
Astrid sudah mulai menyibukkan diri dengan pekerjaan sampai kadang lupa waktu untuk makan. Semua itu hanya pelarian saja agar tidak mengingat masa lalunya dengan Dimas.
Semakin Astrid membencinya semakin menyakitkan hatinya. Kadang astrid menganggap semua pria itu sama seperti Dimas. Tetapi setiap berada disamping Rangga, perasaan Astrid damai dan nyaman.
Semenjak astrid berpisah dengan Dimas, hubungan astrid dengan Rangga kembali dekat. Tapi astrid masih belum ada ruang dihatinya untuk rangga. Rangga masih dianggap sebagai sahabat dekatnya.
Ayu masuk ke ruangannya, "astrid kamu belum pulang, aku duluan ya! Ayu pergi dan tinggallah astrid sendiri diruangannya bersama dengan security.
Astrid lihat jam tanggannya sudah pukul delapan. Rangga menelepon ponselnya.
"lagi ngapain astrid, kamu uda makan belom??rangga lagi santai dikamarnya, rebahan di sofa sambil nonton tv.
"aku masih dikantor, aku belum lapar!! astrid masih mengotak-atik laptopnya.
"uda jam 8 masih dikantor?? kamu pulang sekarang uda malam. kalau ga aku datang ya jemput kamu. kita makan bareng ya?? pokoknya tunggu ya!! rangga langsung on the way ke kantor astrid.
Ponsel astrid berdering" astrid kamu turun sekarang ya, aku tunggu di parkir ya!! naik mobilku aja, soalnya uda malam. ga baik cewek nyetir malam-malam" astrid memasukkan laptopnya dan pergi dengan mobil rangga
__ADS_1
" kamu sekarang pulang malam terus, jaga kesehatanmu astrid, kamu ga takut dijalan pulang malam terus. ayu sering cerita, katanya kamu pernah ketiduran dikantor sampai dibangunin security??
"aku mending menyibukkan diriku rangga, biar aku bisa lupa tentang dimas. jadi sampai rumah bisa langsung tidur." merekapun memilih rumah makan yang cukup ramai dikunjungi.
Sambil menikmati makanan dan minumnya, mereka juga menikmati alunan music yang dinyanyikan oleh ban. kalau orang melihat mereka adalah sepasang kekasih yang serasi.
walaupun rangga punya uang tapi dia tidak gengsi makan dipinggir jalan, tidak harus direstoran ternama.
"astrid.. ayu belum punya pacar ya" rangga mengalihkan pembicaraan, ekspresi astrid berubah.
"galak amat sih.... aku penasaran aja!! soalnya ga pernah lihat pacarnya! rangga makin seneng lihat astrid kesel.
"kamu suka bilang aja, ngapain bertele-tele" rangga makin senang lagi
"hmmm... kasi tau ga ya! astrid langsung cubit tangan rangga.
"ga dikasi tau juga, ga ngaruh" astrid berbohong.
__ADS_1
"hmm... ywd kalau gitu berarti kamu ga perlu tau, cukup aku ama ayu aja deh"
wajah astrid memerah karena cemburu.
"terserah..."kata astrid
"berarti astrid uda jomblowati donk!! rangga masih saja menggodanya, membuat astrid mati gaya. selesai makan,astrid diantar pulang oleh rangga kerumahnya.
Dimas sudah tunangan dengan wulan dan pernikahannya 6 bulan lagi. Astrid benar-benar sudah melupakannya dan tidak ada komunikasi sejak kejadian itu.
Dimas bukannya bahagia dengan pertunangannya dengan wulan. hatinya makin tersiksa, dia merasa kesepian padahal ada wulan disampingnya.
Diam-diam Rangga masih menyimpan foto astrid, didompetnya. " astrid kamu lagi ngapain sekarang??maafkan aku, aku pikir aku bisa bahagia dengan banyak uang, ternyata bukan" semakin dimas berusaha melupakan astrid tetapi makin dalam cinta dan rindunya kepada astrid.
Semenjak dimas putus dengan astrid, dimas sering pulang kerumah dalam keadaan mabuk. hatinya tersiksa berada disamping wulan, sering dimas membandingkan wulan dengan astrid dan yang terbaik masih saja astrid.
waktu bersama astrid, dimas tidak melihat sisi baik astrid malah tergiur dengan harta wulan. sekarang dimas merasa hampa dan merasa kehilangan.dimas pulang kerumahnya dalam keadaan mabuk. ibunya gelisah perubahan anaknya, winda tau kalau anaknya dimas masih mencintai astrid.
__ADS_1