Cintaku Rapuh

Cintaku Rapuh
Lelaki seksi VS Kekasihku


__ADS_3

*****Sampai di kos*****


Enggar dengan sigap membawakan seluruh belanjaan dari dalam bagasi mobil.


"Ini nantulang belanjaannya, ucap Enggar sambil meletakkan plastik berisi belanjaan tadi diatas meja".


"Iya nak, Terimakasih ya, ucap mama tersenyum".


"Iya nantulang sama-sama, jawab Enggar memandangku. Aku sepertinya langsung deh ini nantulang, ucap Enggar sembari mengikat tali sepatunya yang lepas".


"Oh cepat banget nak, kita gak makan malam dulu ini, tanya mama".


"Gausah nantulang, nanti aku makan dirumah aja, jawab Enggar".


"Oh begitu. Yaudah deh. Terimakasih ya nak sudah menemani kami berbelanja satu harian, jawab Enggar sambil menepuk bahu Enggar".


"Gak apa-apa nantulang, namanya juga calon Helamu (Hela itu artinya calon menantu lelaki), ucap Enggar sambil tertawa lebar menatapku".


"Hahahahhahaha. Amin. Semoga apa yang kalian harapkan tercapai, ucap mama".


Engggar menatapku kembali seolah memberi kode untuk mengantar nya kedepan pagar.


"Aku jalan ya nantulang, ucap Enggar menuju pagar bersama ku".


"Iya nak, hati-hati ya, jawab mama sambil membawa belanjaan ke dalam kamar".


"Aku balik dulu ya wanita seksi ku, ucap Enggar bermanja kepadaku".


"Ha apaan sih,, ihhhh?, ledek Enggar sebelum aku mengatakan itu".


"Aku udah hafal mati tuh celotehan kamu, ucapnya sambil mencubit pipiku".


"Seksi darimana?, orang aku gak kayak wanita-wanita yang di taman itu kok. Gak bohai, gak montok, gak........ (Enggar memutus perkataan ku).


" Emang seksi harus montok, harus bohai ya, tanya Enggar menatapku. Kamu polos, baik, tulus, apalagi melihat pipimu yang eksotis seperti ini bagiku seksi tahu, ucapnya kembali".


"Eksotis darimana? Gausah sok-sok mau nyenangkan hati aku, ucapku marah manja".


"Lah, siapa yang gombal untuk nyenangkan hati kamu. Kan memang benar. Lagian kenapa sih kamu bilang aku lelaki seksi, tanya Enggar penasaran sambil tersenyum lebar kepadaku'.

__ADS_1


"Hahahahhaah. Masih ingat gak, pertama kali kamu menegorku bersama teman-temanmu, ucapku".


"Ingat dong, jawabnya".


" Kamu masih ingat gak celana yang kamu pakai, tanyaku tersenyum sambil melirik nya".


"Ohhhh.. Astagaaaaa. Ya kan kami biasa memang pakai celana begitu untuk olahraga. Kenapa? Pikiran kamu kotor ya, tanya Enggar meledek ku".


"Ihhhhh apaan sih, bukan begitu.. Ihhhh sebal banget sih", ucapku kesal".


"Ya kalau gak mikir gitu, jangan marah dong Sita sayang, ucap Enggar mengelus rambutku".


"Ya maksudnya, kamu kan pakai celana pendek begitu. Ya bagi Sita itu mah, udah gak wajar lagi dipakai lelaki berotot sepertimu. Jatuhnya rada seksi gitu loh... ihhhhhh, ucapku menatapnya".


Enggar mengelus rambutku


"Inilah kenapa aku semakin cinta padamu Sit. Kamu polos, tulus, baik, gak neko-neko, ucap Enggar meraih tanganku".


"Jadi karna celana seksi itu makanya kamu memanggilku lelaki seksi, tanya Enggar dengan wajah sedikit merengut".


"Ya kan dulu, sekarang kan kamu udah pacar Sita. Enggar nya Sita... nanti di kontak handphone aku juga bakalan ganti nama kamu kok. hehhehehe, ucapku tersenyum malu".


"Astagaaa Sita.... ganti dong sayang. buat malu deh, ucap Enggar memberikan kode untuk mengeluarkan handphone ku dari kantong".


"Iya iya... nih aku ganti, ucapku sambil membuka handphone ku".


E..n..g..a..r.., ketikku di handphone.


"Ihh kok Enggar sih, ucapnya sedikit nada kesal".


"Lah, jadi siapa? kan nama kamu Enggar, jawabku".


"Kan.... Aku kan pacar kamu, ucap Enggar memanja kepadaku".


S..a..y..a..n..g..❤️, ketik ku mengganti nama nya di handphoneku


"Hehehehe. Gitu dong, ucapnya tersenyum lebar".


"Kalau gitu, gantian dong. Di handphone kamu juga ganti nama aku, ucap ku memberi kode kepadanya agar ia membuka handphone nya".

__ADS_1


" Nihhh.... 03..09..96 (Ia membuka password handphone nya). Sebelum kamu suruh aku ganti nama kamu, aku udah simpan nama kamu dengan sebutan "Kekasihku❤️".


Aku meminta izin kepada nya untuk memegang handphone nya. Aku memperhatikan wallpaper nya itu ada foto dia, papa dan mama nya.


Aku sedikit memandangi foto itu dan sedikit bertanya dalam hati. Enggar anak tunggal ya? tanyaku dalam hati.


Aku melihat kalau benar saja Enggar membuat nama ku dengan panggilan "Kekasihku❤️" di kontaknya.


Hal sekecil ini saja bisa membuatku bahagia.


" Hehehehe. Terimakasih ya, ucapku sambil menatap matanya dengan dalam dan mata sudah berkaca-kaca".


" Terimakasih untuk apa, tanya Enggar sambil memperhatikan pintu mobil lainnya untuk dikunci".


"Ya terimakasih aja sudah membuatku istimewa, ucapku dengan mata berkaca-kaca".


"Sitaku melankolis banget ya, ucap Enggar mengelus pipiku". Tak ada yang perlu diucapkan terimakasih. Kita cuman bisa bersyukur dipertemukan hingga bisa menjalani nya seperti ini, ucap Enggar".


"Yaudah deh, aku pamit dulu ya kekasihku, ucap Enggar meledek namaku di kontak handphone nya".


"Iya lelaki seksi ku, ucapku sambil melambaikan tangan ke arah nya".


"Jangan lelaki seksi dong. Ihhhhh curang ihhh, jawab Engggar manja".


"Iya sayang nya Sita. Hati-hati ya. I love you, ucapku".


"I love you too sayang ,ucap Enggar sambil menutup kaca mobilnya dan berlalu


"Ma, Enggar udah balik tuh, ucapku ke Mama".


"Iya sayang, Enggar balik aja harus berdrama dulu ya kalian, ucap mama tersenyum".


"Ihhh mama... namanya juga anak muda, ucapku memeluknya".


"Iya lah yaaaa.. Mama tahu kamu lagi bahagia sekarang... Jadi wajar aja terus ingin memeluk mama, ledek mama".


"hahahaha, tawaku".


Aku hanya bisa melempar tawa ke mama. Karena apa yang mama ucapkan benar.

__ADS_1


__ADS_2