


"Astaga. Ini manusia kemana sih" Sita ngedumel kesal.


Sita langsung masuk begitu saja karena Radit tidak menyuruh masuk atau menjawab apapun dari dalam ruangan itu.


Betapa kaget nya Sita, melihat sebuah pertunjukan gratis yang tidak pernah ia pikirkan sebelumnya terjadi di kantor ini.


Seorang wanita seksi dengan belahan dada yang lebar naik diatas meja seolah memperlihatkan tubuh seksi nya kepada Radit.


Wanita seksi itu terus merayu Radit dengan memainkan bibir seksi nya untuk mencium Radit. Tapi entah mengapa Radit menghindar.


"Hayolahhh. Sampai kapan kamu begini? Lelaki mana yang tak tertarik dengan tubuh seksi ku? Apa kedua gundukan ku kurang besar? Kurang eksotis untuk kamu kecup-kecup?" ucap Wanita itu memainkan lidahnya ke leher Radit.


Radit yang sedikit tergoda hampir saja memegang dua gundukan milik wanita seksi itu.


"Astagaaaa. Maaf..maaf" Sita menutup matanya dan berlari keluar dari ruangan itu.


"Astagaaaa. Pertunjukan liar apa itu? Di kantor berbuat seperti itu. Gila banget ya" ucap Sita yang kesal dengan Radit dan wanita itu.


"Kalau sedang berbuat begitu, kenapa harus memanggilku? Gila banget ya. ihhh"


Kringgggg......kringggggg...


"Halo. Selamat siang" ucap Sita dengan nada kesal.


"Segera ke ruangan saya" ucap Radit kembali menyuruh Sita ke ruangan itu.


"Gimana sih. Kenapa harus kesana lagi. Dia mau memamerkan keperkasaan nya bermain dengan wanita itu? Manajer gila!!" ucap Sita yang tak sadar kalau telpon nya belum ditutup.

__ADS_1


"Kamu gak usah mengomel disitu. Cepat kamu kesini" ucap Radit membalas dumelan Sita.


"Astaggagaa.... Mati aku" Sita menutup telpon itu dengan ketakutan.


"Aduhhhh, gimana ini? Sudahhh... Aku pasti dipecat. Aku pasti dilaporin ke Direktur. Aku pastiiii... aduhhhh" Sita terus memainkan jarinya, menunjukkan kekhawatiran nya.


Tokkkkk....tokkkkk


"Masuk" ucap Radit dari dalam.


Sita yang gugup dan takut membuat dirinya tak berani duduk dan memandang tegas ke arah Radit.


"Kenapa berdiri? Duduk kamu. Gimana saya mau bicara?" ucap Radit menyuruh Sita duduk di sebelah wanita seksi itu.


"Besok kita akan rapat. Jadi tolong semua mempersiapkan program-program baru yang mendukung untuk kemajuan perusahaan ini. 1 tahun ke depan akan ada peninjauan terhadap perusahaan ini. Layak atau tidak nya untuk dilanjutkan sebagai anak perusahaan PT Palm ****" ucap Radit menjelaskan.


Sita hanya tunduk dan mengangguk seolah memberi maksud mengiyakan perkataan Radit.


"Sita, kamu harus bekerja lebih keras untuk perusahaan ini. Karna kamu selalu dibangga-banggakan oleh Direktur. Saya juga ingin melihat sebenarnya kemampuan kamu itu sampai dimana? Sampai Direktur terus memuji hasil kerja mu" Radit kembali menjelaskan.


"Bukan hanya saya yang harus bekerja keras. Kita semua" ucap Sita menegaskan.


"Kamu sedikit berbisa ya kalau berbicara" ucap wanita seksi itu menatap Sita dengan tajam.


"Jangan sementang kamu terus dibangga-banggakan, jadi kamu berkepala besar ya. Kamu itu orang baru disini. Bersikap sopan lah kepada kami" wanita itu kembali berbicara.


"Ehhhhhh" wanita itu menarik baju Sita.


