
Dimas sudah menunggu Astrid di kampus, sudah pukul 12 siang. Tak selang 30 menit sudah muncul astrid dengan wajah senyum. Astridpun pamit duluan dengan sahabatnya.
Dimas dan astrid akhirnya bertemu karena hampir sebulan tidak bertatap muka semenjak kepergian almarhum ayah dimas.
Dimas dan astridpun pergi ke cafe tempat mereka biasa makan. Pegawai cafe sudah mengenali mereka. sambil makan mereka mengobrol dan sekali tertawa karena dimas bikin cerita lucu.
"astrid malam minggu jalan yuk, soalnya kita belum jadi nonton di bioskop karena ayahku sakit dan meninggal."dimas sudah tak sabar mengutarakan isi hatinya, hanya saja waktu belum berpihak padanya.
"boleh,,, namanya juga musibah, santai aja dimas" astrid senangnya luar biasa.
"aku senang dimas langsung diterima kerja, dan moga sukses dalam berkarir" astrid kasih semangat ke dimas.
" Aku bisa bantuin ibu menyekolahkan adikku sampai dia tamat nanti" dimas mengutarakan tanggung jawabnya sebagai kakak.
" aku salut denganmu dimas, dimas benar-benar anak yang berbakti, almarhum ayahmu pasti bangga padamu" astrid bahagia rasanya dan merasa tidak salah pilih.
__ADS_1
" kami bukan orang kaya astrid, makanya aku harus kerja. kalau ga kerja kami mau makan apa??, makasih ya suportnya" dimas senang karena astrid mulai mendukungnya.
"tante gimana keadaannya, smoga tante kuat ya. menjadi single parent itu ga gampang lho" astrid khawatir dengan kondisi ibu dimas semenjak kepergian suaminya
"Alhamdulilah ibu sudah tegar, kadang masih menangis setiap melihat foto ayah" dimas menundukkan wajahnya
"Kalian sudah memberikan yang terbaik untuk almarhum dimasa sakitnya, Dia sudah bahagia di surga, kamu harus kuat dan semangat ya, karena segala sesuatunya ada prosesnya." astrid memegang tangan dimas, dan dimaspun membalasnya.
Tapi dimas ingin sekali mengutarakan isi hatinya tapi niatnya ditahan dulu tunggu momen yang tepat. astrid sudah tak sabar menunggu dimas mengutarakan isi hatinya hanya saja astrid harus menunggu.
" dimas minum apa??? mbok elly senyum melihat dimas.
" saya minum kopi aja mbok"dimas membalas senyum mbok elly, dan mbok elly pergi kedapur buat goreng pisang dan kopi.
Disana mereka bertiga berbicara dan makan pisang goreng buatan mbok elly.
__ADS_1
"Enak banget gorengnya mbok, coba kalau dijual pasti cepat habis hahahaa..." dimas memuji masakan mbok elly.
"Itu baru gorengan lho dimas, kamu belum menyicipi masakan mbok elly. bakalan ketagihan hahaaaa...."mbok elly bahagia melihat astrid.
"neng bisa aja"mbok elly makin sungkan
"mbok kedapur dulu ya neng, soalnya uda sore mau masak dulu"mbok elly pamit pergi kedapur
Astrid menceritakan tentang mbok elly dan tentang keluarganya dan tak lupa hobby ayahnya memelihara burung. dimas sudah tak asing lagi dirumah astrid, walaupun masih segan terhadap orangtua astrid.
Dimas sebenarnya merasa minder dengan astrid, karena dimas hanya keluarga biasa. walaupun sebenarnya keluarga astrid tidak pernah melarang anaknya berteman sama siapa aja. Astrid sudah di didik orangtuanya untuk selalu rendah hati dan tidak sombong.
"Astrid aku pulang dulu ya"dalam hati dimas masih kurang lama melepas rindunya tapi karena sudah sore akhirnya dimas beranjak pergi.
"hati-hati dijalan ya"Astrid melambaikan tangannya dan astrid masuk kerumah untuk mandi dan makan malam bareng mbok elly.
__ADS_1