CINTAKU YANG RUMIT

CINTAKU YANG RUMIT
Bab 3


__ADS_3

Astrid kembali lagi masuk kampus seperti biasanya, berjalan kaki sambil menghayal. Tidak tau apa yang ada di benaknya. Tiba-tiba ada motor yang menghampiri dan menarik rambut panjangnya yang lebat.


"awww... sakit" suara Astrid merintih, dengan ekspresi marah.


Ternyata Dimas yang tiba-tiba saja muncul dibelakangnya dan menarik rambut Astrid. Dimas hanya tersenyum merasa bahagia melihat ekspresi wajah Astrid yang kesakitan.


Dimas lalu pergi meninggalkan Astrid kembali ke Fakultas Teknik Arsitek tanpa bicara.


"ngeselin banget sich jadi orang" Astrid marah sambil ngomel-ngomel sendiri.


"napa astrid koq mukanya bete amat, masih pagi uda cemberut aja" tanya Yuli penasaran


" ngeselin banget si Dimas, tiba-tiba narik rambutku dari belakang lalu pergi gitu aja" dengan raut wajah kesal.


"sepertinya Dimas seneng lihat kamu marah" ledek Dini sambil tersenyum.


Dengan wajah kesal astrid diam saja tanpa membalas ledekan temannya dan duduk sembari menunggu dosen datang.


Seperti biasa habis mata kuliah Astrid, Yuli dan Dini pergi ke kantin untuk minum juice.


Disana ada Rangga yang sudah dari tadi senyum melihat kedatangan Astrid.


"eleh.. eleh.. fans Astrid sudah menanti?? .


"Meleleh hatiku lihat senyum Rangga" Dini masih saja meledek Astrid dan dia lupa jika dia sudah punya kekasih. Astrid hanya diam saja tanpa ekspresi.

__ADS_1


"Astrid kamu mau pesan apa, nanti aku yang bayarin ya?? tanya Rangga dengan muka melas supaya Astrid mau menerima traktirannya. Astrid hanya geleng-geleng kepala sambil mengangguk mengatakan iya.


Rangga kemudian memesan juice untuk empat orang.


" Astrid malam minggu aku mau ajak kamu ya jalan-jalan, besok aku datang kerumah ya? uda lama juga ga ketemu sama om dan tante.


" boleh.." sahut Astrid


Rangga, Yuli dan Dini sepertinya senang dengan jawaban Astrid. Sedang asyik ngobrol, tiba-tiba Dimas datang dari belakang dan menarik kencang rambut panjang Astrid.


Astrid merintih kesakitan, kali ini Astrid benar-benar emosi lihat kelakuan Dimas. Tapi dimas langsung pergi dengan wajah tersenyum.


" Ini cowok maunya apa sih, dari tadi pagi buat aku kesal saja" Astrid masih mengerutu dan kesal.


"kamu kenal dengan Dimas ya" tanya Rangga serius" diakan kakak stambukku, dia uda mau sidang bulan ini" kata Rangga dan penasaran dengan Dimas


"lihat aja nanti, aku akan balas perbuatan Dimas. Kalau bisa aku buat dia makin kesel nanti" dalam hati Astrid bersumpah.


Yuli membujuk Astrid untuk tidak marah,


"Dimas emank orangnya reseh tapi baik koq" tapi ga biasanya sih dia seperti itu sama cewek, mungkin dia senang kali lihat kamu marah" Yuli menjelaskan sifat asli Dimas yang sebenarnya dan sambil ledek temannya.


Dalam hati Rangga, sepertinya Dimas suka dengan Astrid. "bertambah lagi nich sainganku" dalam hati Rangga dengan wajah cemburu.


"yuk pulang aku lagi ga enak badan, pengen malas-malasan dikamar" kata Astrid.

__ADS_1


"aku antar ya " Rangga menawarkan diri kepada Astrid.


" koq cuma Astrid doank yang dianter, kita juga mau dianter cowok ganteng seperti Rangga" Yuli dengan ekspresi merayu


"ywd aku antar kalian ya" jawab Rangga


"gitu donk Rangga, kita jadi ikut senang" sahut dini.


Akhirnya mereka berempatpun pulang, Rangga mengantar Yuli dan Dini terlebih dahulu. Supaya ada kesempatan bicara berdua dengan Astrid.


"kamu kenapa Astrid, kayanya kamu bete dari tadi, biasanya kamu ceria, nanti luntur lho wajah cantikmu nan rupawan ini" Rangga memuji agar Astrid tersenyum.


"aku lg ga enak badan" Astrid menjawab dengan ekspresi muka lemas.


" kita berobat dulu ya ke dokter" Rangga menawarkan denga harap cemas


" ga apa-apa Rangga, nanti juga baikan kalau uda istirahat di rumah" jawab Astrid.


Akhirnya tiba juga dirumah Astrid, lalu Astrid turun sambil melambaikan tangannya kepada Rangga.


" makasi ya Rangga uda anterin kita bertiga" ucap Astrid


" biasa ajalah, kita saling kenal bukan baru kemaren, kamu istirahat ya besok aku datang lagi. salam ama om dan tante" sahut Rangga dan pergi


meninggalkan Astrid dirumahnya.

__ADS_1


Sampai dirumah astrid langsung tidur agar badannya segera pulih.


__ADS_2