
Rangga menyelesaikan meeting bersama Hendra dengan kliennya.
"Rangga... kalian uda baikan sama Astrid??Rangga mengibaskan rambutnya dengan kesal.
"Belum... aku masih belum terima, aku merasa di bohongi selama ini"
"Jangan begitu.. bisa saja Astrid lupa membuang foto mantannya, lagian kaliankan sudah suami istri"
"Gimana ga sakit, kalau melihat wajah istriku saja seperti melihat wajah mantannya"Rangga mengepal kedua tangannya
"Semalam kamu mabuk parah makanya aku suruh pak Yanto jemput kamu"
"Aku masih marah dengan Astrid, jangan-jangan dia selama ini memilihku menikah karena terpaksa bukan karena mencintaiku?? Rangga masih berpikiran negatif tentang Astrid.
"Rangga... jangan berpikiran yang negatif dulu!!, harusnya kamu dengarkan dulu penjelasan dari Astrid, kamu pikir gampang menerima keputusan untuk menikah?? Apalagi Astrid pernah disakitin mantannya, jangan kamu sakiti dia lagi??
__ADS_1
"ahhhh.... pusing jadinya!! nanti malam kita minum di rumahmu lagi ya, aku maunya pulang kerumah kalau Astrid uda tidur" Hendra hanya bisa geleng kepala dengan keputusan temannya.
Rangga membuka layar ponselnya, tidak ada telepon ataupun whatapps dari istrinya" baru sehari aku diamin kamu, tapi masa usahamu untuk membujukku hanya sampai disini" Rangga menutup kembali layar ponselnya.
Pulang kantor Rangga dan Hendrapun pergi ke kediaman Hendra sudah ada pak Yanto yang menunggunya" pak Yanto.. kenapa uda di kantor jam segini?? Astrid ga kekantor hari ini?? Rangga penasaran dengan Istrinya.
"Ibu Astrid ke kantor hari ini tapi cuma sebentar, sepertinya ibu lagi ga enak badan soalnya mukanya pucat"
"kamu pulang kerumah aja duluan, aku pergi bareng Hendra kerumahnya, kalau ada apa-apa telepon saya soalnya papa sama mama lagi di bali hari ini" Rangga dan Hendrapu pergi meninggalkan kantornya.
"semenjak kamu dimabuk cinta sama Astrid hahaaaa..." Hendra melajukan mobilnya dengan gagah.
"Ngomong-ngomong kamu masih jomblo atau uda punya pacar nih??? Soalnya Belum pernah kamu kenalin padaku" Hendra hanya tersenyum
" masih jomblo abadi bro... kamu punya kenalan cewek ga??siapa tau jodoh.
__ADS_1
" ada sih... teman dekat Astrid namanya Ayu, nanti aku kenalin ya"
" cantik ga, kalau ga cantik, aku ga mau.! masa sudah ganteng begini kamu jodohinya sama yang jelek"
"iya bener banget . ceweknya uda keriput dan galak lagi hahaaaa.....
merekapun tertawa dengan kekonyolan mereka. Sampai dirumah, mereka makan pizza dengan lahapnya karena lapar.
Rangga kemudian berdiri memandangi taman dan lampu yang ada di taman. Rangga diam membisu dan meneguk wine di gelasnya. Masih terngiang di benaknya kejadian waktu melihat foto Dimas didompet Astrid.
Rangga masih samar-samar mendengar kalimat yang keluar dari mulut Astrid dan berusaha mengingatnya. Tapi karena keadaan mabuk, Rangga tidak mengingat apa yang di ucapkan Astrid.
Dia hanya mengingat Astrid lagi menangis di sudut kamar dengan memandanginya.
"Astrid... aku begitu mencintaimu dan bahkan kamu sudah menjadi istriku tapi kenapa bayang-bayang Dimas masih saja ada" Rangga masih emosi dalam hati dan meneguk kembali wine yang di gelasnya sampai habis.
__ADS_1
Rangga memegang gelas dengan erat karena luapan emosinya. Setiap mengingat wajah Astrid pasti wajah Dimas melintas di benaknya. Membuatnya semakin marah dan api cemburu di dadanya seperti mau meledak. Rangga menuang kembali botol wine ke dalam gelasnya dan meneguknya kembali sampai habis.