
Sudahlah...
Dia adalah masa lalu yang harus aku buang jauh.
Dia lelaki yang tak sungguh-sungguh mencintaiku.
Tokk.tokk..tokkk
Sita... Sita
"Siapa ya?" tanyaku dalam hati.
Aku bangkit dari tempat tidur ku untuk keluar membuka pintu.
Sita....Sita
"Iya sebentar" jawab ku dari dalam rumah.
"Uliii" ucapku sambil memeluknya.
"Kamu apa kabar? Udah lama banget kamu gak main kesini" ujarku sambil memandangi dirinya.
" Iya, biasalah. orang sibuk" ucapnya.
"Ayo ayo masuk yok" ajakku membukakan pintu untuknya.
"Kata adikmu, mama mu datang ya?" tanya nya sambil membaringkan tubuhnya di kasurku.
"Iya, tapi tadi baru aku antar ke loket. Mama ada urusan penting di kampung. Banyak persiapan untuk pesta Abang aku nanti" jawabku.
"Oh gitu" ujarnya.
"Sejak kapan adik aku nelpon kamu Li?" tanyaku penasaran.
"Ya semalam. Aku sih yang nelpon dia. Mau nanyak kamu. Dikosan apa gak. Ternyata adik kamu dikampung" ucapnya.
" By the Way on the bus way.... Kamu lagi dekat ya sama abangggg Abang berbaju loreng" ucap Uli sambil tersenyum-senyum ke arahku.
"Gak" jawabku tegas.
"Yakin? Kalau beneran ada, untuk aku ya Abang itu?" ucap Uli melirik ku.
"Jangan dong" ucapku tersenyum malu.
"Ha kan ketahuan. Cerita dong ihhh, Sita mah gini. Kalau lagi bahagia gak pernah cerita. Kalau udah kisah cinta nya yang terpuruk, baru tuh cerita, nangis-nangis dah tuh datang ke aku" ucap nya kesal.
Uli membalikkan tubuhnya ke arah dinding tempat tidurku seolah merajuk karena aku tak mau bercerita tentang kisah percintaan ku dengan Enggar.
"Iya-iya... Aku ceritain" ucapku sambil memeluknya.
Ya biasalah wanita. Ketika sudah bertemu dengan teman sefrekuensi dengan nya pasti rada gila.
Uli bangun kegirangan karena ingin mendengar cerita dariku.
Jadi......
Bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla
__ADS_1
(Hampir setengah jam aku bercerita tentang Enggar)
Aku menceritakan semua kisah percintaan aku dengan Enggar mulai dari awal kami bertemu, berkenalan sampai akhirnya sudah berpacaran.
"Sumpah sampai se sedrama itu? tanya Uli menarik tanganku sambil tertawa.
"Hahhahaaa. iya loh Li" jawabku yang juga ikut tertawa.
"Ihhhhh...Sweet banget.. Pengen deh dapat lelaki kayak gitu juga" jawab Uli.
"Yahh aku juga bertemu dengannya tanpa sengaja gitu loh. Ya begitulah" ucapku santai.
"Fiks, kamu harus kenalin dia ke aku. Aku harus tau dong pacar sahabat aku yang cantik ini gimana" ucapnya.
"Iya nanti pasti aku kenalin" jawabku.
"Sekarang" ujarnya.
"Gila bener ya kamu Li. Ya dia lagi di kantor lah ini. Ada kegiatan katanya, gatau juga kegiatan apa. Gatau aku tuh" jawabku memandangnya.
"Yeahhhh, sayang banget" ucapnya.
"Ok. Aku nginap deh di sini. Tapi malam ini kamu harus nyuruh dia datang. Plissss" ucap Uli memohon kepadaku.
"Iya iya... Hmmm.. kamu ini ya. Entah mengapa aku tak bisa menolak permintaan mu" ucap Sita pergi menuju kamar mandi.
Brakkkkk......
"Kamu kenapa Sit?" tanya Uli sambil membantu Sita berdiri.
"Sini aku bantu. Kok bisa sih" ujar Uli merangkul ku.
"Mungkin karena aku kelelahan kali ya. Beberapa hari ini aku begadang karena mengerjakan laporan dan proposal skripsi ku. Dari semalam juga aku gak banyak istirahat karena bantuin mama ku belanja" ucap ku terengah-engah menuju ke tempat tidurku.
"Udah-udah gak apa-apa Li, santai aja. Nanti juga bisa kok digerakkan. Mungkin karna kebas kali ya atau keram. Nanti balik juga kok ini" ucapku dengan suara kesakitan.
