
Astrid bangun pagi dan langsung ambil handphonenya berharap dimas memberi dia kabar. ternyata belum ada kabar darinya. Astridpun pergi mandi dan segera bergabung denga orangtuanya untuk sarapan.
"sarapan putriku yang cantik" ayahnya senang melihat putrinya makin hari makin dewasa. astrid memeluk dan mencium papa dan mamanya.
seperti biasanya astrid akan memeluk papanya lagi, seperti ga pernah ketemu satu tahun dengan papanya. mbok eli segera datang dapur ambil sarapan dan minum mereka.
mbok eli adalah pembantu mereka yang sudah 20 tahun bekerja dengan mereka dan sudah dianggap seperti keluarga sendiri karena mbok eli tidak punya keluarga dan hidup sebatang kara. mbok elilah yang merawat astrid mulai bayi.
mbok elipun segera bergabung sarapan dengan majikannya, karena mereka sudah daridulu selalu bareng makan. jadi mbok elly tidak pernah sungkan dan sudah menganggap mereka anaknya.
"mama.. aku nanti pergi ya mah ama dimas, bisakan mama"asttrid merayu mamanya dengan memijat mamanya
"boleh asalkan pulangnya jangan larut malam"ibu retno mengiyakan.
"astrid uda punya pacar, bolehlah dikenalin" ayahnya penasaran.
__ADS_1
"belum jadi pacar papa, dimas hanya teman"astrid malu malu kepada orangtuanya
"rangga uda ga pernah datang kesini, ayah pikir tadinya yang ajak kamu pergi itu adalah rangga" ayahnya sudah cukup lama mengenal rangga.
astrid hanya diam dan melanjutkan sarapannya. orangtua astrid punya usaha furniture, dan punya galeri di kota besar. usahanya tidak sebesar perusahaan furniture ternama.
tapi ayahnya berharap suatu saat putrinya yang akan meneruskan usahanya. selesai sarapan merekapun duduk dikursi teras, ayahnya bersiul-siul melatih burung kesayangannya. akhir pekan pasti ayahnya sibuk dengan hobbynya.
Astrid lihat jam 10 pagi, dan belum ada kabar. astrid mulai gelisah dan rindu dengan dimas. "kenapa aku jadi begini ya, aku koq khawatir dengannya?, telepon dan smsku juga ga dibalas. ayahnya memperhatikan putrinya melamun
"masih pagi uda ngelamun, nanti kesurupan lho" ayahnya mengusik lamunan putrinya
"neng bisa aja mujinya" mbok elly senang banget dipuji.
"kayanya masakan mama kalah ya dengan masakan mbok" ibu retno cemburu karena pujian itu hanya ditujukan dengan mbok elly.
__ADS_1
"neng sini dekat mbok" elly segera menyisir rambut astrid yang panjang dan lebat, mbok mengulang kebiasaannya kepada astrid waktu kecil dulu.
astrid tidak pernah menolak, kadang astrid sering minta disisirin oleh mamanya atau mbok elly.
"astrid ga terasa uda gadis, sebentar lagi punya suami dan punya cucu' mbok elly membayangkan astrid menikah dengan pilihan hatinya.
"iya mbok, perasaan baru kemarin aku lahirin astrid"ibu retno mengulang memorinya waktu melahirkan putrinya.
"ternyata kita sudah tua ya mbok, bentar lagi jd nenek, hahahaaaa..." merekapun tertawa.
"papa juga berharap astrid nanti jangan terlalu lama jadi gadis, papa ingin santai menikmati hari tua sambil jagain cucu dan burung kesayangan papa"pak bambang berharap yang terbaik untuk putrinya.
" ya ela papa...burung lagi yang dibahas papa hahahhahaaa....." merekapun tertawa lagi.
"ini burung mahal lho" ayahnya kembali lagi mengelus-elus burung kesayanyannyaa.
__ADS_1
"haruskah saingan kita burung kesayangan papa ini hahahhahaa..." merekapun tertawa lagi lihat ekspresi astrid yang mulai cemburu.
Astrid melihat jam lagi sudah pukul 12:00, belum ada kabar juga dari dimas.