Dengan sigap Sita menahan tangan wanita dan melepaskan tarikan nya.


"Saya ingatkan. Jangan pernah sekalipun menyentuh saya dengan tangan kotormu ini" Sita melemparkan tangan wanita itu dari kera bajunya.


Radit yang melihat itu segera menghelai mereka.


"Sudah sudahhh. Keluar dari ruangan saya. Saya tunggu di rapat besok".


Sita dan wanita itu keluar dari ruangan itu dengan raut wajah kesal.


"Kamu hati-hati dengan saya ya" ucap wanita itu menunjuk ke arah Sita.


Sita hanya terdiam dan tersenyum lucu melihat kekonyolan wanita itu karena melihat ukuran kedua gundukannya lebih besar dari bra nya membuat kedua gundukan itu keluar seperti tak berpemilik.


"Dasar wanita gila. Bisa-bisa nya perusahaan mempekerjakan wanita berkepribadian seperti dia" Sita menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Mur, wanita yang tadi masuk ke ruangan itu siapa sih?"


"Oh. Bu Aurora... Beliau anak pak Direktur. Dia hampir 2 tahun juga sih bekerja disini. Sebelumnya dia bekerja di Palembang, tapi ya gitu deh Bu. Selalu buat ulah disana,. ehh malah pindah kesini" jawab Murni santai.

__ADS_1


"Ohh pantes, mulut nya kayak cabai rawit. Gak ada etika nya banget" Sita ngedumel.


"Emang kenapa Bu? Ibu diganggu Bu Aurora?"


"Bukan diganggu sih tapi sedikit merusak mata dan menghalangi pekerjaan ku. Sangat memuakkan ku".


"Hati-hati Bu dengan Bu Aurora. Dia selalu bertindak sesuka hatinya".


"Saya tidak takut. Saya akan terus mengawal dia" Sita menegaskan.


"Semoga dia berubah Bu".


"Yaudah deh. Saya mau ke ruangan saya dulu".


"Aku gak boleh kalah dengan wanita pecit sepertinya. Aku harus menunjukkan kepada mereka kemampuan yang telah aku dedikasi kan ketika bekerja di Medan. Saya akan membuat mereka malu".


Sita mulai membuat program dalam meningkatkan produksi dan strategi pemasaran yang bisa menambah keuntungan perusahaan.


Sita mulai ngestalking Ig, Facebook dan media sosial Aurora.


Sita kaget karena melihat bahwa Aurora juga pernah bekerja di Medan dan berteman baik dengan Pak Chong.


"Astagaa. Wanita ini kerja nya hanya buat masalah apa ya? Tiap dua tahun sekali pindah" Sita terus ngescroll Instgram Aurora.


Aurora merupakan anak tunggal pak Direktur yang sampai saat ini belum menikah. Dirinya selalu dipaksa oleh orangtuanya untuk menikah dengan salah satu anak direktur utama PT Bank P**** tapi Aurora tak mau karena ia dan lelaki yang ingin dijodohkan tersebut merupakan sahabat yang tak mungkin saling jatuh cinta.


Mereka mengganggap perjodohan ini hanya lah sebagai bentuk ketakutan antar kedua orangtua mereka agar harta warisan mereka tidak jatuh kepada orang yang tidak tepat. Artinya akan selalu berkelanjutan.



Kira-kira gini nih visual dari seorang Aurora wanita seksi itu.


Setiap ke kantor ia selalu menggunakan pakaian seksi nya untuk membuat bahan omongan seluruh karyawan di kantornya.


Ia selalu ingin menerima pujian dari siapapun termasuk Radit.


Tapi apa daya Radit tak pernah memuji atau menggoda dirinya malah sebaliknya.



Kira-kira gini nih visual seorang Radit Manajer Utama di kantor Sita.


Tampan, cuek, berwibawa tetapi terlihat arogan.


...Jangan lupa untuk like, koment dan vote ya teman-teman 🌷...


...Supaya Author tetap semangat untuk up...

__ADS_1


__ADS_2