
Minggu Dimas kerumah astrid lagi untuk meminta maaf lagi ke astrid.Dimas berharap usahanya hari ini tidak sia-sia. Dimas berusaha meyakinkan astrid dan memaafkan dimas.
Astrid masih belum keluar dari kamarnya, ponselnya masih diabaikan karena dimas masih mencoba merayunya. Retno mencoba meyakinkan astrid dan memaafkan dimas.
"Astrid dimas sudah menunggumu di bawah, mama minta kamu keluar segera. kasihan dimas dari kemaren dia uda datang tapi kamu masih abaikan dia. Kalian bicarakan baik-baik berdua ya"
Astridpun akhirnya luluh dan keluar dari kamarnya, dia melihat dimas duduk di kursi teras dengan wajah cemas. Dimas membalikkan tubuhnya ternyata astrid sudah ada disebelahnya. Dimas memberikan senyuman dan menarik napas panjang.
"akhirnya kamu keluar sayang, maafin aku ya uda ngecewain kamu. aku janji ga ngulangin kesalahan yang sama. kamu jangan ninggalin aku ya" dimas mencoba memeluk astrid.
Airmata astrid mengalir karena dilena cintanya kepada dimas lebih besar dari pada sakit hatinya. Astrid berusaha memaafkan kesalahan dimas.
" kamu janji ya sayang, jangan kecewain aku lagi! astridpun memeluk dimas yang tegap. Dimas membelai rambut panjang astrid dan mencium bibir astrid dengan lembut dan menghapus air matanya
" wulan itu anak atasanku, dan kami sering pergi bersama karena urusan kerja. Wulan memang anaknya manja makanya aku ga bisa menghindar. kamu taukan aku baru dipromosikan di perusahaaan itu. semenjak aku diberi kepercayaan aku bisa mendapatkan apapun tapi itu demi kita nanti sayang"
__ADS_1
dimas menggemgam tangan astrid.
" tapi kenapa kamu harus bohong padaku, setidaknya kamu jujur" astrid masih saja menangis
"aku sebenarnya sudah ada rencana ingin melamarmu tapi waktunya belum tepat, beri aku waktu. dan percayalah padaku sayang" dimas memegang wajah pacarnya.
" kamu janji ya" astrid memeluk dimas lagi. akhirnya dimas meluluhkan hati astrid dan hubungan merekapun kembali baik seperti sedia kala. Cinta itu memang buta astrid, karena cintamu lebih besar, kamu mencoba menutup kenyataan.
wajah ceria astrid dan dimas kembali dan dimas mengajak astrid kepantai dengan mobil barunya.
astrid mandi dan memakai baju santai dan pamit kepada kedua orang tuanya.
dipinggir pantai astrid dan dimas rebahan diatas kursi panjang yang disediakan untuk wisatawan. astrid menikmati air kelapa muda dengan nikmatnya, rambutnya kadang dikibaskan oleh angin laut.
Dimas sengaja mencari villa yang sepi pengunjung untuk privasi mereka.
__ADS_1
" sayang... makasih ya uda selalu disampingku, mendukungku selama ini, kalau ingat dulu waktu pacaran. duitku ga ada dan kamu yang selalu membantuku, mulai sekarang aku akan membahagiakan kamu!!
dimas memeluk astrid, dimaspun mencium mesra bibir merah astrid. merekapun saling berbalas dan melepaskan kerinduan mereka. Ciuman kali ini rasanya berbeda bagi mereka berdua, apakah karena api cemburu, membuat astrid dan dimas mulai terbuai.
Dimas ******* bibir seksi astrid dan tangannya meremas rambut astrid sampai rambutnya mulai kusut. tanpa sadar dimas meraba payudara astrid dan meremasnya. Dimas terlena hingga benda pusaka mulai menegang dan menyentuh tubuh astrid.
Astrid kaget dan sadar diri, dan mendorong tubuh dimas kencang.
Astrid melihat kesekeliling tidak ada orang. " sayang... kita belum suami istri nanti dilihat orang?? astrid mulai merapikan posisi duduknya.
"maaf sayang aku khilaf tapi aku masih kangen kamu.." kemudian dimas mencium bibir astrid lagi, astrid mendorong tubuh dimas lagi.
"sayang... aku mau mandi dulu, kita pulang ya takut macet dijalan. Astrid langsung pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya dari air laut.
Dimaspun menyusul dan bergantian mandi. Dimas dan astrid akhirnya meninggalkan villa tersebut. Dimas sebenarnya malu dengan kejadian sore tadi.
__ADS_1
"sayang.. maaf ya, kamu marah ya karena kejadian tadi??aku lupa diri tadi, untung kamu ingat. nanti kalau kita nikah, jangan kamu tolak ya hheheee.... harusnya kamu senang donk kalau pacarmu ini masih normal!! dimas mencoba mencairkan suasana
" tapi ga ditempat umum juga sayang, kalau kamu ga normal . pasti aku putusin kamu!! astrid menjatuhkan pandangannya kedepan sebenarnya dia malu pada dimas.