
Sita mulai olahraga ketika ia bangun pagi.
Ia melakukan gerakan-gerakan dengan video panduan dari YouTube.
Selesai olahraga ia mandi dan lanjut untuk sarapan pagi.
Pagi itu, ia hanya makan sepotong roti dengan susu. Kemudian minum obat beserta vitamin.
"Halo Mila. Selamat pagi" ucap Sita menelepon asistennya.
"Halo Bu, selamat pagi Bu" jawab Mila dengan girang.
"Bagaimana keadaan kantor? Apa ada masalah?" tanya ku penasaran.
"Tidak ada Bu. Semuanya aman terkendali. Ibu tenang aja. Mila akan handle semuanya. Yang penting ibu sehat dan bisa bekerja kembali" ucap Mila meyakinkan ku.
"Ok baiklah. Kalau ada kendala, segera kamu hubungi saya ya" ucapku.
"Baik bu".
Aku melanjutkan aktifitas ku dengan membaca beberapa buku yang belum sempat aku baca selama aku diangkat menjadi Manager.
"Bagaimana mungkin aku melepas kalian semua?" ucap Sita seolah-olah berbicara dengan buku-buku yang ada dihadapan nya.
Ia memasang musik alunan melodi untuk meningkatkan konsentrasi nya dalam membaca.
Ia memulai membaca sebuah buku.
..."THE ART OF HAPPINESS"...
Untuk menemukan kebahagiaan, kamu harus memiliki tujuan yang jelas.
__ADS_1
Dengan begitu kamu dapat menemukan fokus dan pondasi yang kuat untuk hidupmu.
Dalam mencapai tujuan pun kamu harus percaya pada proses, karena keinstanan tidak akan membuatmu bahagia dalam waktu lama.
Dalai Lama adalah salah satu penulis yang selalu menekankan refleksi diri ketika kita sedang dalam perjalanan untuk menemukan kepuasan dan kebahagiaan sejati.
..."MENJADI PEMENANG KEHIDUPAN"...
Kini kita hidup di dunia yang penuh dinamika, dimana semuanya penuh dengan tantangan dan masalah. Hal itu perlu dilewati dan selalu percaya bahwa setiap masalah pasti memiliki jalan keluar.
Jika Anda bisa melewati semuanya, maka predikat "Pemenang Kehidupan" layak Anda sandang.
..."Bagaimana saya bisa menjadi pemenang kehidupan?"...
Chapter #1 menjelaskan tentang pengenalan jati diri manusia dan pembagian kehidupan.
Dengan mengenal siapa kita, maka kita akan lebih obyektif dalam menjalani kehidupan. Apabila kita mengalami kegagalan, kita akan cepat bangkit dan tidak mudah putus asa.
Chapter #2 menjelaskan pentingnya peran keluarga dalam kemajuan diri kita.
Kita dan keluarga adalah sebuah kesatuan yang tak terpisahkan. Keluarga dalam arti Ayah, Ibu dan Anak, serta keluarga dalam arti tatanan masyarakat.
Keluarga merupakan orang terdekat yang saling take and give.
Chapter #3 merupakan klimaks dari buku "Menjadi Pemenang Kehidupan" itu sendiri.
Sebuah bahasan tentang sebuah kunci bagaimana kita menjadi pemenang kehidupan, serta dilengkapi dengan langkah-langkah dalam realitanya.
Penulis menyebutnya sebagai giantsteps (langkah besar).
Langkah besar ini dibangun dengan pola workbook skematis, sehingga Anda dapat menerapkannya langsung dan merasakan perubahan yang terjadi.
__ADS_1
***************************
Dengan alunan musik Sita yang sangat sejuk membuat Sita tertidur pulas.
Ia tertidur diatas kursi kerja nya yang empuk untuk ia duduki.
Hampir setengah jam Sita tidur diatas kursi tersebut.
Titttttttt.......tittttttttt.......tittttttttttt
suara handphone Sita berdering.
Mila meninggalkan pesan suara yang berisi kalau Sita diperbolehkan oleh bapak Chong untuk cuti selama satu minggu.
"Aduhhhhhh.....selama satu Minggu aku harus ngapain ya? Satu hari aja aku udah bosan" ucap Sita mengeluh.
Akhirnya Sita teringat, kalau ia harus mewujudkan cita-citanya ingin menjadi donatur tetap di salah satu yayasan panti asuhan.
"Sepertinya besok aku harus bergerak deh ke sana. Aku bosan ihhh di sini" ucap Sita sambil menelepon pak Jufri agar besok datang menjemputnya.
Keesokan harinya Sita dan pak Jufri berangkat menuju salah satu yayasan yang berada tak jauh dari apartemen Sita.
Sebelumnya, Sita sudah meminta bantuan dari dua karyawan kantornya untuk menyiapkan sembako untuk keperluan anak panti asuhan.
Jadi Sita bisa tenang berangkat dengan pak Jufri.
"Terimakasih ya pak Marno, pak Zul" ucap Sita ketika mereka sampai di panti asuhan.
"Sama-sama ibu" ucap kedua karyawan Sita langsung meninggalkan panti asuhan itu karena akan kembali ke kantor.
Tenang saja, Sita sudah meminta izin kepada Pak Chong agar memperbolehkan dua karyawan nya untuk membantu Sita.
__ADS_1
Sita juga memberikan sejumlah uang tunai kepada mereka tetapi pak Marno dan pak Zul menolaknya.