
Rangga sudah sempoyongan karena sudah menghabiskan wine 2 botol. Melihat Rangga yang sudah keadaan mabuk, Hendra menghentikan Rangga untuk meminum botol berikutnya.
"Rangga kamu sudah kebanyakan minum dan kamu sudah mabuk berat, ga baik untuk kesehatanmu?? Hendra menyingkirkan gelas dan botol dari tangan Rangga.
"aku masih mau minum, winenya masih banyak...winenya harus habis semua baru bisa pulang" Rangga mengucapkannya dengan terbata-bata karena mabuk.
" Pak yanto sudah di depan rumah nungguin kamu, tadi aku suruh jemput kamu kesini" Hendrapun memopong Rangga masuk ke mobil.
" Aku bisa jalan sendiri, aku ga mabuk" Rangga menepis tangan Hendra
" Rangga.. Ranggga...Uda mabuk berat, jalanya juga sudah sempoyongan. masih saja ingin jalan sendiri" Hendra hanya geleng-geleng dengan tingkah Rangga
" Pak Yanto... bawa Rangga pulang ya, kasihan Astrid uda nungguin dia di rumah"
__ADS_1
"Baik mas Hendra, saya pergi dulu" Yanto melajukan mobilnya dan hanya geleng-geleng kepala melihat majikannya mabuk.
Sampai di rumah Rangga masuk ke kamarnya di bantu pak Yanto. Para Asisten hanya saling memandang dengan kelakuan Rangga yang akhir-akhir ini pulang dalam keadaan mabuk berat.
Rangga melihat Astrid tertidur pulas dan melihat jam sudah pukul satu pagi. Rangga memandangi istrinya dengan wajah sedih dan menangisinya. Diam-diam Rangga membuka dompet Astrid kembali dan mencari foto dimas yang sudah tidak ada lagi.
Rangga buka lagi dengan perlahan-lahan untuk memastikan lagi tapi foto itu sudah tidak ada. Rangga dengan sempoyongan berjalan menuju tempat tidur. Ranggapun merebahkan tubuhnya di ranjangnya.
Rangga melihat Astrid tertidur memakai baju kerja dengan wajah pucat. Tapi karena keadaan mabuk dan pusing Rangga mengabaikannya.
"Cuek sekali dia.... Suaminya sudah datang dalam keadaan mabuk tapi dia tidak bangun juga" Rangga merendam tubuhnya dengan air hangat dan menggosok tubuhnya dengan sabun.
"Tumben dia tidur dengan baju kerja begitu, apakah Astrid benar-benar sakit? " Rangga berusaha menepis pikirannya dan berusaha untuk tidak peduli.
__ADS_1
Rangga memakai baju tidurnya dan mendekati Astrid kembali untuk memastikan keadaan istrinya. Rangga memegang kening Astrid dan suhu badanya panas.
Astrid benar-benar pulas tidurnya dan tidak bergeming sedikitpun. Astrid tidak tau kalau Rangga memperhatikannya selama tidur. Karena gengsi terlalu tinggi akhirnya Rangga mengurungkan niatnya untuk membangunkan Astrid dari tidurnya.
Rangga pergi kedapur dan membangunkan Asistennya untuk menyiapkan mi instan goreng karena lapar. Akhir-akhir ini Rangga suka makan dan sering lapar mungkin efek stress. Ranggapun melahap habis mi instan gorengnya.
"mpok... Tadi Astrid uda makan belum??
"Belum pak,,, seharian ini belum keluar dari kamarnya, sepertinya ibu lagi sakit pak soalnya ibu cepat pulang dari kantor"
" mungkin Astrid lagi kecapean kerja" Ranggapun pergi ke kamarnya dan kembali lagi memeriksa istrinya.
Astrid benar-benar tertidur pulas dan tidak bergeming sedikitpun. Melihat tertidur pulas, Rangga tidak tega dan menyelimuti istrinya kembali.
__ADS_1
Ranggapun merebahkan tubuhnya di sofa dan memejamkan matanya dengan sejuta khayalan yang terlintas dibenaknya. Mungkin karena mabuk dan perut sudah kenyang akhirnya Rangga tertidur pulas.
Seharian ini mereka benar-benar tidak berbicara dan bertatap muka sama sekali. Suasanapun seperti hidup di kota mati karena keduanya masih bersama dengan egonya masing-masing.