Cintaku Rapuh

Cintaku Rapuh
Pernikahan Enggar dengan Kezia


__ADS_3

Hari itu begitu berat untuk Sita.


Luka yang dulu lama sudah sembuh, kini kembali menyobek relung hatinya yang sangat dalam.


"Bagaimana mungkin aku harus menjalani hari-hari ku tanpa mu selamanya?"


"Kemanakah aku harus melabuhkan sakit ini Gar?" ucap Sita yang terus menangis.


Tanpa berpikir panjang, Sita meminta bantuan pak Chong agar ia bisa datang ke pernikahan Enggar yang akan dilangsungkan 2 hari lagi.


"Pak Chong, boleh tidak cuti saya untuk tahun ini ditambah" tanya Sita memohon.


Pak Chong yang mengetahui maksud dan tujuan Sita untuk cuti mengiyakan pertanyaan nya.


"Pergilah. Selesaikan apa yang masih mengganggu hatimu tapi jangan sampai membuat situasi disana kacau. Kamu sudah dewasa, bersikaplah sepantasnya disana. Saya mendukungmu" Pak Chong mencoba menyemangati Sita.


"Pak, wajar tidak Sita marah? Wajar tidak Sita meminta penjelasan dari Enggar?" Sita yang tiba-tiba merengis menangis.


"Iya kamu wajar marah. Marahlah dengannya. Tapi jangan egois. Biarkan Enggar bahagia bersama pilihan hatinya".


Sita yang mendengar itu tak bisa berbicara apapun selain menangis sampai senggugukan.


"Aku tak berjanji akan melangkah baik-baik saja di hari esok. Kaki ku rasanya sudah dipatahkan oleh pengkhianatan Enggar akan cinta tulusku. Mengapa cinta ku sangat rapuh?" kalimat yang terus terngiang-ngiang di pikiran Sita.


Besok adalah hari pernikahan Enggar dengan Kezia.


Sita sudah mempersiapkan hadiah spesial yang sudah ia bungkus dengan rapi bak kado untuk raja dan ratu.


"Halo nak. Kamu harus kuat ya nak" mama Sita menangis.


"Iya ma. Sita kuat kok. Nanti Sita cari deh laki-laki yang lebih tampan dari Enggar, yang lebih baik, lebih kaya. Tenang aja ma. Anak gadis mama cantik ihhhh. Gak mungkin dong gak ada yang suka. Atau perlu nih pak Chong yang akan melamarku" ucap Sita berpura-pura tegar berusaha menahan air matanya.


"Orangtua ku juga kamu seret dalam hubungan kepalsuan ini Gar. Kamu tak sungguh-sungguh mencintaiku. Kamu berpura-pura baik dengan keluargaku. Bodoh nya aku" Sita terus mengeruk kepalanya.


"Bagaimanapun juga aku harus bertemu dengannya. Aku ingin melihatnya untuk terakhir kalinya" Sita menguatkan batinnya.


Kaki nya tak begitu kuat untuk melangkahkan kaki masuk ke altar pintu gereja.


Tatapan matanya yang kosong memberi tanda bahwa dirinya sedang tidak baik-baik saja.


Ia terus menahan air matanya agar tamu yang melihatnya tidak terganggu.


Ia menjadi orang pertama yang tiba di dalam gereja itu. Ia menangis membasahi pipi nya yang sudah dibaluti dengan make up sederhana nya.


Ia terus memandangi ruangan itu ke kiri dan ke kanan seolah memberitahu kalau seharusnya dirinya lah yang berada duduk mengikat janji di hadapan Tuhan dan semua jemaat.


Tapi apa daya, semua itu hanyalah khayalan semata. Faktanya ia harus menerima kalau kekasihnya akan menikah dengan orang lain di gereja itu.


Sakit. iya sakit sekali😢.


Gereja itu sudah dipenuhi semua keluarga dan tamu undangan.


