CINTAKU YANG RUMIT

CINTAKU YANG RUMIT
Bab 16


__ADS_3

Yuli penasaran dengan hubungan astrid dan dimas. bahasa tubuh mereka selayakna seperti sepasang kekasih.


"kalian pacaran ya?? koq kita ga tau ya" yuli dan dini saling lirik.


"pegagan tangan lagi"dini memegang tangan hendri sebagai sindiran


"kita ga pacaran, cuma teman" wajah astrid memerah.


" aku tidak menyangka ternyata nenek lampir akhirnya jatuh cinta sama monster hahahahaaa...!! yuli makin geles lihat temannya mulai malu.


"sssstt... ada dimas"astrid memotong pembicaraan yuli.


"gimana dimas,,,, apa kata dokter"astrid penasaran


"kata dokter sudah mulai ada kemajuan tapi ayah belum sadar, kita uda pasrah!!dimas mulai menunduk


" kamu harus kuat"andi menepuk dada temannya berusaha mensuport.

__ADS_1


"dimas... kamu katanya ada interview minggu ini, apakah kamu akan datang??astrid berusaha mengingatkan...


"kamu usahain datang, siapa tau rezekimu. ayahmu ga suka kalau lihat anaknya ga semangat begini" hendri kasih saran ke dimas.


" nanti kita bantuin jaga, kalau ada yang perlu" kata astrid.


Setelah berbincang akhirnya yuli pamit pulang dan astrid juga ikut pulang. dimaspun pergi kembali melihat ayahnya.


Dimas melihat ibunya sudah capek karena ga istirahat.


" Ibu sama adik istirahat dirumah aja ya, ibu uda capek nanti ibu sakit lagi. dimas yang jaga disini ya bu"dimas tak kuat melihat ibunya.


"nanti kabari ibu ya kalau ada apa-apa" ibu dimas merasa berat meninggalkan suaminya.


dimaspun mengantar ibu dan adiknya ke tempat parkir, dimana supir taksinya sudah menunggu. taksipun pergi meninggalkan rumah sakit menuju rumah dimas.


Dimas hanya memandangi ayahnya dari luar dan menangis. "Tuhan berat banget cobaan ini, berikan kesembuhan kepada ayahku karena kami masih membutuhkannya, kalau memang Tuhan lebih menyanyangi ayahku, kami sudah ikhlas"air mata dimaspun bercucuran membayangkan jika suatu saat ayahnya pergi ke sang khalik.

__ADS_1


Dimaspun rebahan tanpa sadar diapun tertidur lelap karena 2 hari kurang tidur. Saking terlelapnya dimas tidak mendengar suara berisik. Dimaspun bermimpi bertemu dengan ayahnya


"Dimas,,,,, ayah titip ibu dan adikmu yanti ya, jaga mereka ya dimas. maafkan ayahmu ya nak, karena ayah harus pergi" kemudian dimas memanggil ayahnya dan ayahnya makin lama makin jauh.


tanpa sadar dimas berteriak memanggil ayahnya tanpa sadar airmatanya bercucuran. Tiba-tiba suster datang membangunkan dimas


"pak.. bangun!!suster berusaha membangunkan dimas, kemudian dimas terbangun dari mimpinya.


"ya suster... ada apa dengan ayahku"dimas sudah ada feeling tentang ayahnya. dimas lihat jam sudah pukul subuh 4


"Bapak hery sudah semakin drop,,,, bisa dipanggilkan keluarga terdekat??dimas langsung bangun dan telpon adiknya.


"yanti.. kalian kerumah sakit ya, ayah uda drop!!langsung yanti dan semua keluarga datang ke rumah sakit.


Dimas melihat team dokter sudah sekuat tenaga agar ayahnya bisa hidup kembali. dimas melihat dokter meletakkan alat pacu jantung didada ayahnya berkali-kali tapi hasilnya nihil. layar monitorpun menunjuk garis lurus pertanda nyawa ayahnya sudah tak bisa diselamatkan.


"kami turut berduka cita ya pak, kami sudah melakukan yang terbaik untuk bapak heri"dokter menunjukkan wajah sedih karena pasiennya meninggal. Bagai disambar petir dan tidak percaya melihat ayahnya sudah terbujur kaku di tempat tidur rumah sakit.

__ADS_1


Dimas terdiam dan tidak tau harus berbuat apa. Pikirannya buntu dan sayup-sayup terdengar memanggil namanya, tanpa sadar dimas sudah pingsan dan susterpun mengangkat dimas agar segera sadar.


Sampai diruang ICU ibu dimas histeris dan pingsan melihat suaminya sudah terbujur kaku.Suasana duka menyelimuti keluarga besar Atmojo.


__ADS_2