CINTAKU YANG RUMIT

CINTAKU YANG RUMIT
Bab 13


__ADS_3

Dimas menghampiri ibunya yang sedari tadi menjerit menangis. ternyata ayahnya jatuh pingsan dikamar mandi dan tak sadarkan diri.


Dimas, adiknya dan ibunya panik dan menangis melihat keadaan ayahnya yang tak sadarkan diri.


'ibu.. Ayah kenapa??koq bisa jatuh dikamar mandi" dimas panik dan menagis melihat keadaan ayahnya yang sudah tak sadarkan diri.


akhirnya dimas minta tolong dengan tetangganya untuk membawa ayahnya ke rumah sakit terdekat. didalam mobil mereka hanya menangis, ibunya masih merasa bersalah karena melihat suaminya sudah terkapar dikamar mandi.airmatanyapun semakin deras dan melihat orang yabg dicintainya sudah tak sadarkan diri.


"ibu.. kejadiannya tadi gimana bu" bukannya ayah sehat saja" dimas menangis dan takut kehilangan ayahnya.


"ayahmu tadi kekamarmandi, terus ibu heran koq sudah sejam ga keluar dari kamar mandi. ibu gedor-gedor pintunya tapi ayahmu ga nyahut dari dalam kamar mandi" ibunya menangis lagi


"ibu buka paksa pintu kamar mandinya, pas ibu lihat ayah udah pingsan di kamar mandi berlumuran darah"ibunya makin menangis sejadi-jadinya.

__ADS_1


"dimas,,,, ibu ga kuat melihat ayahmu begini"merekapun menangis melihat kondisi ayahnya.


"sabar bu,, semoga bapak cepat ditangani pihak rumah sakit dan segera sadar"pak hadi berusaha menguatkan mereka.


ibunya dan kedua anaknya hanya menangis dan berdoa semoga ayah mereka segera sembuh. dimas memegang erat tangan ayahnya, semoga ayahnya bisa merasakan tangan anaknya yang dia cintai.


Sampai di rumah sakit team dokter dan perawat langsung membuat tindakan.mereka melihat ayahnya dikasi oksigen dan infus oleh perawat dan luka dikepala ayahnya sudah dijahit dan diperban.


tapi ayahnya belum sadar, akhirnya ayahnya di rongsen dan ternyata hasil diagnosa dokter menyebutkan bahwa ada gumpalan darah dikepala dan pecah pembuluh darah sehingga ayahnya tidak sadarkan diri.


" apakah ayah saya masih bisa disembuhkan" dimas berharap ayahnya segera sadar dan bisa berbincang dengannya.


" kami tidak bisa menjamin, tetapi kami akan berusaha semampu kami. Kalian berdoa kepada Tuhan supaya ada muzizat diberi kesembuhan" dokter menjelaskan kepada keluarga besar dimas.

__ADS_1


"ibu belum siap kalau ayah kalian akan pergi meninggalkan kita," ibu dimas masih menangis. Dimas berusaha tegar didepan ibu dan adiknya.


ayah segera dimasukkan keruangan ICU untuk dirawat di ruang incentif. dan tidak boleh ada yang menjeguk selain keluarga dekat dan sesuai jadwal kunjungan pasien.


Mereka hanya memandangi ayahnya dari luar, setiap melihat ayahnya terbaring tak sadarkan diri air mata jatuh membasahi pipi ibunya dan dimas.


"ibu harus kuat dan jaga kesehatan, smoga ayah segera sadar dari komanya"dimas dan adiknya memeluk ibunya agar mereka saling menguatkan.


Tak lama keluarga besar dimaspun berdatangan dan bergantian menjaga. ada yang bawa makanan dan buah agar ibu, dimas adiknya bisa makan. dimaspun mengantar bapak hadi ke tempat parkir


" makasih ya om atas bantuannya, maaf saya ga bisa ikut antar pulang kerumah. doakan ayah saya ya om" dimas menangis, karena pak hadi adalah teman ayahnya dari kecil dan pak hadi tau betul kalau ayah dimas adalah ayah dan suami yang baik dan pekerja keras.


" ga apa-apa dimas, om ngerti koq. kalian sabar ya menghadapi ujian ini. semoga ayahmu cepat sadar dan segera sembuh" pak hadi berusaha menguatkan dimas

__ADS_1


kemudian pak hadipun masuk ke dalam mobilnya dan langsung pergi meninggalkan rumah sakit menuju rumahnya.


__ADS_2