
Akhirnya tiba juga hari sabtu, wajah Rangga berseri karena akan bertemu dengan Astrid yaitu wanita yang dicintainya mulai SMA dulu.
Walaupun Astrid sudah berapa kali menolak cintanya tetapi Rangga tidak pernah gentar mengejarnya dan selalu sabar menunggu.
Astrid hanya menganggap Rangga sebagai sahabat dekatnya, tidak lebi h dari sahabat. Astrid tidak ingin sahabat dekatnya pergi meninggalkannya hanya karena masalah perasaan.
Sambil bersiul-siul Rangga menghampiri ayah dan ibunya yang lagi sarapan. Ayah dan ibunya jarang ada dirumah karena sibuk dengan bisnis dan perusahaan. Rangga hanya ditemani pembantu, supir dan tukang kebun.
"Rangga semangat banget pagi ini"tanya Fery penasaran..
"iya ayah, Rangga senang ada ayah dan ibu di rumah akhir pekan biasanya di luar kota" jawab Rangga
"kamu sarapan apa nak,,,,"tanya ibu Ivonne
"saya roti aja ibu pake selai" Rangga ambil roti dan mengoleskan selainya.
Tapi dipikiran rangga hanya ada Astrid.
Ibu Ivonne sepertinya paham betul dengan karakter anaknya.
__ADS_1
"anak ibu sudah dewasa sekarang, apakah kamu sudah punya pacar??"tanya Ibu Ivonne dengan penasaran.
"belum bu, anak ibu yang ganteng ini masih saja ditolak cintanya alias jomblo, padahal kurang ganteng apa anakmu ini ibu?? dengan wajah sedih..
"banyak cewek yang suka sama rangga bu, tapi hanya satu wanita yang Rangga sukai dari dulu sampai sekarang yaitu Astrid. walaupun cintaku hanya bertepuk sebelah tangan" wajah Rangga semakin sedih.
"tapi Rangga tidak akan menyerah ibu, Rangga akan selalu sabar menunggunya"
"pasti Astrid lagi ya heheheheee...!pura-pura bapak Fery menebak namanya
"betul sekali ayah..." Rangga rasanya ingin buru-buru kerumah Astrid.
"Ibu nanti Rangga kerumah Astrid ya, mau ajak Astrid jalan-jalan, mudah-mudahan Astrid mau membuka hatinya" Rangga berharap cintanya akan diterima Astrid
" hati-hati ya nak..., oh ya nak.. ayah sama ibu senin subuh mau berangkat kesingapur. Mungkin lama disana karena mau lihat bisnis ayah dan ada projek baru lagi"
"baik ibu, berarti Rangga sendirian lagi donk, tapi nanti pulang dari singapur,jangan lupa bawa oleh- oleh untuk rangga ya bu"
"baik anak ibu yang ganteng" senyum bahagia dari wajah Ivonne.
__ADS_1
Walaupun orangtua Rangga sibuk dengan bisnis mereka tetapi Rangga adalah anak baik, pintar dan penurut.
"Rangga mandi dulu ya..." Rangga langgsung bergegas kekamarnya untuk mandi.
Rangga langsung mandi, setelah mandi dia membuka lemari bajunya dan sibuk memilih setelan baju dan celana yang akan dipakai untuk bertemu dengan Astrid.
Tak lupa dengan minyak rambut dan parfum paforitnya. Sambil berkaca Rangga tersenyum dan berbicara didepan kaca " kenapa ya Astrid menolak cintaku dari dulu, padahal aku ganteng dan baik lagi?? dia selalu bersikap manis didepanku yang membuat cintaku semakin dalam padanya..."
Rangga bersiul-siul lagi karena bahagianya, tiba-tiba Pak Yanto mengetuk pintu kamar Rangga
" Mas Rangga mau keluar ya malam ini, apakah saya ikut antar mas Rangga nanti?? tanya Pak Yanto.
" Pak Yanto dirumah aja ya, saya sendiri aja yang nyetir. nanti Pak Yanto nguping lagi kalau saya jalan ama Astrid" sambil senyum
" Mas Rangga bisa aja, pasti mau kerumah nona Astrid ya??? Pak Yanto penasaran
" iyalah Pak Yanto, siapa lagi kalau bukan Astrid" Rangga senyum menjawabnya
"ini kuncinya mas Rangga, mobilnya juga sudah saya cuci " kunci langsung diserahkan ke pada Rangga
__ADS_1
"makasih ya Pak Yanto"