
Astrid belum keluar dari kamarnya, dan masih tiduran di atas kasurnya. ponselnya diaktifkan. ada 100 panggilan masuk dari dimas dan sms dimaspun diabaikan.
"non astrid... sarapan ya, mbok elly sudah bawa sarapan untukmu" mbok elly mencoba membujuk agar astrid mau makan. astrid membuka pintu kamarnya"makasih mbok elly,,," astrid mengambil piring berisi lauk dan nasi beserta susu"non harus makan, nanti non sakit..., makan yang banyak ya, mbok tinggal dulu"mengangguk saja.
Selesai makan, astrid nonton tv karena bosan. akhirnya astrid main game dilaptopnya. ponsel astrid berdering ternyata panggilan dari dimas. astrid masih saja mengabaikannya.
Astrid ingin sendiri dan tak ingin diganggu. ponsel berdering lagi ternyata rangga. tapi astrid mengabaikan rangga juga.astrid menarik napas panjang.
tiba-tiba astrid mengingat kalimat yang dilontarkan rangga"kenapa aku ga melihat dia direstoran saat itu" astrid menangis lagi, kemudian ponsel berdering rangga mengirim foto dimas bersama wulan di restoran.
Benar-benar hancur hatinya karena kepercayaannya di khianati. hatinya terasa tertusuk 100 pedang, rasanya perih.
Dimas lalu bergegas kerumah astrid karena teleponnya tidak ada respon dari astrid. dimaspun mencoba menjelaskan kepada kedua orangtua astrid.
"ini masalah kalian berdua, sebaiknya kalian selesaikan berdua juga" retno pergi kekamar astrid
__ADS_1
"astrid... ada dimas dibawah, kamu turun ya"
"ma.. suruh aja dimas pulang mah, astrid ga mauketemu dimas"
"ga baik nak masalah disimpan berlaru-larut, kalian bicarakan baik-baik ya! retno kembali lagi menjumpai dimas
"astrid ga mau keluar, nak dimad tunggu bentar lagi" nanti dimas samperin aja kekamarnya ya, mudah-mudahan hatinya luluh"
"iya tante, maaf ya tante" dimas masih mencoba ingin meyakinkan astrid. setelah sejam astrid belum keluar juga dari kamarnya.
"kamu pergi aja dimas, aku ga mau ketemu denganmu. aku ingin sendiri dulu"
"maafin aku ya sayang" adtrid belum juga membukakan pintunya.
"dimas.. kamu pergi, kamyu jahat, aku benci kamu dimas" astridpun menangis masih terngiang dibenaknya melihat dimas memeluk wulan pada saat itu.
__ADS_1
"ywd, aq pulang ya sayang, aku minta maaf ya, please.. kasih aku kesempatan memperbaikinya? akhirnya dimas pamit pergi.
Rangga mencoba menghubungi astrid tapi tidak ada respon. Akhirnya mencoba menghubungi asistennya untuk melacak dimas dan wulan.
Astrid sampai tertidur di kasurnya karena kelelahan menangisi cintanya. Astrid masih belum bisa memaafkan kesalahan dimas padanya.
Astrid masih mengingat apa yang sudah dia berikan kepada dimas ketika dimas butuh uang karena gajinya masih kecil. Astrid membantunya dan memotivasinya untuk tidak menyerah berkarir.
Dimas lupa akan kebaikan astrid selama hidupnya masih susah dulu. Wulan mungkin lebih baik secara materi karena dia putri pengusaha kaya. dimas tergiur dan terobsesi dengan kekayaan atasannya.
Dimas memanfaatkan kesempatan dan kepercayaan yang diberikan wisnu kepadanya yaitu ayah wulan.
Dimas lupa dengan janjinya untuk setia dan berjanji akan menikahinya untuk bersamanya sampai mereka menua nantinya.
"dimas,,, kamu uda minta maaf dengan astrid??? winda meyakinkan anaknya.
__ADS_1
"astrid masih marah bu, dia ga mau ketemu denganku, aku uda berusaha membujuknya tapi astrid tetap ga mau keluar menemuiku"Dimaspun pergi kekamarnya menyesali perbuatannya. Wulan mencoba menelepon dimas, tapi dimas mengabaikannya.