
Rangga masih penasaran dengan dimas,"siapakah wanita itu, aku harus cari informasi yang akurat,kasihan astrid" Rangga memikirkan perasaan astrid yang tulus mencintai dimas, karena dia tau betul seperti apa Astrid.
Rangga tau kalau astrid bukanlah pacarnya dimas yang pertama. Rangga juga pernah mendengar dari teman kampusnya, kalau dimas taruhan dengan candra jika dia bisa menaklukkan hati astrid dan benar saja kalau astrid bisa jatuh cinta padanya.
Tapi rangga tidak mau gegabah, dia akan mengumpulkan bukti kalau dimas bukanlah pria yang baik untuk astrid.
Sedangkan Dimas tidak tau kalau, rangga dan astrid makan siang satu restoran dengannya. Walaupun telepon gemgamnya sudah beberapa panggilan dari astrid, dia sengaja mengabaikannya.
Dimas mulai terbuai dengan karir dan fasilitas yang diberi atasannya. Atasannya mempercayakan perusahaannya kepada dimas dan Atasannya ingin menjodohkan dimas putri tunggalnya.
Tapi dimas tidak ingin gegabah, dia tetap ingin menjalani keduanya. Dimas mencoba belajar menyukai putri atasannya demi mendapatkan dan mewujudkan impiannya.
Setelah atasannya mempromosikannya menjadi manager, ayahnya juga menghadiahi dimas mobil sport yang cukup mahal dan Dimas memiliki rumah mewah yang ada dikawasan elit.
__ADS_1
Sudah malam tetapi dimas belum juga ada kabar, astrid mulai kesal dengan dimas yang mulai cuek akhir-akhir ini. masih terngiang dibenaknya kalimat rangga tentang dimas"apakah dimas sudah bosan denganku dan memilih wanita lain??
Akhirnya telepon astrid diangkat oleh dimas" ya sayang belum tidur..! dimas mencoba mencairkan suasana
"sayang kamu koq berubah akhir-akhir ini, ga biasanya kamu begini"astrid emosi dan marah dengan sikap dimas cuek padanya.
"Aku lagi sibuk sayang...oh ya kamu ngapain aja dengan rangga. kamu ga ngapa-ngapainkan dengannya dibelakangku" dimas mencoba melempar pembicaraan, dimas cemburu jika ada rangga disana
"aku ga selingkuh, justru kamu yang harusnya ngasi tau ngapain aja dengan rangga. jangan-jangan kamu yang selingkuh dibelakangku, alasan kamu aja ada proyek" dimaspun semakin memuncak amarahnya.
"dimas.. aku yang seharusnya bertanya kejujuranmu tapi kamu mengalihkan seolah-olah aku yang berubah" makin pilu hati astrid.
"aku capek berdebat denganmu" dimas langsung memutus telepon karena emosi. Astrid menangis sejadi-jadinya, dia tidak menyangka akan seperti ini jadinya. Ketulusannya cintanya kepada dimas mulai ternodai.
__ADS_1
Disaat hati astrid telah terluka, ada rangga yang mencoba menghubunginya dari tadi.
" iya rangga" suara astrid berat
" kamu kenapa astrid, kamu habis nangis, kamu habis berantem dengan dimas??rangga merasa kwatir dengan astrid, "apa astrid lihat dimas di restoran itu?? rangga bicara dalam hati
" aku ga nangis koq, aq lagi ga enak badan, napa rangga tumben nelpon malam-malam?? astrid mencoba berbohong kepada rangga
"ywd kamu istirahat ya, met malam"
" met malam juga rangga" astrid menangis dan airmatanya membasahi bantal dan karena habis menangis astridpun tertidur pulas.
Dimas mencoba menutupi apa yang dia lakukan itu salah, tapi berusaha menutupi kebohongannya dan mencoba meyakinkan astrid. Dimas terlalu berambisi ingin mendapatkan semuanya dan karena materi dimas menjadi lupa diri dan dimas yang dulu bukanlah yang sekarang
__ADS_1