
Sampai dirumah astrid langsung masuk kamarnya dan menyalakan shower sambil menangis. dia tidak bisa membayangkan kamau dimas mengecewakannya dan selingkuh dibelakangnya.
bambang dan retno bingung melihat putrinya menangis dan tidak bicara dan masuk kekamarnya langsung. ayupun menceritakan kejadian siang di mall.
"ayah... aku besok aku pulang ya, aku besok akhir pekan dirumah aja. aku mau ngerjain proyek yang dari perusahaan rangga. mungkin astrid butuh istirahat, mobil astrid dikantor ya yah nanti aku suruh supir anter mobilnya kerumah"
ayu pamit sama bambang dan retno,
" hati-hati kamu ya nak" retno sudah menganggap sebagai anaknya sendiri.
Wulan mengantar dimas kerumahnya, winda dan yanti panik melihatnya muka babak belur" kamu kenapa dimas" winda mengamati wajah anaknya,
"dimas ga kenapa-kenapa bu, ibu kenalin wulan teman dimas" wulan meberikan salam buat winda dan yanti
" tante wulan pamit pulang dulu ya" wulan pergi meninggalkan dimas.
Winda menangis " ada apa ini nak, koq mukamu babak belur begini" dimas menceritakan kronologisnya
__ADS_1
winda kaget dan marah balik ke dimas
"dimas... kamu keterlaluan pada astrid, kurang baik apa astrid padamu, disaat susah dia yang membantumu dan menolongmu. kenapa kamu menghianatinya?? dimas hanya menunduk saja,
"ibu dimas kekamar dulu,,, aku mau istirahat dulu" dimas mencoba mengalihkan pembicaraan ibunya
" pokoknya ibu ga mau tau, dimas harus ketzlu astrid untuk minta maaf" dimas tidak menjawab permintaan ibunya dan dimas pergi masuk kekamarnya.
dimas mencoba menghubungi ponsel astrid masih non aktif. dimas menyesali kesalahannya dan berniat besok pagi menemui astrid untuk minta maaf.
Astrid tidak kunjung keluar juga dari kamarnya, dia hanya mengurung diri di kamar. retno penasaran dengan keadaan putrinya"astrid,, kamu makan nak, nanti makanannya keburu dingin"
Rangga masih merasa perih dan pusing, rangga mencoba memejamkan matanya. masih terpintas dibenaknya ketika astrid memeluk erat tubuhnya disaat terluka. baru kali ini rangga melihat astrid menangis karena pria yang dicintainya menghianatinya.
"Astrid.. kamu sedang apa malam ini, ingin rasanya aku datang melihatmu dan memelukmu. aku tak tega melihatmu terluka begini" rangga tak puas akhirnya mengambil kunci mobilnya dan datang kerumah astrid.
Pak yanto membuka pagar,,,
__ADS_1
" pak yanto.. ada astrid, gimana keadaan astrid." rangga mencoba meyakinkan keadaan astrid.
" astrid daritadi sore belum keluar dari kamarnya, ga mau makan pak??, coba saya panggil astridnya ya
"non astrid.. ada rangga dibawah nungguin non astrid" astrid kaget mendengar rangga ada dirumahnya
astrid membukakan pintu kamarnya, " "pak yanto.. bentar lagi saya turun ya" astrid berkaca untuk merapikan rambutnya yang panjang dengan baju tidurnya.
Rangga tersenyum melihat astrid akhirnya keluar dari kamarnya.
"kamu kan harusnya istirahat, lukanyakan belum sembuh" rangga memandangi wajah astrid dengan iba, dia melihat mata astrid bengkak.
Astrid tak kuat menahan air matanya, ini kedua kalinya dia memeluk tubuh gagah rangga. Rangga memeluk erat tubuh astrid, dia tidak tega melihat astrid terluka gara-gara dimas.
Rangga ingin membelai rambut astrid tapi rangga mencoba melepaskan perasaannya terhadap astrid saat ini. Dia tidak ingin memanfaatkan keadaan ini.
"aku khawatir denganmu, makanya aku datang ingin melihat keadaanmu, kamu jangan menangis lagi ya" rangga mencoba menguatkan astrid.
__ADS_1
"kamu istirahat aja ya, yang penting aku uda lihat keadaanmu, aku pulang dulu ya" rangga pun pergi dan berlalu.