Cintaku Rapuh

Cintaku Rapuh
Radit resmi pacaran dengan Sita


__ADS_3

"Halo" ucap Sita menelepon Radit.


"Haa. Halo" jawab Radit yang sedikit sempoyongan berbicara.


"Kamu lagi mabuk ya?" tanya Sita.


"Apa urusannya dengan kamu? Peduli apa kamu dengan ku?" Radit menjawab.


"Ya bukan urusan ku. Aku hanya bertanya"


"Teruss. Setelah kamu bertanya, kamu mau ninggalin aku? Setelah kamu sukses kamu mau ninggalin aku?" tanya Radit dengan suara merintih.


"Yasudah. Pergilah. Semua wanita memang sama. Setelah berhasil, pasti lelaki yang membantu nya akan ia tinggalkan" ucap Radit terus berbicara dan Sita hanya terdiam.


"Kamu ada masalah apa? Kenapa harus diatasi dengan mabuk seperti ini" tanya Sita.


"Kamu gak usah sok peduli. Kamu pergi saja dengan Gandi sana. Dia lebih pantas denganmu. Bermesra-mesraan aja sana" ucap Radit yang kian lama bicaranya sudah tak jelas.


"Kalau aku bermesra-mesraan dengan Gandi, apa pedulinya kamu? Kenapa kamu yang sibuk seperti ini?" tanya Sita menjawab Radit dengan geram.


"Ya sudahlah. Aku memang tak pantas dicintai oleh siapapun" ucap Radit sambil mematikan telpon Sita.


Sita terus memikirkan Radit.


Pikirannya kian lama mulai buyar ketika tahu bahwa Radit sedang mabuk.


"Bagaimana kalau dia pulang dalam keadaan mabuk?"


"Bagaimana kalau dia nabrak orang?"


Sita bergegas untuk mengendarai mobilnya dan hendak menemui Radit.


"Sial, aku gak tahu lagi laki-laki brengsek itu minum dimana" ucap Sita memukul setir mobilnya.


Sita mencoba menelepon kembali nomor Radit.


Sudah 2 kali Sita menelepon nya tetapi Radit tak menjawabnya.


"Ini terakhir kali, kalau kamu gak ngangkat, aku balik lagi" ucap Sita menelepon Radit kembali.


"Halo. Kamu minum dimana?" tanya Sita yang sedikit lega karena Radit telah mengangkat telpon nya.


"Halo. Ini siapa?" ucap seorang wanita.


"Heh. Kamu siapa? Jangan macam-macam ya sama Radit. Dia pacar aku" ucap Sita kesal.


"Nih, pacar kamu nelpon" ucap wanita itu memberi telponnya kepada Radit.


"Halo. Kamu bilang aku pacar?" tanya Radit dengan bicara sempoyongannya.

__ADS_1


"Kamu dimana sekarang?" tanya Sita kesal dan menangis.


"Aku di cafe Hitam Putih bersama wanita yang bisa memuaskan aku, bisa bersenang-senang denganku. Wanita yang tidak akan pernah meninggalkanku" ucap Radit sambil bercumbu dengan seorang wanita.


Sita langsung menutup telpon itu dan mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Blakkkkkkk.......


Sita langsung menarik baju Radit dari pelukan wanita itu dan merangkul nya disamping pundaknya agar keluar dari room itu.


"Ayo pulang" ucap Sita merangkul Radit dan Sita menangis.


"Kamu apa-apaan sih. Kamu kok ngatur-ngatur gini. Kamu memang bos di perusahaan, tapi tidak kalau disini" ucap Radit mencoba kembali masuk ke dalam room itu.


"Aku memang akan mengatur kamu. Emang kenapa? Salah?" ucap Sita menangis.


"Kamu ini kenapa sih? Tiba-tiba datang, marah-marah gak jelas, ngaku-ngaku pacar aku" ucap Radit kembali duduk di sebuah kursi yang ada didepan cafe itu.


Sita tetap menangis dan duduk jongkok menutup wajah dengan tangan mungilnya.


"Apa peduli kamu denganku Sita? Aku mencintaimu, tapi kamu malah milih Gandi. Aku selalu membantumu di balik layar. Apa kamu tahu itu?" ucap Radit yang terus berbicara sempoyongan.


Radit mendekati Sita dan duduk kembali disamping Sita.


