
Dirumah dimas sudah ada bendera kuning, dan tenda. terlihat keluarga dan sahabat almarhumpun berdatangan. isak tangispun masih terdengar jelas. astrid memeluk dimas, ibu dimas dan yanti. dan juga disana sudah ada yuli, dini, andi, hendri dan rangga. orangtua mereka juga datang.
Kemudian keluargapun menguburkan jasad hery atmojo di pemakaman tidak jauh dari rumahnya.
"ayah... kenapa begitu cepat ayah pergi meninggalkan kami, anakmu ini belum memberikan yang terbaik untuk ayah. Waktu dimas wisuda, ayah bahagia banget karena dimas dapat penghargaan dari kampus, ayah bangga sebagai orang tua dimas. dimas belum siap menjadi tulang punggung" Dimas terisak menangisi kepergian ayahnya dan masih memandangi kuburan ayahnya.
Andipun membujuk dimas untuk pulang karena malamnya akan tahlilan dirumahnya untuk mendoakan kepergian almarhumah. ibu dimas masih saja menangis dan memeluk baju suaminya tercinta, dan yanti memeluk ibunya.
Astrid dan sahabatnya ikut membantu warga menyiapkan makan dan minum selama tahlilan. warga dan keluarga masih berkumpul dan memberi kekuatan kepada ibu hery.
Dimas tidak banyak bicara, masih diam dan tidak mau makan. dimas masih belum percaya jika ayahnya sudah meninggal.
__ADS_1
Sebulan sudah berlalu semenjak almarhum ayah dimas meninggal, keluarga besar atmojo harus kembali hidup normal. Dimaspun harus ambil alih sebagai tulang punggung keluarga.
Dimaspun mengikuti interview dan test ketat, Dimaspun diterima kerja. Bahagia rasanya karena bisa lolos dengan saingan 200 peserta. Dimas bukan saja pintar di akademik tapi dia sudah mempersiapkan dengan matang jika mengikuti test.
Ibu dimas dan yanti bahagia mendengar kalau dimas diterima kerja. Tiba-tiba ibu dimas menangis mengingat almarhum suaminya. lalu dimas mengengam tangan ibunya
"ibu.. ayah sudah tenang di surga, ibu harus semangat ya" dimas memberi semangat ibunya supaya tidak larut dalam sedih.
" astrid.. aku diterima kerja" dimas bahagia dan membagikannya dengan astrid
"syukurlah dimas.. akhirnya kamu diterima kerja, smoga sukses ya"astrid memberi suport kepada dimas..
__ADS_1
"besok aku jemput kamu ya"dimas sudah rindu dengan astrid, selama berduka dimas tidak pernah bertemu dengan astrid hanya melalui telepon, karena dimas masih sibuk mengurus berkas-berkas peninggalan almarhum ayahnya.
Astrid sudah tak sabar ingin bertemu dengan dimas, karena rindu berat tapi rindu itu ditahan dalam hati karena status mereka masih hanya sebatas teman. Terbersit dibenak astrid tentang Rangga yang selalu menunggu dan berharap astrid memberinya ruang dihatinya
"beginikah rasanya jatuh cinta yang sesungguhnya??astrid membayangkan wajah dimas.
astridpun tersenyum di tempat tidurnya, seperti orang lagi kasmaran. maklum astrid bekul pernah berpacaran. walaupun banyak pria yang suka sama astrid tapi astrid belum menemukan pria dambaan hatinya.
Malam ini serasa malam yang panjang, dimas dan astrid sama-sama melamun dikamar tidurnya dan membayangkan wajah orang yg mereka cintai.
"kalau aku utarakan perasaanku pada astrid, apakah dia akan menerimaku??karena banyak pria yang ditolak astrid"dimas garuk-garuk kepala membayangkan jika ditolak cintanya.
__ADS_1
dimas masih melamun membayangkan astrid, sedangkan astrid sudah tertidur pulas. saking asyiknya melamun akhirnya dimaspun tertidur pulas karena kelelahan ikut test ditempat kerja baru. Minggu depan dimas akan mulai bekerja mencari nafkah untuk ibu dan adiknya. Awal bekerja mungkin lelah dan harus beradaptasi dengan lingkungan baru dan sahabat yang baru juga.