
Selama hamil muda Astrid tidak diperbolehkan bekerja di kantor dan pekerjaan dilakukan di rumah dan di handle oleh Ayu.
Rasa mual yang di rasakan Astrid semakin hari semakin parah. Semua makanan yang dimakan akan di muntahkan kembali. Kecuali jika makan buah-buahan.
Melihat kondisi Astrid posisi hamil muda dan fisik lemah akhirnya kedua keluarga berkumpul terutama Ayu.
" Selama Astrid hamil dan nak Rangga juga sudah menjadi anak papa. Kami berdua sepakat Rangga yang handle perusahaan ini dan dibantu oleh Ayu"
"Baiklah.. pa, nanti saya yang menggantikan Astrid. Rangga juga tidak ingin Astrid bekerja dan Astrid juga ingin mengurus babynya sendiri dan tidak ingin menitipkannya ke baby sister"
"Semua tentang perusahaan saya serahkan kepada Rangga dan segala sesuatunya nanti di bantu oleh Ayu"
"Ayu... mulai sekarang kamu bantu Rangga ya, papa sudah anggap kamu sebagai putri papa dan jangan kecewakan kami"
" Baiklah ayah... Ayu tidak akan mengecewakan ayah dan ibu, kalian sudah saya anggap keluarga sendiri" Ayu dengan bangga dan tetap menunjukkan tanggung jawab besarnya yang di bebankan selama ini.
Kedua keluarga itupun bernapas lega terutama Astrid. Selama makan malam Astrid hanya menikmati buah-buahan saja dan susu.
__ADS_1
"Sayang... apakah kamu ini akan jadi vegetarian nantinya jika sudah lahir??" Astrid mengelus-elus perutnya
Ivonne dan Retno hanya tersenyum melihat Astrid. Belum sebulan umur kandungan Astrid, tubuhnya semakin kurus karena masih sering mual.
Bambang, Retno dan Ayupun pamit pulang. Astrid dan Rangga pergi ke kamarnya, Astrid memakai baju tidurnya tipis. Membuat Rangga ingin melakukan aksi nakalnya.
" Sayang... cantik sekali kamu malam ini" Rangga memeluk istrinya dan menciumi bibir Astrid. Astrid hanya tersenyum melihat wajah mesum suaminya. Astrid merebahkan tubuhnya di ranjang dan menarik selimut menutupi tubuhnya.
Rangga mengikuti langkah istrinya dan seketika sudah ada disampingnya.
Astridpun mengalah dan mangiyakan permintaan suaminya. Pada saat bereaksi tiba-tiba perut Astrid keroncongan dan terdengar kencang.
Mereka berduapun tertawa karena suara itu. "sayang... aku lapar pengen makan nasi goreng pake telur dadar" Ranggapun menarik napas panjang dan menghentikan aksinya.
"ywd.. aku beli di luar ya sayang" Ranggapun mengganti bajunya dan pergi membeli nasi goreng sesuai pesanan Astrid. Setelah satu jam lebih Astrid kembali membawa kantong berisi nasi goreng 2 bungkus.
Rangga membuka kamarnya dan melihat Astrid tertidur pulas. Rangga membangunkan istrinya dan menawarkan nasi gorengnya.
__ADS_1
"Sayang... bangun. nasi gorengnya uda aku beli"
Astrid membuka matanya dan mengurungkan niatnya untuk bangun.
" Sayang... aku ga laper lagi, aku mau tidur"
"aduh.... aku uda capek ngantri lho sayang masa ga di cicipi, tadi katanya laper, cepat bangun nanti kasihan babynya kurang nutrisi" Ranggapun menyuapi nasi gorengnya ke mulut astrid.
Baru dua sendok nasi gorengnya di makan langsung astrid berlari ke kamar mandi mengeluarkan semua makanan yang diperutnya.
Rangga dengan sigap mengoleskan minyak kayu putih dan memberikan air hangat agar mualnya lebih reda.
"Sayang... kamu uda kurus banget selama hamil dan makananpun hanya buah yang bisa kamu makan"
"Ga apa- apa sayang, ini hanya selama empat bulan ke hamilan saja" Akhirnya Astridpun merebahkan tubuhya kembali.
" Sayang... ini uda malam
__ADS_1