Cintaku Rapuh

Cintaku Rapuh
Aku bertemu Mama


__ADS_3

Udah jam 12 nihh, aku harus jemput mama.


aku memesan kendaraan online untuk jemput mama.


"Halo Mba, saya sudah di depan, ucap supir tersebut".


"Ok, baik pak. Saya akan keluar, jawabku terburu-buru sambil mengambil tas ku".


----Sampai di loket---


"Mama...., sambil ku memeluk mama".


"Umachhh..... umachhh, mama mencium pipiku".


"Ayo ma, Sita sudah memesan driver".


Kami masuk ke dalam mobil dan berlalu dari tempat itu.


Argggghhh..... "Mama lelah sekali, ucap mama sambil meletakkan tasnya ke lantai. Ambilkan mama air putih nak, pinta mama".


"Ini ma, ucapku sambil memberikan segelas air putih".


"Ma, kita makan sekarang, tanyaku".


"ihhh jangan dulu lah nak, mama masih capek, keluh mama".


"Yaudah deh ma, mama istirahat aja dulu, jawabku".


Akhirnya mama istirahat.


Aku membuka WhatsApp ku yang sudah banyak pesan masuk.


dripppp.... drippppp...


Sita, udah makan siang (12.56)


Makan siang apa? (12.58)

__ADS_1


Sita lagi sibuk ya? (13.03)


Sita, kalau pun masih sibuk jangan lupa makan siang ya (13.20)


Sita, kalau kamu tak membaca dan membalas pesan ku, aku akan telpon kamu pukul 14.05 nanti untuk memastikan kamu baik-baik aja (13.45)


Itu semua isi chat Enggar yang masuk ke WA ku.


aku tak membalas nya dengan sepatah kata apapun.


aku mempersiapkan makan siang kami, kalau-kalau mama nanti akan bangun


...Putus lagi cintaku...


...Putus lagi jalinan kasih...


...Sayangku dengannya...


...Cuma karena rupiah...


...Tak mau menatap lagi...


seperti biasa nada dering WA ku berbunyi.


Sontak membuat mama terbangun tapi kembali tidur lagi.


"Halo, jawabku dengan suara pelan dan nada berbisik".


"Halo Sita, kamu baik-baik saja kan?, tanya Enggar kepadaku".


Dengan suara berbisik aku menjawab, "aku bukan anak kecil, aku tau jaga diri.Dan hidupku bukan urusanmu".


"Sita,,, kumohon berbicaralah sungguh kepadaku. Aku tingin tau keadaanmu, jawab Enggar".


"AKU BAIK-BAIK SAJA, dengan nada kesal dan suara sedikit keras".


Suara ku yang sedikit keras membuat mama terbangun dan aku bergerak keluar untuk menjauh dari mama

__ADS_1


"Sita, kamu kenapa nak, kenapa nada suaranya begitu? Gak baik loh marah" nak, ucap mama sambil menyiapkan nasi di piring.


"Ga ma, ini ada teman iseng, jawabku".


"yasudahlah, mari kita makan dulu, ucap mama".


"Aku mau makan siang dulu, jangan telpon aku dulu, ujarku kepada Enggar".


"Iya Sita, makan yang banyak ya, jawab Enggar".


aku langsung memutuskan panggilan itu.


"Kalau ada masalah sama teman jangan langsung emosi dong nak, ucap mama sambil mengajak ku berdoa untuk makan".


Aminnnn


"Iya ma, Sita hanya sedikit kesal aja sama teman Sita, jawabku".


"Teman Sita yang mana? Biasa juga Sita cerita sama mama. Bukan Kael lelaki brengsek itu kan?, tanya mama dengan sedikit tertawa".


"Ihhh mama apaan sih, dia udah mati kali ma di laut, jawabku dengan nada kesal".


"Ihh jangan baper dong anak mama, kan mama cuman bercanda , jawab mama sambil menyenggol tubuhku".


"Ya gak baper sih ma, cuman kesal aja dengar nama dia lagi disebut. Apalagi pas makan gini, ucapku".


"Iya iya, jawab mama".


Selesai makan, mama memintaku untuk mengambilkan tas yang berisi buah rambutan.


"Ihhh mama gak bilang bawa rambutan. Emang rambutan kita udah berbuah ya Ma, tanyaku".


"Udah, Kezia aja udah ngejual rambutan di depan rumah, jawab mama sambil tertawa".


"Astaga itu anak ya memang, apa" selalu jadi cuan, jawabku sambil memakan rambutan itu".


"Namanya juga kancil, si cerdik, jawab mama".

__ADS_1


__ADS_2