CINTAKU YANG RUMIT

CINTAKU YANG RUMIT
Bab 61


__ADS_3

Hari ini adalah libur kerja dan matahari sudah terik tapi keduanya belum bangun juga dari tidurnya. Rangga pura-pura masih tidur sambil mengintip istrinya. Berharap Istrinya bangun duluan, tapi Astrid tidak bangun juga.


Astrid kemudian bangun dari tidurnya tapi karena masih pusing dan badannya demam. Astrid mengurungkan niatnya untuk mandi karena dia baru sadar kalau tertidur dengan baju kerja tanpa mandi.


Astrid melihat jelas Rangga tidur di sofa. Astrid memunggungi tubuh Rangga agar tidak melihatnya bersedih.


Astrid tidak berdaya untuk berdiri.


"mungkin Rangga masih marah padaku dan dia memintaku untuk menjauhinya"


Astrid menutup kembali tubuhnya dengan selimut karena melihat matahari serasa kepalanya makin pusing.


Astrid memejamkan matanya kembali agar pusingnya hilang.

__ADS_1


Melihat tingkah istrinya membuat Rangga geram, dan segera beranjak dari sofa. Dengan wajah kesal dia buka gorden dan jendela sehingga sinar matahari menyinari ruangan.


Rangga kemudian masuk ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya.


"Malas sekali dia... Sudah menjadi istri tapi bangunnya kesiangan terus..." Rangga masih saja bicara dalam hati dengan nada kesal.


Tidak seperti biasanya Astrid merasa bandannya berat sekali untuk beranjak dari tempat tidurnya. Cahaya Matahari membuatnya makin pusing dan silau.


" kenapa badanku ini, apakah karena stress dan ga makan kemaren makanya badanku lemas begini?? Perasaan Astrid makin tidak karuan atas kesalahannya. Mendengar Rangga keluar dari kamar mandi, Astrid masih diam dibalik selimut.


Astrid menutup kembali jendela dan gorden agar pusingnya hilang. Astrid mengambil baju ganti dan masuk ke kamar mandi.


Rangga masih penasaran dengan tingkah aneh Astrid yang tidak seperti biasanya tidur seharian. Selesai sarapan Rangga masuk ke kamar dan melihat kamar gelap dan terdengar suara shower mengalir.

__ADS_1


" Mau cari pasal lagi kamu ya Astrid,,,, jendela dan gorden sudah di buka tapi kamu tutup lagi. Kamu sepertinya sengaja bikin aku marah lagi" Dengan wajah kesal Rangga membuka kembali jendela dan gordennya.


Rangga membuka laptopnya untuk mengerjakan pekerjaan tertunda. Rangga sengaja mengalihkan kegundahan hatinya dengan sibuk kerja. Rangha sengaja agar mereka tidak saling berbicara dan Rangga ingin memberi hukuman kepada Astrid.


Rangga makin gelisah sudah sejam Astrid di kamar mandi tapi tidak kunjung keluar juga. Rangga mulai panik dan masih mendengar suara shower menyala dari balik pintu.


Rangga menggedor pintu dan memanggil keras nama Astrid. Tapi tidak ada jawaban sama sekali. Astrid hanya samar-samar mendengar dan yang terlihat hanya awan putih.


Rangga membuka pintu kamar mandi yang tidak terkunci. Rangga kaget melihat Astrid pingsan di kamar mandi dengan posisi telanjang.


Rangga menangis dan panik melihat istrinya sudah sejam pingsan dengan wajah pucat." Sayang... bangun" Ranggapun berteriak sekuat tenaga dan menutupi tubuh istrinya dengan selimut.


Semua panik dengan pingsannya Astrid. Rangga dan yanti memakaikan baju Astrid dan kemudian berlari memopong tubuh Astrid ke dalam mobil untuk di bawa kerumah sakit.

__ADS_1


" sayang.. bangun..., maafin aku sayang" Rangga menepuk wajah istrinya. Astrid tidak bergeming, denyut nadinyapun lemah. Rangga menangis histeris dan takut kehilangan istrinya atas kecerobohannya menghukum Astrid.


Astrid dilarikan ke UGD dan diberikan oksigen dan infus. Dokter menyuruh Rangga untuk menunggu di luar dan akan dipanggil jika sudah siuman.


__ADS_2