
Astrid kaget dan serasa di sambar petir, melihat mata kepalanya sendiri dimas bermesraan dengan wanita lain didepannya.
"plak..." astrid menampar wajah dimas, astrid menangis
"astrid.. maaf, jangan salah paham" dimas mencoba menjelaskan astrid
"ini ya proyek baru yang kamu bilang.itu makanya kamu sibuk terus" astrid mencoba melepaskan gemgaman tangan dimas
"kamu salah paham astrid,,,, ga seperti yang kamu kira" wulan hanya diam saja, tersenyum ketus
Rangga tidak terima dengan perlakuan dimas kepada astrid, rangga memukul wajah dimas sampai hidungnya berdarah
"kuranga ajar kamu dimas, berani-beraninya kamu selingkuh dibelakang astrid" dimas tak tinggal diam
"aku yang harusnya bertanya, ngapain kamu bersama astrid disini, kalian selingkuhkan??" dimas memukul wajah rangga lagi.
__ADS_1
"aku sama astrid hanya rekan kerja" rangga mencoba menjelaskan
"kamu ga usah pura-pura ngomong rekan kerja, bilang aja kamu mau dekatin astrid lagi. kamu sukakan sama astrid dari dulu?? dimas memukul wajah dimas
"kamu yang sudah selingkuh dibelakang astrid, kamu pikir aku ga tau kamu ngapain aja selama ini di belakang astrid" rangga mencoba membuka kedok dimas selama ini dan memukul wajah dimas lagi
" sudah.. sudah. sudah" airmata astrid mengalir deras melihat dua pria yang mencintainya babak belur berlumuran darah
" biar kamu tau astrid, dimas itu bukan pria baik untukmu dia selingkuh selamai ini??, coba kamu tanya dimas, ngapain dia kemaren di restoran berduaan dengan wanita ini?? rangga memukul wajah dimas lagi.
Dimas hanya diam tidak bisa berbicara karena kesalahannya sudah fatal terhadap astrid. suasana makin ramai akhirnya security datang dan mengamankan mereka untuk bubar.
karena kecewa, Kali ini astrid memilih rangga dan meningalkan dimas. Astrid membawa rangga berobat kerumah sakit untuk mengobati luka dipelipis rangga. ayu menyetir mobil dan astrid mencoba menutup luka yang keluar darah dari pelipis rangga dengan sapu tanggannya.
Astrid hanya menangis karena kecewa dan dihianati selama ini. Rangga merintih kesakitan. baju rangga penuh darah dikemejanya. sesampainya di rumahsakit, dokter mengobati luka jahit di pelipis mata rangga dengan satu jahitan.
__ADS_1
"Rangga... aku minta maaf ya, mukamu jadi babak belur begini. bajumu penuh darah jadinya" astrid menangis menyesali perbuatan dimas kepadanya.
"astrid kamu ga salah, dimas yang bodoh, menyianyiakan kamu karena harta" rangga tidak kuat melihat astrid terluka karena dimas menghianatinya.
Asteid benar-benar terluka dan lemah karena cinta, karena tak kuat membendung beban akhirnya astrid memeluk erat tubuh tegab rangga.
Rangga membalas pelukan astrid, mencoba memberi ketenangan kepada astrid. Ayu kembali menghampiri mereka berdua setelah mengambil resep dari dokter.
Di loby depan supir rangga sudah menunggu rangga karena rangga masih merasakan pusing dikepalanya.
"ayu... kamu antar astrid kerumahnya, jangan kamu biarkan dia nyetir sendiri. dimas sibuk menelepon ponsel astrid, tapi astrid mereject panggilan dimas. karena kesal astrid menonaktifkan ponselnya agar dimas tidang menghubunginya.
Rangga melihat astrid memandangi ponselnya yang terus berdering dan menonaktifkan ponselnya
" dimas lagi.." rangga memastikan dengan emosi.
__ADS_1
" rangga kamu istirahat dirumah ya, kamu besok cuti istirahat, biar aku yang anter astrid kerumah" ayu langsung menarik tangan astrid masuk kemobil. astrid hanya bisa menangis karena kecewa.