
Selesai mandi astrid lupa kalau baju gantinya belum dikeluarin dari lemari pakaiannya. Dengan malu-malu astrid memanggil Rangga yang lagi duduk santai di sofa.
"Ranggga kamu keluar dulu ya, aku lupa bawa ganti tadi" akhirnya rangga keluar pintu sebentar, selesai pakai baju astrid menyuruh rangga masuk lagi.
Jantung rangga berdetak kencang melihat astrid habis keramas. dengan santainya astrid mengeringkan rambut panjangya, rangga hanya memandanginya saja.
"Astrid andai saja kamu belajar sedikit saja mencintaiku, kamu tidak akan aku kecewakan dan langsung aku nikahin"Rangga menelan ludahnya menahan grogi dan rangga menghampiri astrid dan menyisir rambut panjang astrid dengan lembut. Rangga baru pertama kali menyisir rambut perempuan, pelan-pelan rangga menyisir rambutnya yang basah.
"sekarang kamu uda cantik, uda segar dan wangi, siapa sih pria yang ga tergila-gila denganmu astrid, aku aja sampai sekarang masih cinta mati"
"hhhmmmm... mulai lagi kan, uda yuk kita turun makan malam aku masih lapar" astrid dan rangga akhirnya turun langsung ke ruang makan
__ADS_1
Bambang dan retno bahagia karena putrinya sudah kembali ceria. Sambil menikmati makan malam, mereka tertawa melihat tinggkah rangga dan astrid yang berdebat terus.
Rangga senang karena astrid sudah kembali ceria, melihat mereka makan satu meja dengan keluarga astrid. Rangga berdoa sungguh-sungguh agar agar astrid menjadi istrinya dan kelarga ini menjadi keluarganya seutuhnya.
Selesai makan malam, astrid duduk dengan rangga di teras. tak selang beberapa menit rangga video call dengan yuli dan dini sahabat mereka waktu kuliah. rindupun terobati dengan sahabatnya, yuli dan dini tau dari rangga kalau sahabatnya dimas telah menghianati sahabat dekatnya.
mereka tidak mau mengusik temannya saat ini, yuli sudah punya bayi cewek
"yuli.. lihat anakmu, aku jadi pengen cepat-cepat nikah dan ingin punya anaka cewek, sayangnya calon ibunya belum mau" rangga jatuh cinta dengan anak cewek yuli. astrid hanya melirik rangga pura-pura ga mendengar.
Rangga melirik astrid dengan wajah senyum. "astrid buatin kopi donk untukku, tapi aku maunya kamu sendiri yang buatin bukan mbok elly ya, pasti lebih enak" rangga makin pinter meluluhkan hati astri
__ADS_1
Kopi pesanan ranggapun datang, " nih kopinya diminum" astrid duduk lagi,
"srrrupppt...., mantap" rangga memuji kopi buatan astrid
"enak kopinya ya,,, ??gimana perasaanmu soalnya aku tadi tetesin racun dikit kedalam kopimu" astrid mengerutkan keningnya berapa kali
"aku ikhlas koq, kalau kamu yang ngeracunin aku, ga apa-apa aku mati ditanganmu astrid" rangga membalas lagi.
Rangga dan astrid membicarakan proyeknya dan perusahaan barunya. Rangga juga mempromosikan perusahaannya ke perusahaan lainnya.
Rangga pamit pulang dengan mobil sportnya. astrid masuk kekamarnya dan mengeluarkan semua barang kenangan pemberian dimas dulu. seketika semua dimasukkan ke tong sampah lalu dibakar. No ponsel dan foto tentang dimas dihapus semua. tak ada satupun jejak tersisa tentang dimas.
__ADS_1
"astrid.. kamu harus move on.., lupakan dimas"astrid masuk kekamarnya dan kali ini tidurnya begitu pulas dengan mimpi indahnya.
Rangga masih saja membayangi wajah astrid dan dia kali ini berharap astrid memberinya kesempatan untuk mencintainya walaupun butuh waktu untuk astrid. Membayangkan wajah dimas, ingin rangga membunuhnya agar hilang dari muka bumi ini