Cintaku Rapuh

Cintaku Rapuh
Tanda-tanda


__ADS_3

Satu bulan sudah Sita melewati waktu yang sulit ini.


Ia berharap ada jawaban dari Enggar. Sudah hampir satu Minggu Enggar tak memberi kabar kepada Sita.


Sita masih tetap berpikiran positif kalau-kalau Enggar sibuk di dinas nya saat ini.


"Li, Enggar kenapa tidak ada kabar ya? Sudah hampir seminggu dia tak bisa aku hubungi" ucap Sita


"Mungkin saja ia sedang sibuk dinas. Ia akan baru saja kembali ditempatkan disana" jawab Uli.


"Semoga memang begitu. Yaudah yuk, temani aku ngambil kebaya aku di Yuna Taylor.


Kemarin aku jahitkan disana" ajak ku kepada Uli.


"Kapan kamu beli kebaya?"


"Ingat gak sih kebaya yang pernah aku ceritain ke kamu? Kebaya itu yang diberikan Enggar untuk mengikatku" ucapku tertawa.


"Jadi maksudnya, kamu nanti mau memakai itu di acara martumpol kalian nanti?(martumpol itu artinya acara lamaran) "


"Gak sih. Ya pengen aja jahitin kebaya itu. Sayang banget harus disimpan di lemari" ucap ku.


"Oh begitu. Yaudah yoklah".


Sita mencoba mengenakan kebaya biru muda itu.


"Cantik banget loh Sit. Bagus banget di badan kamu apalagi kulit kamu putih. Aku suka banget" ucap Uli gemes.


"Makanya cepat cari pacar. Woooooo" ucap Sita meledek.

__ADS_1


"Sittttaaaaaaaa. Kamu kasih deh tuh pak Chong ke aku biar aku gak jomblo lagi" ucap nya manja.


"Bapak itu udah tua loh. Emang kamu mau sama dia? "


"Ya mau-mau aja asalkan itu nya masih hidup" ucap nya tertawa.


"Apa? yang hidup apa?" tanyaku kesal sambil mencubitnya.


Udah bukain ihh baju nya" ucapku kembali meminta tolong kepada nya agar membukakan kancing kebaya itu.


"Eitsssss.. tunggu dulu. Kamu harus berfoto dulu terus kamu kirim deh ke Enggar. Pasti dia senang ngelihat kamu yang cantik mengenakan kebaya ini".


"Oh iya" ucapku senang.


Uli mulai memfoto ku sampai berulang kali.


******Chat Sita untuk Enggar******


"Sayang..... Tadi aku udah jemput kebaya yang kemarin aku jahitkan. Udah selesai soalnya. Mau lihat gak hasilnya kalau aku pakai?" (16.28)


"Sayang lagi sibuk ya?" (16.36)


"Sayang, kalau nanti lagi gak sibuk hubungin aku dong. Aku rindu loh😢" (16.57)


Panggilan keluar 6 X


"Sepertinya kamu memang sibuk deh. Sayang jaga kesehatan ya. Aku gak mau kamu sakit. Kalau kamu sakit, separuh tubuhku juga sakit😭" (18.09)


"Sayang, aku rindu bangettttt😢. Aku pengen banget kamu ada disini, di malam ini. Aku lagi ada di taman tempat kita awal bertemu bersama Uli. Aku lagi nyari udara segar disini. Berharap ada kamu yang lewat mengganggu ku. Aku baik-baik saja disini" (Sita menangis senggugukan mengetik ini karena sudah tak kuat menahan rindu nya) (20.12)

__ADS_1


"Sayang, belum pulang ya? Kalau nanti sudah pulanh hati-hati ya di jalan. Kalau sayang udah gak sibuk lagi, balas pesan aku ya. Aku pengen tau kabar sayang disana. Btw ini aku udah pulang dari taman. Aku juga singgah ke warung Mba Dien mau membeli martabak manisnya, kesukaan kamu.


Mba Dien menanyakan mu. Kemana lelaki tentara yang ganteng itu? Aku bilang kalau kamu sedang berjuang mendapatkan restu untuk hubungan kita. Aku juga bilang kalau kita sebentar lagi menikah" (21.50).


Panggilan keluar 10 X


"Sayang...........Aku rindu. hiksssss..... hiksssss.. hiksssss"


Suara tangisan Sita memecahkan sunyi nya malam di kala itu.


Matanya tak bisa terpejam karena tak sedikit pun ia mengetahui kabar Enggar.


Tubuhnya hanya bisa terbaring lemah di tempat tidur itu


Ia tidur meringkuk sambil sesekali melihat handphone nya, yang berharap kalau-kalau Enggar menelepon nya.


"Kalau kamu sudah sampai di rumah kabari aku ya sayang. Aku capek banget satu harian ini. Di kantor banyak sekali kerjaan yang harus aku kerjakan apalagi Pak Direktur terus memaksaku untuk dipindah ke Papua. Tenang saja, aku tak menyetujui permintaan nya.


Aku akan bersama mu di Pulau Sumatera ini" (23.50)


"Sayang.... manatau kamu nanti buka handphone. Aku kirim foto aku ya. hehhehehee. Semoga sayang suka sama kebaya yang aku kenakan. Terimakasih ya sayang.


Aku istirahat duluan ya sayang. I love you" (01.22)


Sampai keesokan pagi nya, WhatsApp Enggar tetap saja ceklis satu dan nomor handphone nya tak bisa dihubungi.


Sita semakin kecewa dengan tindakan Enggar yang tak kunjung memberi nya tanda-tanda restu dari orangtuanya apalagi akhir-akhir ini Enggar tak bisa dihubungi.


"Kalau kamu memang tak mau memperjuangkan aku, kamu bisa bilang ke aku. Jangan menghilang seperti ini. Aku yang lelah mencari mu tanpa memberi jejak yang tak bisa aku temui"

__ADS_1


__ADS_2