
Astrid terbangun dari tidurnya dan melihat Rangga sudah tidak ada di dalam kamar. Astrid mandi dan bersiap-siap mau berangkat kerja.
Di meja makan sudah ada Ferry dan Ivonne yang menunggunya.
"Rangga... belum bangun nak?? ivonne meneguk susu yang ada di gelasnya.
"Rangga sudah berangkat pagi tadi mama, ada kerjaan katanya" Astrid memakan roti bakar dan meneguk susu dengan perlahan.
"kalian berdua ga lagi berantamkan??Ferry tau betul sifat putranya. Astrid ingin menangis tapi dia tidak ingin mertuanya tau.
Ivonne menggemgam tangan Astrid
"suami istri itu biasa koq berantam mulut, yang penting kalian harus ada salah satu yang mengalah, Rangga mungkin lagi emosi, nanti reda sendiri"
"Rangga kalau lagi emosi kadang kekanak-kanakan" Fery mencoba memberikan semangat kepada menantunya.
__ADS_1
"Maafin Astrid ya mama... Astrid uda ceroboh yang bikin Rangga marah, Tapi Astrid uda jelasin tapi Rangga tidak mau mendengarku" Astrid menangis lagi
" hhhmmm... kalian sudah dewasa, kalian selesaikan sendiri dengan lapang dada. dulu juga papa sama mama sering berantem, itulah bunga pernikahan" Ivonne berusaha menenangkan menantunya.
Astrid masih terisak menangis
" oh ya... kami hari ini berangkat ke bali, mau lihat kantor cabang yang baru. papa dan mama harap kalian segera baikan ya" Fery hanya tersenyum melihat tingkah putranya dan menantunya.
Asridpun merasa lega dan menghapus air matanya. Dia berusaha menghabiskan roti bakar dan susunya. Tapi entah kenapa rasanya bau amis sekali dan ingin muntah.
" Mama aku berangkat kerja dulu ya" Astrid pamit dan pergi berangkat kerja. Dikantor Astrid melanjutkan pekerjaannya dan sekali melihat ponselnya belum ada kabar dari Rangga.
melihat Astrid menangis membuat Ayu semakin penasaran.
"kenapa kalian berdua.. baru pulang honeymoon koq jadi begini" Akhirnya Astrid menceritakan kesalahpahaman yang terjadi
__ADS_1
" mungkin Rangga masih emosi dan belum terima, lagian siapa sih yang ga marah melihat foto mantan istri tersimpan rapi di dompet istrinya??.
"Aku tau aku salah ayu, tapi aku benar-benar lupa kalau foto Dimas masih aku simpan di dompet. Kamu sudah lihat sendiri dirumah aja, semua kenangan tentang Dimas sudah aku bakar semua" Astrid menangis di pelukan Ayu.
"Ywd.. kamu tenang aja dulu, nanti kalau Rangganya sudah tenang,kamu minta maaf padanya ya, aku meeting dulu dengan klien ya!! kamu dikantor aja ok"
Ayupun pergi meninggalkan Astrid di ruangannya.
Astrid mulai pusing dan mual dan menelepon staffnya untuk memberikannya teh hangat dan membeli mi bakso urat yang pedas dan membelikannya obat maagh
"asam lambungku lagi kambuh karena stress"
Pesananpun datang dan Astrid melahap semua bakso urat dan meminum obat maaghnya. Astrid melampiaskan kesedihannya dengan mengerjakan pekerjaan. Tiba-tiba kepalanya rasanya berkunang-kunang dan mual lagi.
Ayu kaget pada saat masuk ke ruangan Astrid karena melihat Astrid keadaan pucat.
__ADS_1
"kamu sebaiknnya istirahat di rumah aja, kamu pucat banget, mungkin karena pikiran" Ayupun memanggil supir kantor dan mengantarnya pulang ke rumah.
Astrid masuk ke kamarnya dan langsung merebahkan badannya di tempat tidur tanpa mengganti bajunya. Tubuh Astrid mulai Demam, pusing dan mual. "Mungkin badanku kaget karena cuaca dingin di swiss kemaren, aku tiduran aja biar enakan badannya!! Dalam hati Astrid dan mulai memejamkan matanya untuk mengurangi rasa pusing di kepalanya