
Kakiku berat sekali untuk melangkah, mata ku sulit sekali untuk terbuka, badanku terasa sangat kaku untuk bangkit dari tidurku, Aku hanya berpikir ini hanyalah mimpi, ini sedang di sinetron-sinetron, aku belum kuat untuk menerima kenyataan yang ada kalau aku hanyalah TEMAN BIASA Kael.
Aku belum siap menjalani hari-hari ku dengan keadaan hati seperti ini. aku benar-benar rapuh sekali. Aku ingin dipeluk oleh Mama. Hanya mama yang paham perasaan ku saat ini. Mama, aku terluka. Ma, aku rapuh banget. Ma, anak mu sedang tidak baik-baik saja. Aku rindu Mama😭.
Satu bulan tidak ada kabar dari dia dan semakin memantapkan hatiku untuk move on dari perasaan sayang dan cinta ku ke dia. Aku mencoba untuk terus bangkit, bersikap tegar walau setiap hari aku harus melihat mereka yang terus bermesraan melalui akun story teman ku. Aku mencoba untuk bersikap biasa-biasa saja, ya walaupun satu titik terkadang rasa sedih itu muncul dan rasa sakit itu hadir.
__ADS_1
Semakin aku terbawa oleh perasaan sedih ku, aku semakin menangis tak karu-karuan. Sampai akhirnya aku mencoba untuk merefreshingkan diri untuk kembali ke kampung halaman. Suasana kampung yang begitu sejuk membuatku sedikit move on, merasa nyaman dan lambat laun aku melupakan nya dan mencoba bangkit kembali.
Satu bulan aku menjalani kuliah daring di kampung membuatku sedikit rumit karena jaringan di kampung tidak stabil dan terkadang mati total yang mengharuskan ku harus kembali ke Medan. Minggu pagi aku berangkat, dan tepat jam 2 siang aku sampai di kos dan tiba-tiba aku menemukan sebuah surat di jendela depan kos yang cover nya itu bertuliskan “Dari Michael untuk Sita”. Aku kaget dan specchless aku ingin mengoyakkannya. Tapi aku ditahan sama adik aku dan mencoba menenangkan.
Aku buka suratnya yang berisi
__ADS_1
Aku diam seribu bahasa. Aku tidak mengerti apa maksud dan tujuan Kael melakukan ini. Dia mengharapkanku sedangkan di satu sisi dia sudah bersama dengan wanita lain. Sebenarnya aku ingin mengetahui dari dirinnya langsung tentang kejadian waktu itu. Aku ingin menanyakan perasaan nya yang sesungguhnya.
Satu malaman aku berpikir panjang, aku ragu untuk bertemu kembali dengan nya. aku tak menaruh kepercayaan lagi kepadanya. Tapi untuk membuktikan itu semua, aku harus bertemu dengannya. Akhirnya aku buka blokiran WA dia dan tidak menunggu lama, tepat jam 2 siang, dia bilang ingin datang ke kos dan aku hanya mengiyakan begitu saja.
Setibanya dia di kos, dia ingin mencoba memelukku tetapi aku menjauh.
__ADS_1
“ maaf kamu bukan siapa-siapa aku dan kamu juga sudah milik orang lain”. Dia mencobaa untuk menenangkan aku dan menarik daguku untuk melihat wajahnya tetapi aku menolak. "Kamu mau apa? Apakah ada barang kamu yang belum aku kembalikan?". dia cuman bilang. Plisss mengertilah. Sontak aku marah dan bilang. "Mengerti bagaimana maksudmu? Kamu membohongiku? kamu melukaiku, kamu memberi harapan palsu kepadaku, kamu bilang mengerti Maik? Apa salahku? Apa tindakan aku yang membuat kamu berubah? Apa aku terlalu jelek? Apa aku terlalu polos tidak bisa mengikuti trend-trend seperti wanita saat ini? apa kamu malu? Atau apa El? (nada tinggi dan menangis). Kamu ngomong dong (memukul dada dan tangannya)..."Ngomong El".Kael diam dan aku hanya bisa menangis. Adik ku hanya bisa melihat kami dari kaca jendela aja karena aku tak mengizinkan nya keluar.