
Rangga dan Astrid sudah pulang dari hotel dan menetap di rumah kediaman Rangga. Fery dan Ivonne sudah menanti kedatangan mereka.
Dengan wajah berseri-seri Rangga melangkahkan kakinya dengan gagahnya. Astrid masih malu dan sungkan melihat kedua mertuanya.
Apalagi dia mendengar jika pengantin baru itu pasti sering diperhatikan dari ujung kaki sampai ujung rambut. Sesekali Astrid melihat para asisten rumah tangga tersenyum dan berbisik kedatangan majikannya.
Rangga merebahkan badannya di sofa karena lelah dan Astrid duduk di sofa. Ivonne dan Fery menghampiri pasangan pengantin tersebut dengan penasaran.
"Rangga... kenapa cepat sekali kalian pulang, masa cuma satu malam menginap di hotel dengan istrimu" Ivonne memandangi anaknya.
"Rangga dan Astrid lagi banyak kerjaan mah,,, nanti aja kami cuti sekalian honeymoon"Rangga mengedipkan matanya kepada istrinya sebagai kode, Astrid hanya tertunduk malu
"pekerjaan tidak akan pernah selesai nak, masa pengantin baru langsung kerja. Apa kata orang nantinya" Ivonne menarik napas panjang.
"mbok Kuti kemari"Rangga memanggil asistennya
" iya tuan.." Mbok Tuti menghampiri majikannya.
"tolong kamu antar istriku kekamarnya ya, mungkin dia lelah"Rangga memandang istrinya dan Astrid bersama Mbok Tuti ke kamarnya.
__ADS_1
"silahkan nyonya,,, kalau ada yang perlu sesuatu, Nyonya panggil saya ya" Mbok Tuty mengeluarkan isi koper dan memasukkan baju Astrid kedalam lemari dan pergi meninggalkan Astrid sendiri di kamar.
"Besar sekali kamarnya Rangga, Kamar ini sebesar Ruang tamu dirumahku" Astrid kagum melihat luas kamar suaminya. Astrid melihat begitu banyak koleksi buku yang tertata rapi di rak.
Astrid melihat koleksi foto suaminya yang terpajang di dingding. Astrid memandangi dan tersenyum melihat foto suaminya Rangga waktu bayi.
"hmmm... ternyata Rangga masih bayi aja sudah ganteng dan kamu suka koleksi buku" Astrid masih kagum melihat hobby suaminya.
"Pantes saja dia pintar dari dulu, koleksi bukunya aja sebanyak ini" Astrid masih mengingat waktu SMA mereka berdua saingan untuk mendapatkan Juara umum.
Selesai membicarakan bisnis dengan orang tuanya, Rangga masuk ke kamar untuk melihat istrinya.
" Kamu sedang ngapain sayang..." Rangga memeluk istrinya dari belakang.
"sssstttt..... itukan dulu sayang, mulai sekarang aku uda punya istri jadi kesibukanku menyenangkan istriku" Rangga mencium kening istrinya dan mencium bibir istrinya.
Astrid mendorong tubuh suaminya dan menghapiri sebuah piano dekat jendela.
"Sayang kamu bisa main piano?? Asrid kaget kalau baru mengetahui suaminya menyukai musik.
__ADS_1
"Aku akan menyanyikan lagu untukmu, ini lagu paforitku sayang" Rangga menarik kursi dan mulai memainkan pianonya dengan jarinya yang lentik dan menyanyikan Lagu " All of me - by john legend". Rangga begitu menghayati lagu tersebut.
Astrid terdiam mendengar lagu tersebut, Air mata itupun keluar dan teringat kembali masa lalu yang pahit bersama Dimas. Disaat dia terpuruk hanya Ranggalah yang setia bersamanya dan mengingat perjuangan Rangga untuk mendapatkan hatinya.
Ranggapun menyelesaikan lagunya dan terpaku melihat istrinya menangis " kamu kenapa menagis sayang" Rangga membalikkan tubuhnya dan menggemgam tangan istrinya.
"Aku sering menyanyikan lagu ini di saat sendiri dan disaat sedih, apalagi kamu dulu sering menolak cintaku dan memilih Dimas menjadi kekasihmu. aku hanya melampiaskan semua didepan piano ini sambil bernyanyi. walaupun butuh waktu bertahun-tahun untuk bisa memilikimu dan sampai akhirnya kita berjodoh" Rangga menangis dan memeluk Astrid.
Rangga dan Astrid dan berpelukan karena terharu. Astrid tidak menyangka di belakangnya ternyata Rangga begitu terluka selama ini. "Maafkan aku sayang.. " Astrid menyesali masa lalunya.
"Sekarang kamu sudah menjadi istriku, dan tidak ada yang boleh menggantikan posisiku di hatimu" Rangga memeluk istrinya dan mencium istrinya.
Ciuman itupun saling berbalas dan mencium lehee istrinya dan tangannya sudah meraba tubuh istrinya. Astrid mendorong tubuh suaminya untuk menghentikan aksi suaminya.
"maaf sayang... aku belum bisa melakukan kewajibanku sebagai istri, sabar ya sayang.." Astrid tertunduk dan merasa bersalah.
"hmmm.... lama banget sayang aku jadi tidak sabar menerkammu" Rangga mencium bibir Astrid dan menggigitnya
"awww.. sakit sayang" Astrid merintih
__ADS_1
kesakitan
"Sayang aku mandi dulu ya uda gerah" Astrid mengambil handuk dan berlalu masuk ke kamar mandi