
Rangga, Astrid, Andre dan Lesti sudah berada di pegunungan yang dipenuhi dengan salju. Mereka naik fasilitas kereta yang disediakan disana karena lokasi terlalu tinggi.
Hari ini mereka akan bermain ski dan naik kereta gantung. Astrid berapakali terlihat jatuh belajar memakai ski. Setiap terjatuh hanya ada tawa disana.
Tawa bahagia itu membuat suasana semakin seru. Rangga menunjukkan eksistensinya sebagai suami. Rangga sudah mahir bermain ski dan terlihat sabar mengajari Astrid untuk menyeimbangkan tubuhnya.
Andre dan Lesti berlomba main ski karena mereka sudah mahir. Akhirnya Lesti memenangkan permainan tersebut.
"ahh...Lesti tidak pernah kalah kalau diajak bertanding, pasti aku kalah terus" Andre mulai malu didepan pacarnya.
"kalau aku ga pernah kalah andre, apalagi di ranjang?? iyakan sayang" Rangga mencium bibir istrinya, Asrid hanya tersenyum melihat tingkah suaminya.
"Hei.... kalau mau mesra, jangan didepan kita donk!! bikin iri aja?? Andre dan Lesti mulai risih dengan tingkah Rangga
"Makanya buruan nikah, ngapain pacaran lama-lama kalau hanya jagain jodoh orang" Rangga memandangi Astrid.
"Doain ajalah tahun depan kita akan menikah, kita masih nabung dulu"
__ADS_1
"Gitu donk... ingat umur uda tua, nanti nyesal kalau kelamaan" merekapun melanjutkan bermain ski.
Selesai main ski mereka makan di tempat restoran dan terlihat wajah lelah karena seharian bermain salju.
Sambil menikmati makanan, merekapun minum wine bersama.Mereka bercerita tentang perjalanan percintaan Andre dan Lesti dan perjalanan cinta Rangga dan Astrid sampai menjadi suami istri.
"kalau namanya sudah jodoh kita, pasti ada jalannya" Lesti berharap pernikahannya dengan Andre berlangsung dengan lancar.
Astrid terdiam sejenak mengingat masa lalunya dengan Dimas. Astrid pernah bermimpi ingin honeymoon dengan Dimas jika mereka berjodoh. Mengingat itu Astrid ingin menangis dan mengingat kembali luka lama.
"Aku kekamar mandi dulu ya" Astrid buru-buru ke kamar mandi, dia tidak ingin Rangga melihat ekspresinya.
Tetapi Rangga hanya menggelengkan kepalanya dan melanjutkan pembicaraannya dengan Andre.
Dikamar mandi Astrid hanya menangis dan hatinya semakin terluka bila mengingat Dimas. Astrid merasa berdosa melihat wajah suaminya yang begitu mencintainya.
Kebahagiaannya sirna karena kenangan buruk dengan Dimas. Astrid hanya mengutuki dirinya karena tidak memilih Rangga menjadi pacarnya sebelum mengenal Dimas.
__ADS_1
Astrid berusaha meluapkan emosinya yang tertahan dari tadi. Setelah emosinya sudah reda Astrid kembali berkaca merapikan wajahnya dan memakai bedak di wajahnya agar tidak terlihat jika Astrid baru saja menangis.
Astrid kembali bergabung dengan Rangga, Lesti dan Andre. Rangga memandangi wajah Astrid dan Rangga tau betul apa yang dipikirkan Astrid
"Astrid.. apakah kamu menangisi pria brengsek itu lagi" Rangga berbicara dalam hati, hati Rangga rasanya tercabik karena melihat wajah sedih istrinya. Rangga terdiam sejenak dan hanya memandangi wajah Astrid.
Astrid mulai salah tingkah karena melihat Rangga memperhatikan gerak-geriknya. "Sayang.. kenapa memandangiku seperti itu,kamu kangen ya..!! baru berapa menit aku ke kamar mandi, koq pandangannya begitu"
Astrid mengalihkan pembicaraan tetapi Rangga tau betul kalau Astrid berbohong kepadanya. Andre dan Lesti hanya tertawa melihat kemesraan kedua temannya.
Malam semakin larut merekapun kembali ke kamar hotel untuk istirahat. Di kamar hotel Rangga dan Astrid tidak banyak berbicara dan masih terlihat di wajah Astrid ada kesedihan.
"Kamu kenapa sayang, kamu koq diam aja dari tadi" Rangga berusaha mencairkan suasana agar mood istrinya kembali.
"aku hanya kecapean sayang.." Astrid menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.
"kamu yakin kecapean sayang... kamu ga bohongkan kepada suamimu ini?? Rangga memeluk istrinya dan ingin pengakuan jujur dari istrinya.
__ADS_1
"iya sayang aku benar-benar lelah hari ini" Astrid pura-pura memejamkan matanya. Rangga kemudian duduk dan memijat kaki dan tubuh istrinya.
Astrid hanya menahan air matanya karena merasa bersalah di depan suaminya. Rangga masih saja memijat tubuh istrinya tanpa terasa Astrid tertidur pulas karena menikmati pijatan dari suaminya tercinta.