CINTAKU YANG RUMIT

CINTAKU YANG RUMIT
Bab 62


__ADS_3

Setelah sadar Astrid dipindahkan ke ruang inap VVIP, Tapi karena masih lemas tak berdaya Astrid masih tidur diranjangnya. Rangga menggemgam erat tangan Astrid, takut akan kehilangan orang yang di cintainya.


Rangga masih menyesali kesalahannya dan mengutuki dirinya. Astrid ingin memberikan penjelasan dan meminta maaf tapi Astrid belum mampu mengucapkannya.


Kedua orangtua merekapun sudah ada di ruangan itu. Samar-samar Astrid melihat Rangga menangis dan sedih menceritakan kejadian saat melihat dirinya pingsan di kamar mandi.


Kemudian dokter datang untuk memeriksa kembali kondisi Astrid. Diruangan tersebut hanya ada dokter, perawat dan Astrid. Rangga melihat ekspresi Astrid begitu serius dan terlihat menangis setelah mendengar kata yang diucapkan dokter kepadanya.


Rangga penasaran "ada apa dengan kondisi istriku??? kenapa dia menangis??" Rangga berjalan mondar-mandir karena gelisah. Bambangpun menghampiri menantunya.


"Rangga kamu duduk yang tenang, semoga Astrid hanya sakit biasa" Bambang menepuk punggung Rangga untuk tetap sabar.


Setelah dokter keluar Rangga langsung memeluk istrinya dan meminta maaf


"Sayang.. maafkan aku, aku telah menyakitimu" Rangga mencium tangan Astrid dan menangis karena kesalahannya.


"Sayang... aku yang harusnya minta maaf karena menyakitimu. Aku ingin mengatakannya tapi kamu tidak memberiku kesempatan berbicara" Astrid menangis tersedu-sedu.

__ADS_1


"Aku yang salah sayang... aku terlalu egois sampai kamu sakit seperti ini dan aku mengabaikanmu karena keegoisanku!"


"sayang... kau tau, foto itu tidak sengaja masih tersimpan di dompetku dan aku lupa membuangnya. tidakjah kau mempercayaiku sedikitpun?? ketika kau mengabaikanku itu sangat menyakitkanku dan kau memintaku untuk tak menyentuhmu, sebenci itukah padaku sayang?? Astrid menangis mengingat kejadian itu ketika Rangga menolaknya.


"Maafkan aku sayang,,,"


"Rangga... apakah kau berniat meninggalkanku sampai sebenci itu padaku" Astrid menangis sejadi-jadinya.


"Maafkan aku sayang... jangan kau tinggalkan aku, aku tidak bisa hidup tanpamu?Rangga memeluk Astrid dan tak ingin melepasnya.


"Bagaimana aku bisa meninggalkanmu sedangkan aku sedang mengandung anak kita, apa kamu mau anak ini lahir tanpa seorang ayah" Rangga kaget dan tidak percaya mendengar ucapan Astrid.


"aku lagi mengandung anak kita sayang" Ranggapun memeluk dan mencium kening Astrid karena bahagia. Airmata kebahagiaanpun terpancar di wajah mereka berdua


" sebentar lagi aku akan jadi ayah sayang" Rangga memeluk istrinya lagi


" Terimakasih Tuhan,,,, Terimakasih sayang" Rangga mencium bibir Astrid.

__ADS_1


"aku pingsan dan ga enak badan ternyata bawaan hamil, dan bayinya masih baru berumur dua minggu sayang"


" Aku akan menjaga kalian berdua sayang" Rangga mencium tangan Astrid dengan lembut.


Rangga dengan wajah bahagianya menghampiri kedua mertuanya dan mengajak masuk keruang perawatan.


"mama.... sebentar lagi kalian akan punya cucu, Astrid lagi mengandung anak kami" Rangga dan Astrid dengan mantap mengucapkan berita bahagia itu.


Bambang dan Retno begitu bahagia mendengar kabar itu dan memeluk menantu dan putrinya


" Selamat ya sayang, semoga baby dan ibunya sehat selalu" Rangga masih merasa mimpi dan kemudian memeluk istrinya kembali karena terlalu bahagia.


"Pantesan aja aku akhir-akhir ini pusing dan ga selera makan, aku pikir asam lambungku kambuh karena kecapean" Astrid masih mengingat kembali kejadian sebelumnya.


"sayang... aku beneran cemburu habis melihat foto kemaren, rasanya aku ingin mati saja dan tak rela jika Dimas merenggut kebahagiaanku" Rangga menunjukkan wajah sedihnya


"Baguslah... kalau masih cemburu berarti masih mencintaiku!! lagian ngapain pria brengsek seperti itu menggantikanmu, dihatiku hanya kamu seorang sayang" Astrid menggoda suaminya

__ADS_1


" Papa... sebaiknya kita pulang saja, mereka masih dimabuk cinta makanya kita tidak dihiraukan oleh mereka" Bambang dan Retno pamit pulang


__ADS_2