Cintaku Rapuh

Cintaku Rapuh
Maafkan aku Enggar


__ADS_3

Aku masuk ke dalam kamar


"Ma, ayok makan yok" ajakku sambil membuka bungkusan makanan itu.


"Kamu beli sama Enggar dari depan" tanya mama bangun dari tempat tidur.


"Gak. Enggar sendiri tadi ma yang bawa. Sita gadak nyuruh dia buat antarin makanan ini kok. Lagian kenapa dia tau ya ma kita belum makan" tanyaku sambil menuangkan air mineral ke gelas mama.


" Mungkin waktu Sita bilang lagi beres-beres setelah inang penjual ulos tadi balik" jawab mama.


"Mungkin deh ma" jawabku kembali.


Kami menyantap makan malam itu dengan lahap. Entah itu karena dibelikan oleh Enggar atau makanan nya memang enak. Aku sudah tak tahu untuk menilai. Seperti jatuh cinta saja.


Setelah makan, aku dan mama duduk-duduk di tempat tidur sambil memainkan handphone ku.


"Enggar baik ya ma" ucapku tiba-tiba sambil memandang mama.


"Iya. Kamu juga harus baik nak ke dia. Kamu itu loh suka sekali merajuk, suka sekali langsung marah. Gak boleh loh begitu" ucap mama.


"Ya gak loh ma. Kan cuman bercanda. hehehehe" balasku memegang tangan mama.


"Yang penting kalian harus tetap akur, saling pengertian, jangan egois" ucap mama memandangku.


"Iya ma. Sita percaya kok Enggar lelaki yang selama ini Sita idam-idamkan. Baik, perhatian, dewasa, pokoknyaaaa sempurna di mata Sita" ucapku.


"Hemm...hemmmm. Kalau masih dalam fase jatuh cinta ya begitu. Baik, ini, itu dan lain-lain" ucap mama sambil memainkan bibirnya ke kanan dan ke kiri mengejekku.


"ihh mama, apaan sihh" rengek ku.


"Sudah-sudah tidur gih. Udah malam. Besok mau ibadah loh. Jangan sampai ketiduran kamu besok di gereja" ucap mama sambil membaringkan tubuhnya diatas kasur ku yang empuk.


"iya ma. Duluan aja. Sita belum mengantuk".


Aku bermain handphone sambil sesekali aku melihat akuarium kecilku yang berisi ikan ******.


aku memelihara ikan ****** hanya untuk hiburan aja sekalian karna ikut-ikutan juga sih dari teman-teman.


dripp...dripp..drippp


Rian: Hai Sita. Ini aku Rian yang tadi datang ke rumahmu.


Sita: Haiii Yan..


Rian: Lagi ngapain? Sibuk gak?


Sita: Gak sih.


Rian: Boleh aku telpon kamu?


Sita: Penting banget ya?


Chat aja gak bisa ya Yan?


Rian: ya boleh sih. Tapi ya pengen aja ngobrol sama ku Sit.


Sita: Yaudah deh. Sebentar aja ya. Soalnya aku udah mengantuk dan besok juga harus ibadah.


Rian: Ok Sita. Aku telpon kamu ya.


Dringggg......dringggg.... dring.......


iya


jangan kaget


aku sudah mengganti nada dering WhatsApp ku setelah Enggar meledek ku.


"Halo Sita" ucap Rian.

__ADS_1


"Iya Halo yan" balasku dari sini.


"Sita lagi ngapain?"


"Ya beginilah, menunggu mata ini terpejam untuk beristirahat" jawabku.


"Oh begitu. Makan malam apa tadi?" tanya Rian


"Makan nasi dengan lauk udang sambal" jawabku dengan nada ketus.


"Oh begitu. Nantulang udah tidur kah?"


"Sudah" ucapku.


"Oh iya ya. Kalau ada waktu kita jalan yuk. Dekay kok rumah kamu ke rumah aku. Bisa bisa aku tempuh lah melalui jalur darat" ucapnya dengan sedikit tertawa.


"Iya, kalau ada kesempatan ya" balasku.


"Kesempatan kan bisa kita ciptakan sendiri. Apalagi untuk pertemuan ini" balasnya.


"Iya, aku tidak berjanji" balasku.


Kami bertelepon kurang lebih 8 menit. Agak sedikit bosan sih dengan pembicaraan kami yang sebenarnya telah kami bicarakan ketika tadi berbincang di depan teras rumahku.


Karena suaraku kedengaran ke mama yang lagi tidur, akhirnya mama terbangun. Mama menyuruhku untuk tidur dan syukurnya Rian mendengar suara Mama ku ketika menyuruhku untuk tidur. Mama mengira Enggar yang menelpon ku.


"Sita, udah bisa tidur nak. Gak baik jam segini belum tidur-tidur. Udah larut malam loh" ucap mama setengah sadar.


"Iya ma" ucapku.


"Udah ya Yan. Mamaku sudah menyuruh ku tidur. Selamat malam" ucapku.


"iya Sita, selamat malam".


Aku memutuskan panggilan dari nya dan hendak mematikan data handphone ku.


Ha? Panggilan tak terjawab dari Enggar ada 3 kali.


Tittttttt....tittttttt.....tittttttttt...tiiittttttt


Tak ada jawaban dari nya.


Aku mencoba menelpon WhatsAppnya berkali-kali tetapi tidak ada jawaban padahal posisi nya berdering.


