
Dringgg....dringg... dringgg
"Halo Mba. Apa benar ini dengan mba Sita?" tanya bapak driver tersbeut.
"Iya pak dengan saya sendiri" jawabku.
"Saya dari driver G***. Saya udah di depan mba" ucap bapak driver nya.
"Oh iya. Sebentar ya pak" ucapku membalas.
Aku memasukkan semua barang-barang belanjaan yang telah kami packing ke dalam bagasi mobil dibantu oleh drivernya.
Kami berlalu meninggalkan kos ku menuju loket bus.
****Sampai di loket****
Tiba-tiba telpon ku berbunyi.
"Halo" tanyaku tanpa melihat nama panggilan tersebut karena sambil mengangkat barang-barang dari bagasi mobil.
"Kalian udah sampai di loket sayang" tanya seseorang yang tak lain itu adalah Enggar.
"Sudah sayang. Nanti aku hubungi ya. Aku lagi ngangkat-ngangkat barang mama ini" ucap ku sambil memutus panggilan dari nya.
Akhirnya mama berangkat sekitar jam 12.15.
"Dah ma" ucapku sambil melambaikan tangan ke arahnya.
"Dah sayang. Hati-hati ya nak kalau mau balik" ujar mama.
"iya ma" balasku sambil memulai untuk naik ke atas sepeda motor ojol yang telah aku pesan.
__ADS_1
Sesampai dirumah aku istirahat sambil sesekali memainkan handphoneku.
Tak sengaja aku melihat postingan stori salah satu teman ku yang berisi kalau orangtua (mama) Michael meninggal hari Sabtu yang lalu.
Aku kaget banget karena Michael tak pernah bercerita tentang apapun mengenai penyakit mama nya selama kami berteman.
Aku memberanikan diri untuk membuka blokiran Ig ku dari nya.
Aku coba untuk meyakinkan diriku kalau aku bisa, aku udah gak menyimpan dendam apapun ke dia.
Okk
"Halo El. Aku Sita. Kuharap kamu masih mengingatku. Turut berdukacita ya atas kepergian mama mu. Semoga Tuhan yang Maha Esa memberikan kekuatan kepada kamu dan juga adik"mu beserta keluarga besarmu.
Aku tahu ini pasti berat bagimu, pedih sekali. Tapi mau bagaimana pun juga. Mama mu sudah tenang bersama dengan Bapa yang di Surga. Maafkan aku kalau selama kita berteman aku tak mengetahui penyakit mamamu, entah aku bisa membantu atau tidak tapi aku menyesal akan hal ini.
Semangat ya.
Memang, kamu pasti akan muak mendengar perkataan ini. Sudah banyak sekali yang mungkin mengatakan ini kepadamu. Tapi apa daya ku, aku hanya bisa mengucapkan ini melalui chat ini kepadamu.
Kuharap kamu mengikhlaskan semua ini agar kekuatan kamu kembali pulih".
Satu jam setelah aku mengirim pesan itu melalui DM instagram. Kael membalasnya.
Terimakasih Sita masih mengingatku. Aku kira kamu masih marah padaku. Kalau kamu ada waktu, boleh tidak aku bertemu kembali denganmu?
Balasku kembali.
Maaf El, aku gak bisa. Aku takut tak bisa menguasai hatiku. Kamu tahu kalau diriku ini lemah, cintaku mudah sekali rapuh. Kalau aku bertemu kembali dengan mu, aku takut kalau luka yang selama ini telah sembuh akan terbuka kembali. Sebaiknya aku yang harus menahan diri.
Balas Kael
__ADS_1
Kenapa?
Kamu sudah punya pacar? Kamu takut kalau pacar kamu tahu kalau kita balikan?
Sontak luka itu kembali menyobek hatiku.
Bagaimana mungkin, sekarang kamu mengatakan kalau kita balikan?
Sebelumnya kita pernah pacaran?
Kamu tak pernah mengatakan apapun kepadaku. Kamu tak pernah memberikan kepastian kepadaku. Hubungan kita gak jelas. Kamu menggantung kan hubungan kita begitu aja seolah aku yang bodoh ini tak bisa memberontak.
Kamu tega banget sih El.
Sekarang kamu datang bilang dengan maksud kita balikan?
Kael kembali membalasnya
Jadi harus bagaimana?
Aku membalasnya
Saat ini aku tak butuh apapun dari kamu. Baik itu penjelasan, keterangan dan lain-lain.
Aku hanya ingin mengucapkan bela sungkawa saja. Tidak lebih.
Terimakasih
Aku gak sadar kalau air mata aku udah menetes begitu saja. Aku tak tahu apa yang aku tangisi. Aku merasa orang yang dianggap hina banget, tidak ada harga diri oleh lelaki egois seperti El. Dia berpikir kalau aku mau kembali kepadanya karena aku nge DM dia.
Aku sudah tanamkan dalam hati semenjak aku meninggalkan dia, kalau aku tak akan mau berhubungan lagi dengannya baik dari sosial media. Memang orang lain menganggap tindakanku terlihat kekanak-kanakan sepertinya tapi tidak bagiku.
__ADS_1
Mem-blokir seseorang dari sosial media kita bukan berarti kita kekanak-kanakan tetapi perlu dan penting bagi kita untuk menjaga kenyamanan dan ketenangan diri kita sendiri
Aku bersyukur telah dipisahkan dengan lelaki egois sepertinya. Iya benar, Michael.