
Fisik astrid masih lemah tak berdaya, demamnya juga belum turun. Kepalanya masing pusing. akhirnya Astrid merebahkan tubuhnya di kasur empuk.
Rasanya badannya remuk dan menggigil karena kedinginan. walaupun sudah memakai selimut tebal tapi astrid masih merasa dingin. Rangga mengukur suhu tubuh astrid 40°c, Rangga mencoba memberikan kompres air hangat dan melepaskan selimut yang melekat di tubuh astrid.
Astrid mengigau dalam tidurnya, sekali-kali dia menangis mengeluarkan air matanya. Mungkin astrid masih belum melepaskan semua bebannya dan menyimpannya didalam hatinya.
Rangga masih terjaga dari tidurnya dan menggantikan kompres agar panas astrid menurun. Rangga hanya bisa menatap dan menggemgam tangannya dan mencium kening astrid.
Jam 4 subuh akhirnya suhu badan astrid normal kembali, karena lelah dan mengantuk karena akhirnya rangga tertidur disamping astrid.
Astrid bangun dari tidurnya, dia melihat rangga tertidur pulas disampingnya seperti bayi mungil yang tak berdosa. Saking pulasnya tidur, Rangga tidak berkutik sama sekali. Rangga tidak menyadari kalau astrid sudah memandanginya dengan puas.
Astrid melihat tangannya di gemgam oleh rangga. Astrid memiringkan badannya dan wajah merekapun saling berhadapan.
Astrid diam-diam mencium kening rangga dan berbisik " terimakasih rangga" astrid membisikkannya dengan lembut ditelinga rangga, tapi rangga masih tertidur pulas.
__ADS_1
Astrid memeluk rangga dan menikmati semua pemandangan yang ada didepan matanya. Astrid tidak sadar kalau rangga sudah bangun dari tidurnya.
Jarak wajahnya dengan rangga hanya beberapa centimeter. Disaat astrid memandanginya dan memainkan jemarinya di hidung mancung Rangga. Rangga terbangun dan mata merekapun bertemu.
Jarinyapun terhenti karena sadar kalau rangga juga sedang menatapnya. Mata mereka begitu teduh dan pandangan rangga begitu sendu. Astrid melihat tatapan mata rangga begitu mencintainya dengan tulus.
Rangga memberikan senyuman dan mencium kening astrid dan astrid memejamkan matanya kalau dia juga menginginkannya.
"selamat pagi sayangku,, akhirnya kamu sembuh" Rangga mencium bibir astrid dengan lembut.
Rangga bangun dari tempat tidurnya, "aku mandi dulu ya! kamu dikamar aja. pokoknya hari ini kita ga kemana-mana sampai kamu betul-betul sembuh.."
Rangga keluar dari kamar astrid dan memanggil pegawai agar menyiapkan sarapan mereka dan mengantarnya ke kamar astrid.
Rangga berdiri di bawah shower yang mengalir, Rangga tersenyum bahagia akhirnya astrid memberikan ruang dihatinya.
__ADS_1
"Astrid aku akan menjagamu dan mencintaimu selalu" Rangga berbisik dihatinya dan kemudian membilas rambutnya dengan shampo.
Setelah selesai mandi,Rangga memakaikan handuknya dzn mengikatnya dipingganngnya dan membiarkan dadanya telanjang. Terlihat jelas bentuk otot berbentuk kotak-kotak diperutnya karena rajin olahraga, membuatnya semakin sempurna.
Rangga keluar dari kamar mandi ternyata astrid sudah duduk di sofanya. Astrid menutup matanya karena melihat tubuh seksi rangga.
"sorry... aku tadi manggil kamu tapi ga ada sahutan, terus aku masuk karena pintunya tidak dikunci" Rangga hanya tersenyum dengan tingkah astrid.
"ada apa sayang... "rangga membuka lemarinya untuk mengambil satu stell pakaiannya.
"sarapannya sudah ada dikamarku ya, aku tunggu" astrid menelan air liurnya dan berlari keluar. Rangga hanya tersenyum melihat astrid kabur.
Rangga memakai bajunya dan menyisir rambutnya yang sudah di beri minyak rambut. Rangga memandangi wajahnya begitu ceria dan bahagia dan tersenyum didepan kaca.
"Rangga kamu uda gila karena astrid"rangga berbicara sendiri di depan kaca dan tersenyum. Rangga menyemprotkan parfum pavoritnya diseluruh tubuhnya agar tampil lebih macho di depan astrid.
__ADS_1