Aku mencoba juga untuk menelpon nya dengan menggunakan panggilan nomor biasa.


Sudah 2 kali aku menelponnya tapi tetap tak ada jawaban. Aku khawatir karena ini sudah larut malam. Aku juga lupa menanyakan apakah ia sudah sampai di rumah apa belum setelah makan malam tadi. Aku benar-benar dihantui rasa bersalah.


Tiittttt......tittttttttt.....


"Hm" ucap dari dalam panggilan itu


" Sayang, kamu kenapa? Udah sampai rumah? Aku lupa nanyak kamu tadi karena sangkin enaknya makanan nya. hehhehee" ucapku dengan manja.


"Ya. Tak apa-apa" ucap Enggar dengan nada ketus.


"Lah, kenapa? Ada yang salah ya? Aku salah? Kenapa jawabnya gitu" tanyaku.


"Jam segini, gak mungkin dong tulang (maksudnya papa aku) nelpon kan?" tanya dia kesal. Iya banget nelpon jam segini, ucapnya mengoceh.


Sontak aku terdiam dan gugup mau berkata apa.


"I.....y.aaaa sayang. ini, apa namanya" ucapku terbata-bata


"Udah jujur aja, aku gak marah kok" jawab Enggar meminta kejujuran ku".


"Maaf ya sayang. Tadi aku nelpon sama Rian, anak penjual ulos namboru tadi".


Belum aku selesai berbicara, Enggar memotong perkataan ku.

__ADS_1


"Yasudahlah. Gak usah dilanjutkan. Nanti aku makin kesal, makin kecewa." ucap Enggar langsung terdiam.


"Kok gitu sih sayang... Maafkan Sita ya sayang. Pliss. Sita tau Sita salah.. Aku udah ngasih nomor Sita ke dia. Sita udah ngizinkan dia untuk nelpon Sita. Sita udah ngangkat telpon dia. Maafin aku sayang" ucap Sita menangis merengek dan keluar menuju teras rumah.


Enggar hanya terdiam.


Sita mematikan panggilan nya dari nomor biasa dan mencoba untuk video call dengan Enggar.


Tittttttt....tittttt....titttttt


"plissss jawab gar" ucap Sita sambil menangis.


Enggar memjawab video call dari Sita.


"Sayang, maafkan aku. Plisss" ucap Sita menangis.


" Yasudahlah. Udah terjadi juga. Sekali lagi jangan gitu ya sayang. Aku gak mau kamu diganggu oleh lelaki lain. Aku sedih kalau kamu berhubungan dekat dengan lelaki lain" jawab Enggar dengan nada sendu.


Sita menangisss dan tak menjawab Enggar.


"Yaudahlah sayang. Gausah nangis. Aku udah maafin kok. Jangan diulangi lagi ya. gausah di chat-chat deh itu orang. Gak usah diangkat juga telponnya" ucap Enggar menenangkanku


"iya" ucapku yang juga masih menangis.


"yaudah sayang jangan nangis lagi ihhhh. Kenapa kamu yang jadi nangis sih. Aku yang di duain" ucap Enggar.


"Gak di duain loh sayang, kami cuman ngobrol biasa aja kok, gak lebih" balasku meyakinkan Enggar.


"iya iya. Yaudah deh sayang ahh. Hapus air matanya. Cengeng banget sih. Kamu diluar ya ini" tanya Enggar memperhatikan ku".


"Iya sayang" balas ku.


"Udah udah. Kamu masuk sekarang. Udah larut malam ini. ngapain di luar sendiri. Udah udah. masuk sayang" ucap Enggar menyuruhku dengan tegas untuk masuk ke rumah".


"Iya ini aku masuk kerumah" balasku.


"Yaudah deh maafkan aku yang terlalu kekanak-kanakan. Mungkin karena aku takut kehilangan kamu Ta" ucap Enggar dengan nada sendu.


" Iya sayang gak apa-apa. Aku gak akan ulangin lagi" balasku.


"Ok deh. Kita istirahat ya sayang. I love you. Good night" ucap Enggar.


"Love you too sayang. Night too" jawabku sedikit legah.


*Flashback*


Jadi ketika kami berada dalam toko kebaya


Papa menelpon ku dan kebetulan nada dering handphone ku yang lama di dengar oleh Enggar.


Dia menertawakan ku.


"Jadul banget sayang lagunya. Itu lagu bapak-bapak loh" ucapnya meledekku sambil tertawa. Ganti ihh..


Aku hanya memandang matanya dengan tajam sambil menjawab telpon dari papaku.


"Iya pa, Ini Sita lagi sama mama di toko kebaya" ucapku membalas pertanyaan papa.


Sembari aku mengangkat telpon papa. Enggar selalu berceloteh pelan dan memang pelan sekali, sehingga tak kedengaran oleh papaku.


Iya tulang, Borumu lagi bersama Helamu ini.


Tulang Borumu cerewet kali.


Tulang berapa harga sinamot si Sita ini?


Tulang kasih lampu hijau ya sama ku.


Tulang marga Nadeak helamu.

__ADS_1


Kalimat-kalimat diatas yang aku ingat ketika ia ucapkan selama aku bertelepon dengan papa.


Ia berbicara dengan suara pelan dan sambil sesekali mendekat kepadaku.


__ADS_2