CINTAKU YANG RUMIT

CINTAKU YANG RUMIT
Bab 57


__ADS_3

Melihat Rangga menutup pintu dengan kencang, membuat Astrid kaget dan bingung dengan sikap Rangga kepadanya.


Asrid menghampiri dompetnya yang sudah berantakan karena di lempar oleh Rangga. Astrid terasa di sambar petir melihat foto Dimas masih tersimpan di dompetnya.


Astrid tidak sengaja menyimpannya walau Astrid sudah menjadi istri sah Rangga. Astrid sebenarnya lupa dan tidak mengingat sama sekali kalau foto dimas tersimpan di dompetnya.


Astrid bingung bercampur sedih dan merasa bersalah atas kesalah pahaman ini. Astrid buru-buru memasukkan bajunya dan pamit pulang kepada orangtuanya.


"mama Astrid pulang dulu ya, Rangga harus pergi ke kantor duluan karena ada pekerjaan mendadak" Astrid berusaha menyembunyikan kesalahpahaman mereka.


Astrid melihat Pak Yanto masih menunggunya dan tidak pergi bersama dengan Rangga.


"Ibu.. Bapak naik taksi katanya ada urusan di kantor, saya disuruh menunggu ibu pulang"


"ywd antar saya pulang ke rumah ya pak" Astrid hanya terdiam dengan seribu bahasa dan menyesali kecerobohannya.

__ADS_1


Sampai dirumah tidak ada seorangpun di rumah selain asisten rumah tangga. Koper di bawa oleh pak Yanto ke dalam kamar. Astrid menyusun kembali barang yang di bawa ke dalam lemari.


Astrid masuk ke kamar mandi dan hanya bisa menangis dan mengutuki dirinya karena kecerobohannya sendiri. Semakin mengingat Dimas yang menyakitinya semakin hancur hatinya.


Mata Astrid sudah sembab dan bengkak karena menangis. Sudah malam tapi Rangga belum kunjung pulang. Sudah berapa panggilan dan Whatapps tapi tidak di balas hanya di read saja.


pintu di ketok oleh Yanti asisten rumah tangga" ibu... makan malamnya sudah disiapkan, bapak sama ibu sudah menunggu di bawah"


"saya belum lapar mbok, masih kenyang. suruh papa sama mama makan duluan" Astrid tidak ingin kedua mertuanya melihat mata sembabnya karena habis menangis.


Semakin besar rasa bersalah Astrid kepada suaminya. Astrid ingin meminta maaf atas kesalahpahaman yang terjadi. Astrid tertidur pulas karena kelelahan.


Rangga sampai di rumah dalam keadaan mabuk. Pak Yanto membopong tubuh kekar Rangga dengan kewalahan. Pintupun diketok dan Astrid terbangun melihat suaminya sudah sempoyongan.


" Ibu... bapak lagi mabuk, tadi saya di telepon sama Bapak Hendra untuk menjemput Bapak"

__ADS_1


" Makasih ya pak" Astrid hanya memandangi suaminya tidur di atas ranjang dan air mata Astrid keluar karena merasa bersalah.


Astrid membuka sepatu dan kaus kaki Rangga satu persatu. Rangga menyingkirkan tangan Astrid " Ga usah kamu buka sepatuku, aku bisa sendiri"


Rangga berusaha membuka sepatunya tapi tidak bisa karena keadaan mabuk.


Astrid tetap tidak mempedulikan suaminya, Astrid tetap membuka sepatu dan kaus kakinya. Astrid mengambil baju tidur Rangga dan berusaha mengganti baju dan celananya yang kena muntahan.


Rangga menyingkirkan tangan dan mendorong tubuh Astrid dengan kencang. Astrid semakin menangis sejadi-jadinya atas penolakan suaminya.


"Sudah aku bilang jangan sentuh aku" Rangga berusaha mengganti bajunya dan terlihat raut wajah Rangga begitu kecewa dan airmata Ranggapun mengalir.


" Maafkan aku sayang, aku lupa kalau masih ada foto Dimas di dompetku" Astrid berusaha memeluk suaminya tapi usaha itu tidak berhasil.


" aku sudah bilang padamu,kamu jangan sentuh aku, kamu kejam Astrid... kejam" Rangga tidak mau mendengarkan kata maaf dari Astrid. Rangga mengganti bajunya dan tidur dengan membelakangi tubuh Astrid.

__ADS_1


__ADS_2