CINTAKU YANG RUMIT

CINTAKU YANG RUMIT
Bab 19


__ADS_3

Astrid sudah mandi dan pakai bedak dan lipstik warna pink membuat bibirnya makin seksi. Rambutnya yang panjang dan tebal digerai dan membuat mata laki-laki terpesona dengan kecantikan astrid.


Astrid merasa bahagia dan tidak sabar menunggu dimas yaitu pria yang telah mencuri hatinya. Walaupun banyak laki-laki yang tergoda padanya, tapi astrid hanya jatuh cinta pada Dimas.


Astrid masih mengingat awal pertemuan mereka dengan Dimas adalah di bioskop bersama sahabatnya. Astrid tersenyum mengingat kalau dimas selalu iseng terhadapnya, yang membuat dia makin kesal terhadap dimas.


Dimas berbeda memperlakukannya terhadap pria lainnya, kalau pria lainnya berusaha mekakukan yang terbaik agar astrid mau menerima cinta mereka. Lain halnya dengan dimas, dimas selalu iseng dan selalu cari gara-gara agar astrid marah dan kesal.


Padahal Dimas sengaja agar astrid kesal, makin lihat astrid, dimas melihat astrid makin menarik hatinya. karena hati astrid sulit untuk ditaklukkan dan saingan dimas banyak terutama rangga.


Dimas sudah siap-siap berangkat dan menyalakan motor gedenya menghampiri rumas astrid. Semangat Dimas hari ini sangat menggebu-gebu dan ingin segera bertemu dengan astrid. Dimas berharap hari ini adalah hanya miliknya saja dengan astrid, tanpa ada rintangan.


Sampai dirumah astrid, dia melihat astrid sudah menunggunya. Dia melihat astrid sangat cantik dan menawan hari ini. mungkin karena Dimas sangat mencintai Astrid sehingga setiap melihat astrid jantungnya begitu bergetatr. apalagi kalau melihat ada pria yang mendekatinya pasti api cemburu makin membara.

__ADS_1


Dimas melepaskan senyumnya dan betapa kagumnya melihat kecantikan astrid. Dimas sampai tidak menyadari kalau ayah astrid sudah memperhatikan dimas, memandangi putrinya tanpa berkedip.


"hmmm...." ayah astrid berusaha kasih kode kepada dimas supaya berhenti memandangi putrinya. Dimas kaget karena dia tidak sadar kalau bapak bambang sudah disamping astrid. Astrid tertawa melihat tingkah dimas terhadapnya karena salah tingkah.


"maaf om... ga tau kalau ada om disini" Dimas garuk kepala salah tingkah.


"anak zaman sekarang ya, masa badan sebesar ini ga lihat saya disini..." ayahnya pura-pura bicara pada burung kesayangannya, padahal Bapak bambang juga sebenarnya sudah tertawa melihat tingkah dimas.


Dimas dan astrid pamit pergi karena takut telat nontonnya. Bapak bambang hanya tersenyum melihat mereka berdua


Astrid dan Dimaspun pergi ke bioskop,,,


Sesampai di bioskop dimas beli tiket sambil antri, dan astrid beli popcorn dan snack lainnya beserta minuman selama di bioskop. Dimas sengaja memilih film romantis untuk mereka.

__ADS_1


Para anak muda banyak menyukai film tersebut karena film romantis dan lucu. sudah sejam Dimas ikut antrian, akhirnya gilirannya. Selesai beli tiket, dimaspun menghampiri astrid yang sudah menunggunya dari tadi.


Dimas memengang makanan dan mereka masuk kedalam untuk menonton. Filmpun dimulai, Dimas menggemgam tangan astrid dengan lembut dan dielus-elus tanda ungkapan sayang. Astrid tidak menolaknya karena astrid menikmatinya.


Sekali-kali mereka tertawa melihat tokohnya membuat adegan lucu dan astrid menangis karena adegan sedih harus berpisah sekian tahun dan akhirnya dipertemukan kembali dan menikah. Tak terasa filmnya selesai dan petugas bioskop menyalakan lampu dan mengarahkan arah jalan keluar.


Astrid belum sempat menghapus airmatanya, dimas sudah keburu melihatnya.


"Kamu nangis nonton filmnya hahahhaaa..." dimas meledek astrid


" aku ga nangis, hanya kelilipan kena bumbu snack tadi" astrid berusaha meyakinkan dimas karena malu diledek dimas.


"ngaku aja astrid, ngapain gengsi hahahaaa..."

__ADS_1


dimas mencubit pipi astrid karena gemas, dalam hati dimas kalau bukan karena banyak orang dimas ingin sekali mencium astrid saking gemasnya.


"Uda hapus airmatamu, nanti dipikir orang kamu aku siksa hahahaaa..." dimas masih lanjut meledek astrid


__ADS_2