" Ihh yaudah deh, aku tidur disini aja. Anggap ini aku nginap bukan karena pacar kamu tapi karena kamu sakit" ucap Uli sambil memijat pergelangan kakiku.
"Iya Uli bawel" jawabku menenangkan nya.
"Minta tolong ambilkan minum untuk aku Li" ucapku meminta Uli.
"Ini....Minum gih. Baru aja bahagia, udah sakit begini" ucap Uli.
"Aku gak sakit loh Uli cantik" ujarku sedikit tersenyum.
"Ya buktinya ini. Yaudah lah aku tidur disini aja" ucap Uli.
Aku dan Uli bercerita kembali tentang kisah-kisah kita selama sekolah dan sampai kuliah.
Akhirnya kami tertidur sampai pukul 6 sore setelah pembicaraan lucu yang kami perbincangkan tadi.
Panggilan tak terjawab dari mama dan dari Enggar.
Tittt....tittt....titttt..
"Halo ma. Mama udah sampai?" tanyaku dengan suara paruh karena baru bangun tidur.
__ADS_1
"Udah sayang. Mama udah sampai jam 5 tadi. Mama telpon-telpon kenapa tidak diangkat nak?" tanya mama.
"Iya ma. Aku sama Uli ketiduran. Kebetulan Uli tadi ke sini. Dia mau tidur disini ma" jawabku.
"Oh gitu. Mandi gih sana nak. Udah sore loh ini. Jangan tidur lagi. Ajak Uli masak biar kalian cepat makan malamnya" ucap mama.
"Iya ma" jawabku.
Aku membangun Uli yang terlebih dahulu tidur dariku.
"Bangun bangun bangun Li. Lama banget loh kamu tidurnya" ucap ku sambil menggoyang-goyangkan tubuhnya.
" Heuhhhhhhh" ucapnya membalikkan tubuhnya ke arah dinding.
"Bangunnnnnn. Tapi mau jumpa sama pacar aku" ujarku membuatnya penasaran.
"Astaga....Dia udah datang? Kenapa gak bilang Sit? Sekarang udah jam berapa? Aku belum mandi loh" ucap Uli ngedumel dari tempat tidurku.
"Makanya bangunnnn. Mandi sana. Dia belum datang. Jam 9 malam nanti dia datang" balasku sambil membereskan tempat tidur.
"Kaki kamu udah bisa Sit"? tanya Uli penasaran sambil memegang kakiku.
"Udah dong. Kan udah aku bilang karena keram" ucapku.
"Iya sih benar. Yaudahlah aku mandi dulu. Gak mungkin aku gak mandi kalau ingin bertemu dengan pacar sahabatku yang cantik ini" ucapnya mencolek wajahku dan berlari mengambil handuk menuju kamar mandi.
"Hmm.hmmmmmm" gumam ku.
"Halo yang" ucapku ketika Enggar mengangkat telpon nya.
"Halo sayang, kemana aja yang, kenapa tidak mengangkat telpon ku tadi?" tanya Enggar sedikit khawatir.
"Iya sayang, maaf ya. Aku ketiduran nih sama Uli" jawabku.
"Uli siapa?" tanya Enggar penasaran.
"Uli itu sahabatku. Dia berkunjung ke kos aku dan dia mau menginap disini" jawabku.
"Oh gitu. Aku kesana ya nanti. Kira-kira jam 8 malam aku udah sampai disana. Aku udah gak kuat mau bertemu dengan Sita kekasihku" ucap Enggar merayuku.
"Iya sayang, sekalian juga aku mau kenalkan kamu ke sahabat aku, Uli" jawabku.
"Ok deh sayang. Bye. Sampai jumpa nanti. Ummmachhh" ucap Enggar melontarkan ciuman nya kepadaku.
"Bye sayang. Umachhh" balasku.
Setelah Uli selesai mandi, aku bergegas untuk mandi dan seperti biasa melakukan ritual mandi wanita pada umumnya. hehehehe.
"Jangan lama-lama Sit kamu mandinya, nanti kalau pacar kamu datang, aku gak mau ngadapin loh" ucap Uli mengomel.
" Iya" balasku dari dalam kamar mandi.
Akhirnya jam 7 lewat kami sudah selesai beres-beres dan sudah selesai memasak.
Hufftt.....
"Akhirnya selesai juga" ucapku sambil membaringkan tubuhku di ranjang tempat tidurku.
__ADS_1