Cintaku Rapuh

Cintaku Rapuh
Rian anak penjual ulos


__ADS_3

*****10 menit kemudian******


Dripppp....drippppp.drippppp


"Aku udah sampai ya sayang, chat Enggar kepadaku".


"Ok sayang. Ini aku lagi sama mama milih ulos di depan kos, balasku".


"Oh yaudah, jangan lupa makan ya nanti sama nantulang, balasnya kembali".


"Iya sayang, kamu juga.


Horas...... ucap namboru penjual ulos itu.


Horas, jawab aku dan mama.


Tanpa basa basi namboru itu langsung membuka tas besar yang berisi banyak sekali ulos. Waktu itu, namboru penjual ulos itu datang bersama dengan seorang lelaki muda.


Mama menyuruhku untuk membuatkan minuman dan beberapa cemilan makanan yang masih ada di kamarku.


Aku membantu mama untuk membereskan ulos yang sudah dipilih oleh Mama.


"Ini aja ya inang ulos nya, ucap mama kepada Namboru penjual ulosnya".


"Oh iya nang, ucapnya".


Setelah mereka berhitung... Mama membayar harga ulos nya.


Sambil minum, Mama dan namboru itu saling berbincang-bincang.


"Siapa yang mau nikah inang, tanya namboru penjual ulos".


"Anak ku yang paling besar inang, ucap mama".


"Oh gitu. Ini anak gadis ini siapa? Cantik kali ya, ucap namboru penjual ulos itu sambil tersenyum menoleh ke arahku".


"Ini Boruku yang nomor 3, ada 4 orang ini. Cuman satu nya laki-laki, inilah yang mau nikah ini, jawab mama".

__ADS_1


"Oh iya, cantik ya Borumu ini. Masih kuliah dia ini, tanya nya".


"Masih namboru, semester akhir, jawab ku tersenyum kearahnya".


"Oh iya. Baguslah inang, baik-baik ya. Biar cepat wisuda, cari kerja, mangoli (Mangoli itu artinya menikah), ucap namboru itu".


"Belum mau cepat nikah aku namboru, mau menghabiskan waktu muda ku dulu namboru. Mau bangun ini, bangun itu, mau jadi volunteer ini, itu jawabku tersenyum".


"Wah iya ya. Memang wanita hebat kamu ini, jawab namboru itu".


" Biasa aja nya namboru, namanya juga kita sedang berencana. Cuman Tuhan yang tahu hari depan nya bagiamana, ucap ku.


"Kamu punya pemikiran seperti itu aja udah hebat loh nak, ucap namboru itu". Sama lah dengan anak ku yang satu ini. Di kampus selalu mengikuti organisasi. Organisasi ini, itu...


Kata dia, di organisasi dia bisa menyentuh sedikit mimpinya. Akupun gatau ini mimpi si Rian ini apa, jawab namboru itu sambil tersenyum mengarah anaknya".


"Oh iya namboru, ya begitulah namboru. Kami mahasiswa bisa menuangkan gagasan kami lewat organisasi lah, ucapku melihatnya".


"Kenalan dulu kalian, ucap mama ku".


Sita....


Ya begitulah... singkat saja kami berkenalan.


Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam.


Akhirnya namboru dan anaknya pamit untuk pulang.


"Pulang lah dulu kami inang, nanti malam kali kami sampai dirumah, ucap namboru itu sambil berdiri".


"Oh iya inang iya, ucap mama sambil menyalam namboru itu".


"Terimakasih ya inang".


"Iya sama-sama inang, langganan kita ya, ucap namboru itu".


Entah mengapa anak lelaki namboru itu selalu menatapku.

__ADS_1


"Kami balik ya nantulang, ucap lelaki itu kepada mama sambil menatapku dan mengulurkan tangannya menyalamku".


"Iya nak, jawab mama".


Akhirnya mereka pulang...


Ternyata ketika aku menyimpan gelas dan makanan lainnya ke dapur, lelaki itu berbisik kepada mama nya.


"Ma, minta nomor handphone boru nantulang itu dong, ucap Rian".


Mama mendengar itu dan sedikit tersenyum.


" Kamu minta aja ke Sita nya, ucap mama karena mendengar bisikan lelaki itu".


Lelaki itu hanya tersenyum lebar.


"Laki-laki harus gentle dong, ucap mama nya meledek nya".


*****Flashback******


Ketika mama dan namboru itu berbincang-bincang


Aku dan Rian juga berbincang-bincang. mulai dari dunia Kampus sampai dunia organisasi kita masing-masing


"Sita, aku boleh minta nomor WA kamu gak, tanyanya sedikit malu".


"Untuk apa ya, tanyaku heran".


"Yahh menambah rekan aja di kontak WA. manatau di lain kesempatan kita berjumpa kembali kan. Di jalan atau dimana gitu, jawabnya".


Karena aku takut dibilang sombong atau gimna gitu, aku berikan aja nomor WA aku kepadanya.


Ya sedikit agak ragu sih.


Yaudah deh, pikirku.


Sepertinya ia suka sih sama Sita...

__ADS_1


So, ia mengetahui nomor WA ku sebelum mereka meninggalkan kos ku.


__ADS_2