CINTAKU YANG RUMIT

CINTAKU YANG RUMIT
Bab 35


__ADS_3

Seminggu Astrid didalam kamar semenjak kejadian itu, Astrid mencoba merenung dan mencoba bangkit tapi terlalu rapuh. setiap membayangi wajah dimas hatinya hancur karena cintanya di khianati. Semua pekerjaan di handle bambang dan ayu.


Rangga mengikuti meeting dengan ayu dan bambang karena proyeknya akhirnya rampung 100 % dan peresmiannya akan dilakukan dibali.


Bambang memandang rangga dengan kagum, Rangga sudah ganteng, baik dan tajir tapi kenapa astrid tidak menyukai Rangga padahal rangga dari masih SMA sudah mengejarnya" Bambang masig berkhayal dan tiba-tiba dikagetkan oleh rangga


"om...kenapa melamun, gimana dengan astrid?? apa astrid masih mengurung diri dikamarnya om" rangga sambil merapikan laptopnya.


"astrid masih dikamarnya dan susah diajak bicara, badannya sudah kurus karena ga mau makan" Bambang meletakkan jarinya didagunya.


"om,, rangga lihat astrid dulu ya, siapa tau kedatanganku membuatnya terhibur" rangga melajukan mobilnya ke rumah astrid, disana bertemu dengan mbok elly.


"mbok elly.. astrid masih dikamar ya, uda makan belum?? rangga sudah dekat dengan mbok elly dari dulu.

__ADS_1


"belum rangga, kamu ajak keluar ya kasihan non astrid" mbok elly meletakkan goreng pisang kesukaan astrid dan kopi untuk mereka berdua


"ywd aku bujuk dia ya mbok.." rangga bawa nampan berisi kopi hangat dan goreng pisang yang baru diangkat dari penggorengan


"tok..tok..tok.., astrid ini rangga, aku masuk ya?? tanpa ada jawaban rangga langsung masuk.


astrid masih tidur dikamarnya, rangga mencoba menggoda astrid


Rangga mencubit dan menarik paksa tubuh astrid yang lemas duduk di sofa. badannya makin kurus dan wajahnya sayu karena hanya menangisi dimas tiap malam.


"awww... sakit rangga" rangga tidak mempedulikan rintihan astrid


"bodoh banget sih kamu astrid, kamu mengurung diri hanya menangisi pria kurang ajar seperti dimas??Dimas aja ga mikirin kamu sama sekali malah dia bersenang-senang menikmati kekayaan calon mertuanya", sini buka mulutmu yang lebar, kamu mau kamu mati kelaparan??"

__ADS_1


Astrid tidak mau buka mulut, dimas mencubit lagi pipi astrid yang kencang. karena sakit akhirnya astrid mengalah dan membuka mulutnya, Rangga memasukkan potongan goreng pisang kemulutnya dan menguyahnya secara perlahan tanpa mengucapkan sepatah kata.


"gitu donk, kamu harus bangkit.. harusnya kamu bahagia karena dimas belum menjadi suamimu, coba kalau kamu sudah nikah baru kamu tau sifat dimas yang sebenarnya. berarti Allah itu masih baik padamu. kamu tunjukin kepada dimas bahwa kamu bisa lebih baik dari wulan" rangga memakan gorengannya.


sambil menyuapi astrid akhirnya gorengannya habis satu biji mau lanjut makan gorengan lagi, rangga menyodorkan ketangan astrid


"nih makan sendiri gorengannya,,, ntar kamu keenakan lagi" akhirnya astrid makan goreng pisangnya sampai lahap.


Astrid dan Rangga menghabiskan gorengan dan kopi. akhirnya astrid bisa tersenyum, kadang rangga mencuri pandang wajah astrid disaat astrid mengacuhkannya.


" astrid.. peresmian kantornya minggu depan di bali ya, kamu ikut denganku selama seminggu disana. aku uda booking tiket nanti disana kamu lepasin semua kekesalan hatimu" astrid menganguk aja.


"kamu mandi dulu sana, yang wangi biar kita ke bawah. om dan tante nunggguin dibawah, mereka khawatir denganmu" astrid ambil handuk dan masuk kekamar mandi melakukan ritualnya.

__ADS_1


__ADS_2