
Fery dan Ivonne begitu bahagia mendengar kabar jika Astrid sedang mengandung cucunya dan tidak sabar ingin bertemu.
Astrid hanya dirawat satu hari saja dan sudah bisa pulang ke rumah.
"Ibu harus bedtress dulu dirumah, ibu makan yang banyak supaya ibu dan bayinya sehat dan jangan lupa vitaminya juga harus diminum yz"
"baik dokter, terimakasih" Rangga dan Astridpun segera pulang kerumah mereka. Diperjalanan wajah bahagia mereka begitu terpancar. Asisten rumahtangga merekapun ikut mengucapkan selamat untuk Rangga dan Astrid.
Astrid rebahan di tempat tidur karena masih pusing dan mual. Masih terlihat lemas dan suasana kamarpun gelap karena Astrid akan merasa pusing melihat sinar matahari.
Rangga meletakkan kepalanya di perut Astrid"sayang... kamu harus kuat ya!! Rangga mengelus perut Astrid dengan kasih sayang. Astrid hanya tersenyum melihat tingkah suaminya.
"Sayang.. aku tadi lihat ada mangga tetangga sebelah lagi berbuah lebat, sepertinya enak deh kalau dirujak" Astrid menelan air liurnya karena membayangi nikmatnya memakan mangga muda.
"aku beli aja ya sayang, ga enak minta sama tetangga sebelah"
"maunya mangga itu sayang, pokoknya kamu minta ya" Dengan terpaksa Ranggapun keluar kamar.
"pak yanto,,,temani saya donk minta mangga tetangga sebelah"
__ADS_1
"baik pak"Rangga dan Yanto pergi kerumah tersebut dan memanggil pemilik mangga tersebut.
"Permisi pak,, permisi ibu" pria Pemilik manggapun keluar dan menghampiri Rangga dan Yanto.
"Ada apa ya pak, ada yang bisa saya bantu"
"begini pak... istri saya lagi ngidam mangga muda dan mintanya harus mangga bapak ini, bisakah saya ambil buahnya pak?? nanti saya bayar pak" Rangga dengan gugup meminta persetujuan yang punya.
"Boleh pak... ambil yang banyak, ga usah bayar" Ranggapun memanjat pohon tersebut dan Yanto dan pemilik mangga tersebut ikut membantu mengumpulkan mangga yang jatuh di bawah pohon tersebut.
Karena merasa sudah cukup, akhirnya Rangga turun dari pohon mangga tersebut. Rangga merasa bahagia karena mangganya sudah sekantong plastik.
"Terimakasih banyak ya pak, jadi ngerepotin bapak"
"ga apa-apa yang penting ibu dan babynya sehat" Rangga dan Yanto pamit pulang.
"Istriku koq ngidamnya aneh ya pak yanto, belum lagi pusing melihat sinar matahari" Rangga senyum dengan tingkah Astrid selama ngidam.
"itu belum seberapa pak, pokoknya bapak harus standby setiap ada permintaan mendadak dari ibu"
__ADS_1
Ranggapun memanggil Yanti untuk membersihkan dan memotong mangganya untuk dibuat rujak
Astrid begitu bahagia mendengar kalau mangganya sudah diambil sekantong plastik besar. Yantipun mengantarRujak tersebut ke kamar Astrid.
Tanpa berbicara Astrid langgsung memakan mangga muda tersebut dengan lahapnya.
"sayang... mangganya bukannya asam banget ya"terlihat Rangga merasa ngilu melihat buah mangga tersebut.
"Enak banget sayang,,, coba deh kamu cicipin" Astrid menyodorkan sepotong daging mangga muda tersebut, dengan terpaksa Rangga mencicipinya
"awwww... asam banget sayang, aku ga kuat" Mangga itupun dibuang ke tempat sampah. Astrid hanya tertawa melihat ekspresi wajah Rangga.
"Sayang... jangan banyak-banyak makannya nanti sakit perutnya" Astrid tidak mengubris nasehat Rangga. Mangga sepiringpun ludes dilahap Astrid dengan wajah bahagia.
Rangga hanya geleng-geleng melihat kejadian itu.
"kalau mintanya mangga muda sih ga apa-apa sayang yang penting jangan yang aneh-aneh ya??
Rangga memeluk istrinya dan Astrid hanya mengangguk tanda setuju
__ADS_1