Sita duduk di kursi tengah paling pinggir. Ia tak ingin Enggar dan Kezia serta keluarga mereka mengetahui keberadaannya.


Sebuah alunan musik yang indah mengiringi langkah kedua pengantin.


Seorang lelaki tampan dan wanita yang cantik melangkah lambat masuk ke dalam Gereja itu.


Semua orang berdiri menyambut pengantin bak seorang raja dan ratu.


Sita tak bisa menahan air matanya yang terus bercucuran.

__ADS_1


Ia tak sanggup berdiri menyaksikan keromantisan Enggar dan Kezia ketika harus tersenyum kepada tamu yang menyambut mereka.


Ia menangis di kursi nya yang ditutupi oleh tisu.


Ia sudah sampai senggugukan menahan tangisnya yang kian lama tak bisa di kendalikan nya .


"Kenapa mba?" tanya seseorang yang duduk di sampingku.


"Aku hanya terharu. Berharap kelak aku juga akan seperti itu" jawab Sita tersenyum.


"Tenang saja. Menunggu giliran saja kok." ucap wanita itu tersenyum kembali fokus memperhatikan pengantin.


...Saya Enggar Putra Nadeak, mengambil engkau Kezia Tabita menjadi istriku. Saya berjanji akan saling memiliki dan juga menjaga dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, dan pada waktu sehat maupun sakit. Untuk selalu saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Allah yang kudus, dan inilah janji setiaku yang sangat tulus....


Ketika Enggar mengucap kan kalimat itu, hati Sita seperti tertusuk pisau berulang-ulang. Detak nadi dan jantung nya seperti tak berfungsi memompa darah ke seluruh tubuhnya.


Ia terdiam menangis menyaksikan Enggar mencium bibir wanita itu disaksikan oleh semua orang.


"Sepertinya aku bermimpi. Ini tidak benar" Sita yang tiba-tiba keluar meninggalkan ruangan itu.


Ia menangis di pojok toilet sambil memukul-mukul tubuhnya untuk memastikan kalau hari ini adalah hanya lah halusinasi dirinya.


Tok....tok.....tokkkkkk


"Segera keluar. Udah pada ngantri nih" ucap seseorang dari luar toilet.


Sita menghapus air matanya dan berusaha tersenyum di hadapan orang-orang yang sudah lama mengantri di depan toilet itu.


Amin.......


Acara pemberkatan pernikahan itu sudah selesai, dilanjut upacara yang dilaksanakan oleh rekan-rekan kerja Enggar dari Tentara.


Kemudian dilanjut dengan acara adat yang akan dilaksanakan di sebuah wisma besar.


"Kamu jangan sampai membuat kacau acara pernikahan anak saya. Kalau sempat kamu mengacaukan acara ini. Awas kamu. Kamu dan keluarga kamu akan menanggung akibatnya. Saya akan buat semua keluarga kamu menderita" ucap Mama Enggar mengancam Sita dan meninggalkannya begitu saja.


Tibalah saatnya Sita akan memberikan kado itu kepada Enggar dan Kezia.


Ia terus berusaha tegar untuk naik ke atas pelaminan.


Pak Chong yang juga hadir di acara itu terus menyemangati Sita.


"Ayo kamu pasti bisa. Kamu wanita yang kuat. Tunjukkan kalau kamu kuat" ucap pak Chong menyemangati.


Sita naik ke atas pelaminan menahan ego dan tangisnya yang sudah ia bendung sedari tadi.


Enggar yang melihat nya naik ke pelaminan sontak kaget dan ingin mendekatinya.


Mama Enggar memandang tajam kearahnya memberi kode agar Enggar tak melakukan itu.


Langkah kaki Enggar terhenti dan kembali berdiri dengan Kezia.


"Selamat ya. Kamu sudah bahagia" ucap Sita menahan tangisnya dan berusaha tersenyum semampunya.


Sita meminta izin kepada Kezia istri Enggar agar ia bisa memeluk Enggar untuk terakhir kalinya.


