CINTAKU YANG RUMIT

CINTAKU YANG RUMIT
Bab 25


__ADS_3

Bangun pagi astrid mencoba menghubungi pacarnya, rasa kangenya sudah menggebu-gebu.


" pagi sayangku.." dimas akhirnya merespon teleponnya


"koq kamu ga ada kabar sih, teleponki sama smsku ga di respon, aku takut kenapa-kenapa? kamu ga kenapa- kenapakan sayang?? astrid mengutarakan kegelisahan hatinya.


" maaf ya sayang, aku hari ini lagi di lapangan sama atasanku, jadi seminggu ini aku agak sibuk dan rencananya minggu depan aku keluar kota lagi" dimas mencoba merayu kekasihnya


" masa ga sempat balas smsku, sesibuk itukah sayang!, ywd kamu baik- baik disana ya sayang. aku mau mandi dulu, mau berangkat kerja" Dimas langsung menutup telepon gemgamnya, yang membuat astrid mulai kesal.


" pagi-pagi uda bikin bete, belum dijawab pertanyaanku, tapi uda langsung di tutup. aku juga sibuk kerja tapi masih sempat mikirin dia" astrid dengan kesal kekamar mandi dan siap- siap berangkat kekantor Rangga sesuai janjinya.


Astrid masih penasaran dengan tingkah dimas, ga seperti biasanya. Tapi berusaha menepis pikiran negatif dan mencoba berpikir dewasa karena cintanya kepada Dimas semakin mendalam dan memimpikan Dimaslah yang akan menjadi suaminya.


Selesai sarapan dengan orangtuanya, astrid bergegas pergi, sedangkan ayahnya ikut kontes burung sesyai hobbynya.

__ADS_1


Astrid sampai dilobby perusahaan Rangga, astrid berdecak kagum dengan perusahaan Rangga yang sudah Go public dan cabangnya sudah banyak. Siapa yang tidak mengenal Mars Group.


Rangga sudah menantinya dan tersenyum menyambut astrid. Dia makin terpesona dengan keanggunan dan kecantikan Astrid, Rangga tidak berkedip melihat pesona Astrid.


"heeiii... bukannya disambut malah sibuk memandangiku terus, sory ya rangga aku uda punya pacar ya"astrid berusaha menghentikan pandangan rangga padanya yang membuatnya.


"Astrid,,, peluk aku donk, aku uda kangen kamu!!Rangga berusaha memeluknya tapi astrid mendorong tubuh rangga


"pelit amat sih.." rangga kecewa dengan reaksi astrid.


"kamu sekarang uda berani dan pinter ngomong ya, ga percuma kamu uda sering ketemu klien"rangga masih kagum dengan kecantikannya


Dalam hati rangga berbicara " walaupun aku tak bisa memilikimu, paling tidak aku bahagia bisa melihatmu dan berharap suatu saat kitakan berjodoh" Astrid mencubit lengan Rangga karena masih memandanginya terus


"awww.... sakit astrid" rangga merintih kesakitan karena cubitan astrid dilengannya.

__ADS_1


"kalau kamu masih memandangiku, aku pulang nih" astrid mencoba mengancamnya


" habis kamu cantik sih dan hatiku masih ada untukmu, kalaupun kamu menikah ama dimas akan kutunggu jandamu" astrid tidak menggubris rayuan rangga. sebenarnya astrid memuji kegantengan rangga dan kesuksesannya.


"Rangga... banyak cewek diluar sana, masa kamu masih menjomblo sampai sekarang!!, apalagi yang kurang, ganteng iya.., tajir iya.. baik iya.., pokoknya komplit deh! jangan-jangan kamu gak normal lagi.. isssss serem...! astrid mencoba menggoda rangga agar tidak menggangunya lagi.


" kata siapa aku gak normal, mau aku buktiin, sini" rangga memberanikan diri memegang tangganya, "Aku ga yakin dimas menjadi jodohmu, paling nanti kalian putus" astrid mulai emosi, mendengar sindiran rangga, astrid berusaha melepaskan tangan rangga


"Dimas itu pria setia dan aku yakin berjodoh, bilang aja kamu cemburu?? astrid mulai terpancing dan melipatkan tanggannya di perutnya karena kehabisan kata-kata.


" cinta dimas tidak sebesar cintaku padamu, aku yakin itu karena cintaku tulus, astrid... kamu adalah cinta pertamaku dan semoga kamu juga cinta terakhirku nantinya" rangga merasa senang dengan ekspresi kesalnya.


Astrid terdiam pikirannya mulai gusar, dengan sindiran rangga, apalagi dimas tidak seperti biasanya slow respon dengan teleponnya. biasanya Dimas yang selalu menghubunginya menanyakan keadaannya, tapi kali ini beda bukan dimas yang dikenal. Suasana mulai hening rangga mencoba mencairkan suasana hati astrid


"uda ga usah dipikirin, kalau putus ama dimas kasi tau aku ya,masih ada aku yang setia menunggumu hahaahaaa.." astrid makin kesal lagi.

__ADS_1


"uda jangan cemberut gitu, nanti kecantikanmu luntur!, kalau aku sih lihat kamu malah makin cantik dan gemes lihatnya" astrid hanya memandangi rangga menggodanya, astrid kalah dengan godaan rangga


__ADS_2