"Kalau kamu memang suka, cinta sama Gandi pergilah. Aku takkan menghalangimu. Aku udah sering ditinggal begini, jadi sebenarnya sakit ini bisa aku tanggung sendiri" ucap Radit merangkul Sita untuk berdiri.


Sita yang terus menangis membuat Radit tak tahan melihatnya.


Sita mengejarnya.


"Aku suka sama kamu. Aku cinta sama kamu Radit" ucap Sita menangis sampai tersedu-sedu.


"Sudah, lupakan lah. Aku tak berhak menerima cintamu. Jangan berbelas kasihan padaku" balas Radit yang terus berlalu meninggalkan Sita.


Sita berlari mengejar Radit dan memeluk tubuh Radit dengan erat dari belakang.


"Aku sungguh mencintaimu. Aku gak bisa berbohong kalau hatiku sudah tertaut kepadamu" Sita mengeratkan pelukannya.


"Sudahlah, kamu pasti berbohong. Kamu sudah pasti tahu masa lalu ku. Kamu hanya berbelas kasihan kepadaku dan setelah itu, kamu juga akan pergi meninggalkanku" ucap Radit melepas pelukan Sita.


"aku mencintaimu Radit" ucap Sita sambil mencium bibir Radit dengan hangat.


Radit tak bisa berkata apapun dan kembali membalas kecupan hangat dari bibir Sita.


Radit mengeratkan tangannya ke pinggul Sita dan kembali bercumbu dengan bibir seksi Sita.


"Kalau kamu benar-benar mencintaiku, mau kah kamu menikah dengan ku Sita?" tanya Radit sambil menciumi bibir Sita.


Dengan sigap Sita menjawab

__ADS_1


"Aku mau Dit" jawab Sita kembali membalas kecupan bibir dari Radit.


"Aku yang nyetir, kamu diam aja" ucap Sita bahagia.


"Siap ibu negara" jawab Radit kembali mencium leher Sita.


"Kamu tidak boleh lagi mabuk seperti ini kecuali denganku" ujar Sita tegas.


"Iya sayang"


Shhhttttttt.


"Sayang, jangan mabuk-mabuk lagi ya. Aku takut kami kenapa-kenapa" ucap Sita mengelus rambut Radit yang sedari tadi Radit tidur di perjalanan.


"Sayang,,, bangun. Kita udah sampai" ucap Sita membangunkan Radit.


Tapi tak sedikit pun Radit membuka matanya.


Akhirnya, Sita memapang Radit untuk membawa Radit masuk ke dalam rumah.


Sita bingung membawa Radit ke ruangan mana karena Sita belum pernah ke rumah Radit.


"Kamar Radit dimana sih? Berat banget lagi nih anak" ucap Sita.


"Kamar aku sebelah kiri dekat tangga" jawab Radit yang tiba-tiba terbangun tetapi masih belum sadar.


"Ihhhh..kamu sadar ihh. Berat tahu" ucap Sita kesal.


"Hufttttttttt" Sita menjatuhkan Radit diatas ranjang nya.


"Berat banget sih nih anak. Encok dah nih pinggang aku" ucap Sita yang hendak beranjak dari kamar Radit.


"Jangan pergi. Aku mau kamu menemani aku malam ini disini Sita. Aku rindu banget sama kamu. Setiap hari aku selalu menahan rindu kepadamu di kamar ini" Radit tiba-tiba menarik tangan Sita dan membuat Sita terduduk diam disamping Radit.


Radit terus memegang tangan Sita.


"Aku sayang banget sama kamu Sit. Dari awal kamu datang ke kantor, aku sudah jatuh hati sama kamu" ucap Radit dengan lembut sambil merangkul pinggul kecil Sita.


Radit menarik pinggul Sita sampai Sita tepat berada diatas dada lebar Radit.


"Aku ingin kamu mau menemani tidurku. Jangan tinggalin aku lagi" ucap Radit mencium bibir Sita.


Sita yang terpancing dengan kecupan bibir maut Radit kembali membalasnya dan terus bermain manja diatas dada Radit.


"Aku gak akan ninggalin kamu kok" ucap Sita kembali menciumi aroma tubuh Radit.


Setelah Radit benar-benar sudah tertidur pulas, Sita kembali pulang ke rumahnya.


Malam itu, Radit dan Sita resmi berpacaran.

__ADS_1


...Jangan lupa untuk terus dukung author ya, like koment dan jadikan favorit. Terimakasih ❤️...


__ADS_2