Kezia yang mengetahui bahwa Sita adalah mantan Enggar berusaha menolak akan tetapi ketika Enggar meminta itu kepadanya, Kezia langsung mengiyakan permohonan itu.


Sita memeluk erat tubuh Enggar seolah melepaskan kerinduan dan kehancuran hatinya. Ia terus menangis di pelukan Enggar sampai membuat para tamu undangan memperhatikan kejadian itu.


"Lepaskan pelukan Enggar dan segera turun dari sini" ucap Mama Enggar memandang sinis ke arah Sita.

__ADS_1


"Terimakasih telah mengancurkan hidupku Gar. Aku akan kembali membawa luka ini. Aku berjanji pada diriku dan juga anak ku nanti kalau aku tak akan menginjak kan kaki ku di kota ini, kota yang kejam ini" Sita melepas pelukan itu dan memberi kado spesial yang telah ia siapkan.


"Kamu wanita pekerja keras, baik, pintar dan seorang dokter yang cantik. Ia terus membanggakanmu. Kamu beruntung menikah dengan lelaki tampan sepertinya. Bahagia lah selalu dengannya" ucap Sita memeluk Kezia.


Sita meninggalkan pelaminan itu dan menangis sejadi-jadinya.


Ia naik taksi menuju hotel nya dan meminta pak Chong agar penerbangan Sita untuk dipercepat keesokan pagi nya.


Sebelumnya ia ingin kembali pukul 13.00 Wib, ia meminta agar dipercepat di pukul 08.00 Wib saja.


********************


Hadiah yang diberikan Sita disuguhi oleh selembar kertas.


...Selamat berbahagia🤵👰...


...selamat menempuh hidup baru...


...aku berusaha untuk tegar menulis ini...


...bacalah bersama dengan istrimu...


...Apapun yang terjadi, kalian telah memutuskan untuk memiliki komitmen. Apapun masalahnya, berjuang dan yakinlah bahwa visi dan misi kalian sama....


...Jika ada pergumulan, ingatlah kebahagiaan seperti akan hari ini....


...Pernikahan adalah sebuah kehidupan baru yang melahirkan tantangan baru. Percayalah, kamu bisa menemukan kebahagiaan di dalamnya, bersamanya....


...Selamat berbahagia! Hari ini adalah gerbang menuju awal masa depan yang penuh petualangan....


...Tujuan pernikahan bukanlah untuk saling melengkapi, tapi saling menerima dan menjaga satu sama lain....


...Selamat menempuh hidup baru! Selamat memiliki kehidupan indah dan kisah cinta yang tak ada habisnya....


...Semoga kenangan indah masa lalu dan tawa hari ini menjadi keharuman esok hari. Selamat menikah!...


...Tidak ada yang lebih indah selain memulai semuanya bersama, menjalaninya bersama dan bersama-sama dalam suka maupun duka....


...Ukirkanlah kisah cinta dan hidup yang akan menginspirasi semua orang....


Isi surat Sita di lembaran berikutnya


...Kalau kamu masih ingat dengan kebaya ini, kamu pasti akan terluka....


...Aku tak tahu apakah benar atau tidak....


...Tapi disini aku terluka....


...Aku sudah menjahit kebaya ini dengan cantik....


...Ambillah kembali, berikan kepada istri mu....


...Karena kebaya ini pada dasarnya janji kamu untuk mengikat ku. Tapi semesta berkata lain, kamu pergi meninggalkan ku dan menikah dengan orang lain....


...Ambillah, pakaikan kepada istri mu. Aku tak ingin menambah luka ku ketika melihat ini....


...Dan juga sepatu yang pernah kamu belikan untukku. Mana kala ukuran kaki kami sama....


...Terimakasih telah mampir di kehidupanku....


...Terimakasih sudah pernah mencoret warna indah di hidupku....

__ADS_1


...Doakan aku agar bisa mampu melangkah di hari-hari esok tanpamu...


__ADS_2