
Dua tahun sudah berlalu hubungan astrid dan dimas masih baik-baik saja. Astrid juga sudah menyelesaikan kuliahnya. Astrid meneruskan usaha ayahnya yang bergerak di furniture karena Astrid putri satu-satunya.
Bambang ingin pensiun dan menikmati hari tuanya dan astrid ingin mengembangkan perusahaan ayahnya menjadi besar. Karir Dimas di perusahaan dia bekerja juga sudah mulai menunjukkan hasilnya.
Dimas diangkat sebagai manager karena kepintaran dan kerjakerasnya selama ini.Hubungan keluarga Dimas dan Astrid juga sudah menjalin silaturahmi yang baik.
Kedua keluarga juga sudah memberi saran agar Dimas dan Astrid sudah sebaiknya menghalalkan hubungan mereka selayaknya suami istri. yanti adik dimas juga sudah subuk dengan kuliahnya.
Akhir pekan astrid dibawa kerumah Dimas dan tidak biasanya winda bicara serius kepada Dimas dan Astrid.
"Dimas dan Astrid kalian sudah 2 tahun pacaran dan juga sudah sama-sama bekerja, kapan rencana kalian menikah???
Dimas menelan air ludahnya karena kaget dengan pertanyaan ibunya.
__ADS_1
"dijalani aja dulu bu sekalian menabung, toh juga kami pacaran serius koq" wajah dimas dan astrid mulai tegang.
"kamu astrid gimana???, jangan terlalu lama pacarannya! ibu sudah ingin menimang cucu dari dimas supaya tidak kesepian di rumah. Teman ibu sudah pada punya cucu semua" winda memperhatikan wajah anaknya dan astrid
"iya bu,,,,saya sependapat dengan dimas. kami mau menabung dulu" sebenarnya di benak astrid, sebagai wanita astrid hanya menunggu keputusan Dimas.
Astrid sudah siap dinikahi oleh Dimas tetapi dimas belum membicarakan hubungan mereka ke jenjang pernikahan. Orangtua Astrid juga sudah menanyakan rencana mereka selanjutnya, jawabannya sama dengan winda.
"ibu... sabar ya, kalau kami sudah siap baru kita bicarakan lagi" dimas memberikan harapan kepada ibunya.
"ywd ibu tidur dulu ya, kalian ngobrol aja berdua" winda pergi kekamar dan tinggallah Dimas dan Astrid. Astrid tidak bergeming dan dimas menggemgam tangan Astrid dengan kasih sayang.
"Sayang aku bukannya ga cinta sama kamu, tapi beri aku waktu agar hidupku lebih mapan lagi. Demi masa depan kita nantinya, posisiku sekarang masih baru dipromosikan atasanku alangkah baiknya kita undur tahun depan" Dimas memeluk tubuh Astrid dan membelai rambut panjangnya.
__ADS_1
"aku akan selalu menunggumu sayang dan aku akan mendukungmu selalu" Astrid menghela napasnya. Dimas mendekati bibir astrid dan ******* bibir merah astrid yang seksi.
Ciuman keduanya berbalasan dan mereka terbuai malam itu. Tangan Dimas melingkar dileher astrid agar ciumannya semakin memanas.tanpa sadar barang pusaka Dimas menegang dengan ciuman itu.
Astrid mendorong badan dimas, agar menghentikan ciumannya
"sayang... uda malam, antar aku pulang ga enak ama ibu dan yanti" Dengan wajah memerah Dimas ambil kunci dan menyalakan motor gedenya.
Merekapun pergi kerumah Astrid, diperjalanan mereka hanya diam saja. Dimas merasa malu dengan kelakuannya, kali ini Dimas tidak bisa menahan hasratnya kepada Astrid. Astrid tidak menyangka dengan ciuman itu barang pusaka Dimas mulai menegang.
Diperjalanan astrid hanya menghela napas dan membayangkan kejadian itu. Sesampainya dirumas astrid, dimas mencium kening astrid " met tidur ya sayang,,, maaf ya kejadian tadi, aku langsung pulang ya" dimas malu dengan kejadian tersebut.
" hati-hati ya sayang by..by.." Astrid hanya tersipu malu dengan kejadian itu. tidak bisa dibayangkan jika ada yang melihat barang pusaka dimas menegang.
__ADS_1