Cintaku Rapuh

Cintaku Rapuh
Kunjungan Direktur


__ADS_3

Satu Minggu sudah aku menghabiskan waktu untuk istirahat dirumah.


Dan benar saja, aku hanya kelelahan. Buktinya setelah aku beristirahat beberapa hari ini aku kembali sehat dan lebih fresh.


Aku terlalu bersemangat hari ini untuk masuk ke kantor setelah aku cuti ditambah dengan adanya kunjungan dari pemilik saham terbesar ke perusahaan kami.


"Aku harus berpenampilan menarik. Aku tak boleh sedikit pun terlihat tak sempurna di depan para direktur dan orang-orang hebat nanti" ucap Sita berkaca di depan meja riasnya.


Pak Chong, Mila dan karyawan-karyawan lainnnya sudah mempersiapkan semuanya.


Sita juga membantu mengarahkan Mila melalui virtual baik segi dekorasi, konsumsi dan properti-properti yang akan digunakan dalam penyambutan itu.


"Selamat pagi semua" ucap Sita menyapa orang yang ada di dalam kantornya.


"Pagi Bu. Senang bisa kembali melihat ibu bersemangat" jawab salh seorang karyawan nya.


"Terimakasih. Siap dengan hari ini? Kita akan berjumpa dengan orang-orang hebat, petinggi-petinggi perusahaan kita, direktur dan pemilik saham terbesar perusahaan kita" ucap Sita bersemangat.


"Siap dong Bu" jawab semua dengan kompak.


"Baiklah, kita tak boleh sedikitpun lalai selama mereka berkunjung. Kita harus memberikan pelayanan terbaik. Bisa?" ucap Sita tersenyum lepas.

__ADS_1


"Bisa Bu".


Tepat jam 10.00 Wib Direktur perusahaan tiba terlebih dahulu dan memilih masuk ke ruangan pak Chong.


Semua karyawan memberi hormat dan tersenyum ramah kepada Pak Christian bersama rombongannya. Tak sungkan juga Pak Christian membalas sapaan dari setiap karyawan yang menyapanya. Pak Christian adalah Direktur Utama di perusahaan ini.


Kami semua berkumpul dalam suatu ruangan yang cukup besar. Ruangan ini dipakai ketika acara besar, kegiatan meeting besar maupun kunjungan seperti sekarang ini.


Saya menyambut hangat pak Direktur bersama rombongan ketika mulai masuk ke dalam ruangan itu.


"Halo Pak, Selamat datang" ucap ku tersenyum ramah yang diikuti oleh Mila dan karyawan lainnya.


Kami berbincang-bincang dengan Pak Christian dan rombongan. Tak jarang di sela-sela pembicaraan kami, Pak Direktur memuji kinerja Sita.


Dringggg......dringggggggg...dringggggg


Handphone pak Chong berbunyi.


"Izin Pak, saya angkat telpon sebentar" ucap Pak Chong berbisik kepada pak Direktur.


Kala itu, acara kunjungan ini belum dimulai karena harus menunggu seseorang yang sangat penting dalam perusahaan ini.

__ADS_1


"Halo. Selamat pagi Pak" ucap pak Chong dengan hati-hati sekali.


Cukup lama Pak Chong berbincang di dalam telpon tersebut.


Tiba-tiba ruangan itu hening seraya pak Chong mengumumkan untuk memulai acara tersebut karena seseorang yang seharusnya datang menghadiri acara kunjungan ini tak bisa datang karena istrinya masuk rumah sakit.


Sita sedikit sedih dan kecewa karena ia ingin sekali bertemu orang hebat tersebut yang konon katanya berperan penting dalam kemajuan perusahaan ini mulai dari berdirinya perusahaan ini.


Tak lama, acara kunjungan itu telah selesai. Sita sudah selesai mempresentasikan seluruh kurva kemajuan dari perusahaan ini.


Pak Direktur benar-benar kagum dengan kinerja Sita dan tim nya dalam memajukan perusahaan itu.


"Kalau kamu mau, saya pindahkan untuk bekerja di Papua bagaimana? Di sana membutuhkan kinerja seperti mu. Disana ada dua anak perusahaan kita" ucap Pak Christian.


Sontak aku kaget karena aku tak ingin jauh dari keluarga dan jauh dari Enggar kekasihku.


Lagian, sebentar lagi aku juga bakalan menikah.


"Ag..hhhhhh...Bapak bisa saja" jawabku terbata-bata karena kaget dengan pertanyaan itu.


"Saya pengen di Sumatera saja Pak. Saya gak bisa hidup di kampung orang" ucapku kembali menolak halus.

__ADS_1


"Pikirkan saja dulu Sita. Manatau kamu berminat. Setelah dari sana, kamu bisa membuka perusahaan baru. Yang mungkin lebih hebat dari perusahaan ini" ucap Pak Christian tersenyum.


Aku tak lagi menjawabnya dan hanya tersenyum lebar kepadanya.


__ADS_2